Kampanye #KejuAsliCheck Menyelamatkan Pak Dikaprio (Sebentar) dari Interogasi Sang Istri

Bu Ros Winslet Akan Kembali Bertemu dengan Para Moms

WAG Moms 6Z (Bu CM): Assalammualaikum, Moms, jangan lupa hari Kamis datang ke sekolah untuk mengumpulkan bahan portofolio, buku K13 tema 1 sampai 5, jangka, dan stars (yang digunting dari papan zona), melalui drive thru dari jam 10.30 sampai jam 13.00. Oiya Moms, kita ketemuan yuk, di Oddy’s Cafe dekat PasMod yang jalannya setelah Taman Jajan. Kafe baru nih, sering lewat situ, kayaknya menarik, dan tempat parkirnya luas. Setelah nge-drop anak-anak PTM, kita ngumpul yuk sebelum balik ke sekolah lagi buat jemput dan drive thru, gimana?

WAG Moms 6Z (Mba Astri, Mamah Ahnaf): Wa’alaikumsalam, setuju!

WAG Moms 6Z (Mba Dewi, Mamah Angelina): Kuy, gaskeun!

WAG Moms 6Z (You): Ikoooooooooottttt!

Bu Ros Winslet dan hampir semua Moms 6Z semangat menjawab setuju dengan rencana yang diajukan Bu CM. Sejak pandemi melanda hampir 2 tahun yang lalu dan anak-anak sekolah di rumah (PJJ), Bu Ros tidak pernah bertemu dengan para Moms. Temu kangennya hanya melalui fasilitas ponsel, berkabar melalui pesan WA. Sekarang ketika sekolah sudah memberlakukan PTM yang juga telah diijinkan oleh pemerintah, ada waktu sela untuk bisa silaturahmi.

“Akhirnya penantianku telah berakhir, jiwa ekstroverku meronta sekian lama,” Bu Ros senang sekali dengan pertemuan yang akan diadakan 2 hari lagi.

“Semoga Kangmas ngebolehin ya, hhhmmm, hampir setiap hari diceramahi tentang varian baru Omicron,” Bu Ros agak pesimis ketika mengingat betapa parnonya suaminya dengan yang namanya CoVid.

Namun Bu Ros kembali tersenyum dan optimis setelah mengingat beberapa kebiasaan suaminya, Pak Dikaprio, yang bisa dijadikannya sebagai acuan. Berhubung kantor sudah membuka WFO, sesekali Pak Dikaprio hadir di kantor, dan saat di kantor itulah, dia akan melakukan café-hopping. Hari ini di Sawangan, besok di Pokepo, besoknya lagi di Lampoh, kadang di Teraskota, atau AEON.

Errghh enak amat, mosok dia doang yang boleh ngafe bareng teman-teman. Hashtag ibu rumah tangga juga butuh ngafe dan ngerumpi, biar tidak jadi anggota desperate housewives!”

Bisa dibilang, Bu Ros adalah salah satu emak-emak nge-hits, emak-emak kekinian, ya setidaknya itulah yang diklaim oleh dirinya sendiri. Layaknya para emak-emak zaman now, dia rajin membagikan polahnya di Instagram. Seperti mengunggah swafoto saat mau mandi dengan hashtag wajah dan badan sudah kusam dan bau acem, yang tentu saja sebelum berfoto, dia memakai bedak dan lipstick dulu agar terlihat cetar dan mengundang pujian semacam: “Ihh Mba, belum mandi saja sudah cantik seger begitu.”

Atau, merekam diri sedang memasak dengan hashtag emak dasteran mau masakin bocahbocah. Tentu saja daster yang dipakainya bukan daster bolong semriwing yang biasa dipakainya sehari-hari. Beberapa hari sebelumnya, dia sudah membeli baju panjang berenda dari marketplace, baju yang sangat tidak mungkin dikenakannya di rumah karena bahannya tidak adem. Pengorbanannya sungguh tidak sia-sia, komentar bernada pujian berdatangan. “Ya ampun, Mbak ini pake daster aja cakep.”, “Masak aja bening.”, “Sungguh paripurna!”

Hal-hal seperti itulah yang sering membuat harinya makin ceria.

Bu Ros juga menjadikan Instagram sebagai sumber segala berita karena tidak ingin menjadi manusia yang kudet atau FOMO. Segala akun Instagram dengan nama lambe-lambean, nyinyir-nyinyiran, lamis-lamisan, julid-julidan, kemudian nyenyeh, ghibah, dan semacamnya, lengkap dia follow. Tak ketinggalan segala jenis kafe dan kuliner di BSD selalu rutin dipantengin agar bisa memilih tujuan saat berakhir pekan dengan Kangmas dan dua anak laki-lakinya. Pastinya tempat yang instagrammable dan menu yang enak menjadi 2 kriteria utama.


Sebuah Ketidaksengajaan yang Mengejutkan

Dengan gercep Bu Ros mengetikkan nama tempat tujuan dengan para Moms 6Z besok Kamis, “Oddy’s Café”, untuk mengetahui profil dan foto-fotonya, tujuannya tentu saja agar bisa memilih kostum yang bisa sesuai dengan desain interior café-nya.

Wuihh bagus nih tempatnya, ada outdoor-nya, dan mural di dindingnya juga unik. Aiih unyuu, ini pintu masuknya bulet. Aku harus foto di depan juga nanti!”

Setelah menikmati penampakan tempatnya, Bu Ros melihat di bagian menu. “Lengkap ya menunya, ada ayam geprek keju, nachos keju, aww awww ada gelato juga. Hhmm, aku nanti mau difotoin saat sedang menjilat gelato, harganya pun terjangkau. Cukup lah uang bulanan dari Kangmas, ga perlu minta tambahan lagi.”

Bagian Instagram story yang aktif menarik perhatiannya. Ternyata pihak Oddy’s memfoto para pengunjungnya yang ada di semua sudut tempat. Ada keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anak. Ada 2 remaja putra dan putri, yang mungkin sedang belajar bersama atau apalah (yang pernah muda pasti paham). Juga ada kumpulan emak-emak yang sedang seru-seruan.

Beberapa saat kemudian, Bu Ros merasakan shock yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Kondisinya yang sedang dalam berbaring di kasur membuatnya duduk, berdiri, lalu menjatuhkan diri di kasur. Di story yang tertanda 24 menit yang lalu, ada suaminya sedang duduk berduaan dengan wanita muda berambut pirang yang meletakkan kacamata hitamnya di kepalanya, memakai atasan bercorak macan dan rok garis-garis hitam putih zebra, serta sepatu berhak tinggi dengan corak ular.

Di-screenshot-nya story tersebut agar bisa dilihat berkali-kali sambil zoom in untuk memastikan apakah betul itu suaminya, dan bagaimana rupa perempuan tersebut.

“Ini Mba Kapri bukan ya, dulu pernah ketemu. Mungkin saja sekarang ganti penampilan,” Bu Ros berusaha berpikir positif, sambil mengetikkan nama Mba Kapri di Instagram, dan…lagi-lagi dia shock, Mba Kapri tidak mengecat rambutnya dan pindah haluan ke baju ala ‘Taman Safari berjalan’.

“Kangmas, kok kamu tega ya, aku gak menyangka kamu menduakan aku, padahal dulu kamu buciiiiiin setengah mati ke aku. Kenapa sekarang berubah??” dengan terisak, Bu Ros berdiri di depan kaca sambil meneliti bagian tubuh mana yang sudah berubah.


Apakah Mungkin Bisa Terkuak?

Meskipun hatinya sudah sedikit hancur berkeping-keping, Bu Ros berusaha untuk menghilangkan pikiran negatifnya. Cara satu-satunya adalah dengan meneleponnya.

Tiiiririiiit tiriiiitt tiriiiiriiiit.

Pak Dikaprio: “Halo, halo Mam. Ada apa, Mam? Tumben nelpon, Mam?”

Bu Ros: “Tumben?? Gak seneng nih aku nelpon? Mas sedang di mana?”

Pak Dikaprio: “Di kantor, Mam!”

Bu Ros: “Tadi lunch di mana, Mas?”

Pak Dikaprio: “Tadi pesan GoFood, Mam.”

Bu Ros: “Pesan menu apa, Mas?”

Pak Dikaprio: “Umm ummm itu, Mam,..eeee..”

Bu Ros: “Elaah Mas, lama amat jawabnya, mosok lupa sama yang dimakan barusan?”

Pak Dikaprio: “Hokben, Mam!”

Bu Ros: “Kangmas bokis! Tadi aku lihat Mas lho! Sedang di Oddy’s Café. Kamu duduk berduaan sama cewek. Kalau bohong begini, ada yang ditutupin nih!”

Pak Dikaprio: “Eee umm mam, eee a anuu..”

Bu Ros: “Ya sudah, Mas, aku tahu Kangmas sedang sibuk, nanti kita teruskan pembicaraan ini di rumah ya, Mas!”


Kesedihan di Selasa Siang

Sebagai emak-emak sophisticated, Bu Ros tidak ingin tampak jelek luar dalam seperti di video viral yang memperlihatkan seorang istri ngamuk sambil teriak-teriak kesetanan dan menjambak rambut sang pelakor.

Ingin rasanya Bu Ros membanting ponselnya, tapi tidak jadi karena sayang. Vas yang di dekat pintu juga tidak jadi ditendang karena dulu belinya di Hong Kong. Akhirnya dia pasrah dengan rebahan dan menangisi kisah sedih di hari Selasa ini.

Kedua putranya, Dikaprio Junior 1 dan Dikaprio Junior 2, mengetuk pintu kamarnya. “Mah, kita sudah selesai zoom, Mah. Laperrrr, Mah, tapi belum ada makanan di meja makan.”

“Pesan Gofood saja, Nak,” jawab Bu Ros yang diikuti dengan suara kegirangan 2 anaknya yang siang itu bebas memesan makanan di GoFood.

Dalam keadaan sedih, dia tertidur.


Keju Kraft Cheddar Mengalihkan Masalah Besar

Jam sudah menunjukkan pukul 5, sebentar lagi suaminya datang. Bu Ros bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, memakai baju ala ABG, dan menyemprotkan parfum.

“Akan kubuat Kangmas menyesal telah memilih cewek itu setelah melihatku memakai baju yang kesempitan di segala arah ini. Huhhhh! Lihat saja nanti!”

Begitu keluar dari kamar, dua junior kaget dan berkomentar.

Dua junior: “Mamaaah, kasihan Mamah, bajunya sudah kayak begitu, Mah. Kayaknya Mamah waktunya beli baju baru deh, Mah.”

Bu Ros: “Ahh kalian para cowok mah tidak tahu mode!” (sambil merengut masam)

Tidak dalam waktu yang lama, mobil Pak Dikaprio sudah terparkir di garasi, dan segera masuk ke dalam rumah.

Pak Dikaprio: “Mah, itu baju begitu kok masih dipake, kasihan amat Mam, beli yang baru atuh Mam, itu jadiin gombal saja di dapur!” (ternyata suaminya memiliki pandangan yang sama dengan dua junior)

Bu Ros: “Itu Mas kalimat pertama yang keluar dari mulut setelah masalah kita tadi siang yang belum terselesaikan?? Setidaknya, aku gak pake baju yang menyebabkan polusi visual seperti si pirang itu toh!” (cukup meradang)

Pak Dikaprio: “Ehh ditawarin beli baju, jawabnya malah ke mana-mana sih, Mam?”

Bu Ros: “Ihh jangan pura-pura lupa, Mas, tadi pertanyaanku belum dijawab lho!” (sambil memasang tampang yang menyeramkan)

Pak Dikaprio: “Sabar Mam, kita ke dapur yuk, Kangmas punya kejutan untuk Mamah dan dua junior favoritku!” (sambil membawa 1 tas besar menuju ke arah dapur dan diikuti oleh istrinya)

Sang Kangmas mengeluarkan isi tas belanjaannya yang berupa 20 puluh keju Kraft Cheddar.

Pak Dikaprio: “Ini Mam, Mas beli banyak, biar buat stock, apalagi dua junior demen banget tuh tiap hari makan roti sama keju. Paling juga seminggu habis. Nanti Mas belikan lagi, Mam, kalau sudah habis, tenang saja!”

Bu Ros: “Aiihh Kangmas baik banget, kesambet apa, Mas? Biasanya Mas kan gak pernah beli merek Kraft ini, sukanya yang merek sebelah karena lebih murah..” (senyum Bu Ros merekah)

Pak Dikaprio: “Maaf ya Mam, selama ini Mas tega tidak membelikan keju yang T.O.P. Mulai hari ini, Mas belikan yang terbaik buat keluarga. Karena…. harta yang paling berharga adalah keluarga” (sambil menyanyi)

Pak Dikaprio: “Mamah sudah lihat iklan terbarunya keju Kraft Cheddar? Bintang iklannya saja penyanyi idola kita berdua, Mam, Bunga Citra Lestari! Pasti inget kan, Mam, jaman kita pacaran, kita sering menyanyikan “Sunny” di tempat karaoke, ahh indah sekali masa-masa itu. Pasti Mamah mau kan memakai produk yang juga digunakan oleh sang idola.”

Sumber: Youtube Iklan Kraft Cheddar @kejumooo (dibuat dengan CANVA)

Bu Ros: “Wah iya Mas, Kangmas kok pengertian sekali, Mamah jadi berbunga-bunga. Apalagi Mas kok bisaan masih ingat saat karaokean berdua di area Dago dulu, Mas… Sunny, Sunny, jantungku berdetak tiap ku ingat padamu, mengapa ada yang kurang saat kau tak ada,..” (sekarang gantian menyanyi)

Bu Ros: “Ohya, memangnya, bagaimana Mas, definisi keju yang terbaik hingga Kangmas menyebut Kraft Cheddar ini sebagai keju yang terbaik diantara yang lainnya?”

Pak Dikaprio: “Kandungannya, Mam! Gizinya lebih padat dari keju merek lain. Sini Mam, lihat!” (sambil menunjukkan komposisi yang tertera di bungkus produk)

Dokumentasi Pribadi (dibuat dengan CANVA)

Pak Dikaprio: “Mamah ingat pepatah ‘Posisi menentukan prestasi’? Analog nih, Mam! Peletakan bahan dalam suatu komposisi itu urut. Jadi yang pertama kali ditulis, itu artinya dialah yang takarannya paling banyak. Makin di akhir, makin sedikit ukurannya. Nah lihat apa tuh, Mam, yang ada di awal?”

Bu Ros: “Keju Asli New Zealand…” (membaca tulisan di produk)

Bu Ros: “Bukan air atau tepung seperti keju yang biasa Mas belikan sebelum ini ya?!”

Pak Dikaprio: “Dua junior kan sedang dalam masa pertumbuhan, perlu asupan gizi yang tinggi dan padat, yang juga penting untuk otaknya. Agar mereka bisa menjadi seorang game changer yang bermanfaat. Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater. Tsaahh persis seperti slogan kuliahan Mas dulu.”

Bu Ros: “Iya, Mas, aku setuju sekali soal itu!”

Pak Dikaprio: “Kraft kandungannya tepat untuk dua junior, Mam. Selain keju asli New Zealand, keju Cheddar Kraft juga dilengkapi nutrisi Calcimilk, yang kaya akan kalsium, protein, dan vitamin D. Rasanya pun ASLI gurih, tanpa perisa tambahan!”

Pak Dikaprio: “Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh NIH (National Institute of Health) yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an dan fokus dalam bidang kesehatan, diketahui bahwa kalsium merupakan mineral pembangun tulang dan gigi, yang juga dibutuhkan tubuh untuk pembekuan darah, transmisi saraf, fungsi otot, dan sekresi hormon. Sangat penting, terutama bagi anak-anak, jangan sampai defisiensi, karena dapat berakibat ke tulang yang lemah, osteoporosis, dan pertumbuhan badan yang kurang optimal.”

Pak Dikaprio: “Selanjutnya, ada protein. Protein ini adalah salah satu komponen makronutrien, Mam, bersama dengan lemak dan karbohidrat. Artinya gini, Mam, ketiga zat tersebut harus dikonsumsi dalam jumlah besar, terutama sebagai sumber energi. Protein membentuk 15 persen dari berat badan seseorang dan esensial untuk membangun massa otot. Nah tentunya, ini juga sangat penting buat anak-anak kita, Mam!”

Bu Ros mendengarkan penjelasan suaminya dengan seksama, karena meskipun suaminya lulusan teknik, namun kecintaannya membaca buku sains membuatnya memahami banyak hal, termasuk mengenai kesehatan tubuh.

Dokumentasi Pribadi (dibuat dengan CAMVA)

Pak Dikaprio: “Itu, Mam, kandungan gizi yang terdapat di keju Kraft ini! Alhamdulillah lengkap Mam!”

Istri Pak Dikaprio mengangguk-angguk dan tersenyum mendengarkan penjelasannya.

Bu Ros: “Yang aku tak habis pikir, Mas, kenapa ini semua baru Mas beritahukan sekarang? Kenapa tidak dari dulu? Kalau dari awal Mas memberikan informasi gizi seperti ini, Mam kan pasti lebih aware untuk membeli keju yang kejunya asli, check! Dan nutrisinya pasti! Seperti keju Kraft Cheddar ini.”

Pak Dikaprio: “Iya Mam, maafin Mas ya. Begitulah Mam, manusia kan tempatnya salah dan lupa, maaf ya Mam…”

Bu Ros: “Hhmm, baiklah, Mas. Maafmu kuterima. Btw, Mas, aku paham maksud Kangmas, aku kan kalau beli body lotion dan semua perawatan kulit juga selalu mengecek komposisinya. Kalau yang di awal berupa bahan yang berkualitas dan terbukti berkhasiat, seperti misalkan argan oil, shea butter, dan semacamnya, itu pasti deh Mam pilih. Dan Mam juga pilih yang kandungan paraben yang berfungsi sebagai pengawet, terletak di paling belakangan, atau malah tidak ada sama sekali. Kalau dia di tengah, aduhh, langsung aku pass. Karena berati tuh produk gak berkualitas!”

Pak Dikaprio: “Tepat, Mam. Ya seperti itu Mam kalau kita memilih produk. Jangan hanya produk kecantikan Mamah saja, tapi makanan juga perlu dicek Mam!”

Pak Dikaprio: “Mulai sekarang Mamah punya tambahan titel nih. Bukan hanya titel emak-emak kekinian, emak-emak ngehits, dan emak-emak sophisticated. Tapi juga emak-emak pintar! Waktu itu Mam sudah pernah membaca buku “The Checklist Manifesto” karya Atul Gawande kan. Mulai sekarang lakukan yang sama sebagai konsumen bahan pangan. Cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kadaluarsa! Seperti yang disarankan oleh Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Konsumen Badan POM, ibu Dra.Indriemayatie Asri Gani, Apt.”

Bu Ros: “Kangmas perhatian sekali dengan urusan dapur Mam hari ini. Makasiiiy banyak ya Mas!”

Pak Dikaprio: “Apa sih yang endak buat Mam, kalau Mam mau dibelikan segudang, juga Mas jabanin dah! Begitu besarnya rasa cintaku padamu istriku!” (memajukan badannya untuk mencium pipi sang istri)

Dua junior: “Iiiiuuuuuhhhh, Papah, Mamah, ada kita lho di sini!” (ternyata selama ini mereka berada di dapur dan sedang sibuk nyemilin keju Kraft yang baru dibeli oleh ayah mereka)

Junior 1: “Pah, kejunya lezat! Beda sama yang biasa Papah belikan! Lihat nih Pap, aku sama adek sudah habis 1 bungkus!”

Bu Ros: “Nak, Nak, kalian itu betul-betul mirip slogan rokok yang iklannya ditulis besar di jalan! Lebih memilih minta maaf daripada minta izin! Langsung maen comot saja sih Nak!” (kesal dan menegur kedua anaknya)

Pak Dikaprio: “Mah, santuyyy! Itu kan memang Mas beli buat mereka berdua.” (memberi pembelaan untuk kedua anaknya)

Junior 2: “Ihh Mah kenapa sih gitu saja marah? Tadi aku dan kakak memang sempat mendengar kalau Papah belikan keju untuk kita. Makanya tadi langsung ambil saja. Kita berdua tahu kok Mah, kalau bukan untuk kita, gak akan berani ngambil, Mah!”

Bu Ros: “Baiklah, Nak, Mamah minta maaf ya. Alhamdulillah kalian anak-anak Mamah bageuuur pisaaan. Ambil lagi gih kalau masih lapar. Abis ini Mam mau masakin ayam geprek keju meleleh memakai keju Kraft ini buat kalian!”

Dua junior: “Asiiiik, mauuuu Mah!” (sambil berlari menuju ruang TV)

Pak Dikaprio: “Eh, Mam, tadi kepotong nih urusan kita!” (kembali mendekati istrinya sambil memonyongkan bibirnya)

Bu Ros: “Ciatttt, hush, nanti kalo tiba-tiba dua junior ngeliat lagi gimana? Malu ah, Mas!” (menjauh dan mendorong badan suaminya)

Pak Dikaprio: “Ehehehe, nanti malam ya Mam!”

Bu Ros: “Iya deh Mas, karena Kangmas hari ini membelikan sesuatu yang sangat spesial dan tiba-tiba bisa semanis ini, tentunya akan aku ganti dengan yang spesial juga.” (mengedipkan sebelah matanya, *wink)

Pak Dikaprio: “Wah Mas tak sabar menunggu nanti malam. Ayo Mam, Mas temani memasak ayam geprek keju leleh buat dua junior!”

Bu Ros: “Baiklah, Mas! Ambilin sutil sama wajan di bawah, Mas. Sama sekalian talenan, pisau, dan parutannya. Abis itu, mandi dulu sana Mas, ganti baju juga, baru nanti ke sini lagi, bantuin aku!”

Pak Dikaprio: “Istriku ini memang yang terbaik sedunia. Mas mandi dulu ya, biar seger, dan akan segera kembali menemani istriku tercinta ini!”


Ternyata, Konsekuensi Tetap Harus Diterima

Pak Dikaprio lega mengetahui istrinya tidak mengungkit masalah tadi siang. “Hadehhh, untung deh dia lupa, apes gw kalau ditanyain,” dengan semangat dan kelegaan yang sangat, dia segera menyelesaikan mandinya dan bergegas ke dapur untuk menemani dan membantu sang istri.

Empat puluh tiga menit kemudian…

Pak Dikaprio: “Sudah segar poll nih Mam, sudah siap menjadi ‘budak’ dapurmu, apa lagi yang perlu diambilkan? Ada yang mau dipotongin?”

Bu Ros: “Mas, lihat tuh, semua sudah aku selesaikan dengan kilat, dan sudah aku sajikan di meja, tuh anak-anak sedang lahap menghabiskannya!”

Pak Dikaprio: “Wuaduhh, cepat amat, Mam?!” (terkaget melihat hasil masakan sang istri yang sudah selesai seolah istrinya adalah seorang The Flash)

Bu Ros: “Iya Mas, adrenalin! Dan berkat bantuan nyontek resep di Youtube. Mamah pengen segera membicarakan masalah yang tadi. Itu siapa tuh cewek berbaju macan? Aku tentu saja dengan senang hati menerima ‘suap’-mu yang berupa keju lezat Kraft, tapi jangan anggap aku pelupa, Mas! Eh tadi memang sempat lupa sebentar sih, aku tersilaukan dengan manismu, tapi aku sudah ingat lagi, Mas! Aku butuh jawabanmu. SEKARANG JUGA!”

Pak Dikaprio terkaget melihat wajah sang istri yang terlihat seperti seekor Spinosaurus yang siap menerkam mangsanya.

Rrrghhwwrroooooaaaaaaooooommmmmm Hhhauuurrrmmmm


Referensi:

  1. Gawande, Atul. (2009). The Checklist Manifesto: How To Get Things Right. New York: Picador.
  2. Richtel, Matt. (2019). An Elegant Defense: The Extraordinary New Science of The Immune System. Kindle Edition.
  3. Servan-Schreiber, David. (2007). Anti Cancer Life: A New Way of Life. New York: Penguin Books.
  4. KRAFT KejuAsliCheck Lembar Fakta dari website IIDN. https:(linkmati)//ibuibudoyannulis.com/iidnreborn/lomba-blog-kejuaslicheck/

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: