It’s OK to Laugh at Your Silly Embarrassing Situations

Setiap manusia dilimpahkan banyak karunia olehNya, yang salah satunya berupa PERJALANAN HIDUP.

Kita semua pasti pernah mengalami beragam state-of-being dan state-of-mind: bahagia; menderita; bingung; khawatir; takut; harap-harap cemas; lucu; sehat; sakit; cinta; kagum; sedih; ……..

Tentu saja kita juga pernah melewati masa-masa yang memalukan yang membuat kita merasa ingin tenggelam atau hilang ditelan bumi. Btw, harapan ini kok dark ya. Diganti saja dengan: “…merasa ingin me-rewind waktu agar awkward moment yang dialami tidak terjadi..”. 🙂

But heyy, di sinilah letak keindahannya. We need those kinds of moments so that we can laugh at ourselves someday, which based on research run by American Psychological Association, sangat bagus untuk kesehatan kita, mental dan fisik.

————————————————————————–

Seperti halnya orang lain, saya punya banyak kisah konyol, namun saya akan menuliskannya sedikit saja. Selain agar tidak kepanjangan, juga karena banyak diantaranya yang sulit saya tumpahkan dalam tulisan. Saya bingung mencari pilihan kata dan merangkai kalimat yang tepat untuk mendeskripsikannya.

—————————————————————————-

Prince William, Would You Marry Me, or even just look at me for a second?

Saat berusia 8 tahun, saya sooo crazy in love dengan Pangeran William. Ya, betul, Pangeran William yang itu! Yang seorang putra mahkota kerajaan Inggris.

Ketika itu, keluarga Buckingham sering sekali masuk TV dan koran, sang ayah yang berwibawa (Pangeran Charles); ibunya yang cantik jelita (Lady Diana); dan dua anaknya, yang bikin klepek-klepek cewek-cewek kelas 3 SD. Tidak hanya saya, ternyata teman sekelas juga banyak yang demen ke mas William dan Harry *kedip-kedip mata.

Ya ampun! Anak masiy sering keluar-ingus-yang-bersihin-ingusnya-sendiri-saja-belum-sempurna….., sudah mikirin naksir cowok. *tepok jidat ngelus dada.

Diantara kedua British handsome bloke tersebut, saya memilih William! Selain karena menurut mata saya, beliau lebih ganteng, juga karena usianya lebih tua. Pangeran William kelahiran tahun 1982, saya kelahiran tahun 1983, dan Pangeran Harry kelahiran tahun 1984. Tentu saya memilih yang lebih nge-MAS-i dong! Inilah mengapa sampai sekarang saya ingat betul berapa usia saya ketika sedang naksir berat ke beliau, karena saya sangat memperhitungkan selisih umur antara saya dengan kedua pangeran tersebut.

Tidak ketinggalan, saya rajin menggunting foto-foto sang Pangeran yang ada di koran untuk saya kumpulkan di laci meja belajar saya, agar kapanpun saya belajar, saya bisa melihat wajahnya sambil berangan-angan bahwa suatu saat kami akan dipertemukan sebagai jodoh. Blebbbeblehhh blehbleeeh.

Mamah; Papah; om saya yang bernama Pak Thole; dan bude saya yang bernama Mba Yun, seringkali mentertawakan hal ini sehingga membuat saya kesal, namun saya tidak menyerah begitu saja. Saya tetap YAKIN dan OPTIMIS!

Sekarang saat mengingatnya, saya sadar bahwa kala itu, saya merupakan contoh nyata dari definisi sebuah peribahasa: “BAGAI PUNGGUK MERINDUKAN BULAN”.

———————————————————————————————

Is That A Fart-or-Is That A Fart? YES, It Is!

TIDAK ADA CERITA YANG LEBIH MENGGEMASKAN DARIPADA CERITA BERSAMA MANTAN….eeeaaaaaa. 😀

Sebagai seorang mahasiswi yang mempunyai bad habit tidak bisa mengatur keuangan dengan baik dan benar, sudah menjadi suatu rutinitas bagi saya mengalami ke-mefet-an ekonomi di hari-hari menjelang akhir bulan.

Hari itu, sekitar tanggal 20-an, saya harus merevisi draft laporan TA untuk segera dicek oleh Bapak Dosen Pembimbing. Saya kelimpungan karena kok ya ndilalah komputer saya hang. Mau pinjem komputer unit yang saya ikuti, Koran Kampus, tidak bisa karena sedang dipakai editor menjalankan tugasnya dan tidak dapat diganggu gugat.

Tidak hanya itu saja, saya tidak punya cukup uang untuk ke WarNet. Untuk beli makan saja sudah ngepas. Kalau habis untuk ngetik berjam-jam di WarNet dan nge-print, bisa endak makan dong. (Sepertinya ini peringatan dari Semesta agar saya lebih bijaksana mengelola uang.)

Long story short, akhirnya Dek Pacar (tentu saja saya tidak memanggilnya ‘mas‘, karena beliau adalah berondong, wkwkwk, saat saya sudah tingkat 4, beliau baru TPB -sungguh ironis untuk seorang yang masa kecilnya terobsesi punya pasangan yang lebih tua-) menawarkan kunci kamarnya untuk saya dapat sepuasnya menggunakan komputernya saat beliau sedang berkuliah.

Seketika saya langsung menerimanya, karena saya akan berada sendirian di kamarnya. Kalau Dek Pacar juga ada di situ, saya malah tidak mau karena Mamah selalu mengingatkan agar tidak berdua-duaan dengan yang bukan muhrim. Inga’-inga’!

Wah bantuanmu sungguh godsend, tidak akan pernah kulupakan kebaikanmu, wahai Dek Pacar, yang sekarang saya tidak tahu di mana dirimu berada (plus karena memang saya tidak ingin tahu dan tidak mau mencari tahu). Hushh hushhh, sudah..sudah! *kembali ke topik.

Keesokan harinya, Dek Pacar sudah SMS pagi-pagi, memberitahukan bahwa kunci kamarnya sudah diletakkan di rak sepatu di depan kamarnya, dan saya dibolehkan datang kapan saja. Langsung secepat kilat saya berangkat ke kost-nya, karena bayangan wajah Bapak Dosen Pembimbing terus menghantui.

Wah betapa lega dan senangnya saya kala itu! Lega karena masalah ngetik-ngetik terpecahkan, dan senang karena komputer keluaran terbaru milik Dek Pacar penuh hiburan. Beliau mempunyai banyak koleksi file lagu dan film, lengkap dari yang jadoel sampai yang sedang nge-hits, dari yang Indonesia; Barat; dan Asia, you name it, semua ada! Yang katanya didapat dari website kampus, rileks atau kuda-kuda atau apa ya namanya, lupa.

Ohh, not to mention, tersedia juga headphone miliknya, yang kalau mendengarkan musik dengan menggunakananya, suaranya bisa jedhag-jedhug mantabbb beut pokonya!

Saya punya cukup waktu sampai jam 5 sore untuk menyelesaikan revisi sambil mendengarkan musik di Winamp dan men-download beberapa film. Karena sendirian, saya benar-benar merasa sedang di kamar saya sendiri, saya bebas tanpa jaim-jaiman berulah, segala posisi duduk saya jabanin, bahkan kentut pun saya lepasin tanpa beban. Kebetulan saat kentut, saya sedang asik mengetik sambil mendengarkan musik yang bervolume cukup tinggi.

Sampai…. tiba-tiba terdengar suara cukup keras karena mengalahkan suara musik yang sedang saya dengar dari headphone, “Uriillll, Uriill!! Kentutnya kenceng amat!”.

Dhheeegggg! Nafas saya sempat tertahan beberapa saat sebelum akhirnya melepas headphone dan menengok ke belakang. Ya ampuun, ternyata Dek Pacar sudah datang, dan saat melirik ke jam dinding, ternyata sudah hampir jam setengah enam!

Lho kok tidak mengetuk pintu?? Ohya, pasti beliau sudah ngetuk, tapi saking mantabbnya suara musik di headphone, suaranya jadi tidak terdengar.

Saat beliau berkomentar mengenai besarnya suara kentut saya, saya diam terpatung, tidak mau membalas apapun, dan segera mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain. Sungguh luar biasa, malu yang saya rasakan saat itu. Semua jerih payah untuk mencitrakan diri sebagai wanita kalem; (sok) imut; dan feminin, sepertinya sia-sia. 😦

Lesson learned:

  1. Selalu kunci pintu dimanapun kamu berada! You’ll never know.
  2. Selalu tengok belakang; kanan; dan kiri kalau mau kentut! You’ll never know.

———————————————————————–

Tulisan ini sekaligus merupakan partisipasi saya dalam memenuhi Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juli https://mamahgajahngeblog.com/tema-tantangan-mgn-juli-cerita-lucu/ Yeayyyy! Dan ini sudah kali kedua saya ikut lho. Semoga istiqomah. *fingers crossed.

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

4 thoughts on “It’s OK to Laugh at Your Silly Embarrassing Situations

  1. ya ampun, antara pangeran william dan dek pacar, lebih apes ketauan buang angin sama dek pacar ya. Jangan-jangan dek pacar ilfeel gara2 kejadian itu, hahahaha…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: