Ketika Ibu Mertua Berkunjung

Mau membaca kindle The Craft, sejarah Freemasonry. Terakhir sudah halaman 25. Sudah makin instens nih, ada kisah John Coustos dan teman-temannya yang disekap dan disiksa oleh pihak gereja di Lisbon ibukota Portugis, agar mau spill segala hal yang ada dalam perkumpulan penuh rahasia tersebut. Peralatan siksaan yang disediakan bikin merinding dan tidak berani membayangkan agony yang dirasakan mereka. Hiks. Okay, siapppp pasang timer 40 menit. Teknik pomodoro mode ON.

Suara dari belakang muncul, “Tadi malam, Mama mimpi didatengin Bapak sama Embah. Semalaman kan Mama tawasulan, malam jumat kliwon.” Makin mendekat dan duduk di kursi sebelah.

*tutup Kindle, matiin timer


Waktunya Duolingo-Spanish dulu, como estas, Duo. Ayer yo ya aprendi Past Present Continuous dan ‘going to’ . Pasang timer 30 menit. “Ellos van a rompar la lampara de la sala. Ella estaba triste excepto mi hermana. Juan y Sofia estaban felizes de estar con sus nietos. Bla bla bla bla bla.

Tetiba ada suara yang muncul dan makin mendekat. Sambil mengambil posisi di sebelah, “Genjernya kemaren seger-seger, Ril. Oncomnya juga merah. Gak kayak yang waktu itu kita makan di Lembang itu ya, tempatnya aja lek (–lux–), rasanya bikin Mama perutnya eneg, oncomnya padet-padet, ngrowol, ujhnlkvcsjhojfldhhdjuiojfhodo**&())%%$##Oihh…”

*mematikan Duolingo-Spanish. Gak jadi.


Ohya, mau nyicil nulis dulu ah. TENTANG DIRIMU, MAMAH GAJAH. Ahaa, aku mau nge-list 38 saja, biar sesuai dengan usiaku ihihihiyy. “Tema tantangan bulan ini cukup tricky……. Kuliah penuh perjuangan, songong saat mencari pekerjaan…… bla bla bla.”

Terdengar suara di samping kiri, “Ibu depan masih jualan telur ya, Ril. Barusan Mama lihat dari jendela atas, ada truk dateng. Pinteran ya bisnisnya khjijehuorhgoeoodfij89…… &*($##%%^)))jjjdjj…”

*AUTO STOP menulis


Sudah jam setengah 5 teng. Mumpung sedang M, jogging lebih awal ahh. Sekalian HIIT di depan rumah sesudahnya.

— 45 menit kemudian, masuk rumah. Mendapat ‘kata sambutan’ —

“Pagi-pagi kok sudah lari. Gelap begini. Bagusan jam 10. Kata dokter, jam segitu paling bagus buat dapetin asupan vitamin D. Kalo vitamin A, B, C, mah banyak dan mudah didapat. Kalo vitamin D adanya ya melalui matahari. Gitu kata dokter di Youtube.”

Ehehehehe, iya Ma,” senyumin aja.

*sudah tahu, dan setiap jam 9 atau 10 rutin dede di halaman belakang.


Udah malam, sehabis sholat Isya, biasanya Mama sudah siap-siap tidur. Karena beliau selalu bangun jam 2 untuk tahajudan. Okay, it’s time to netflix and chiiiiill. Yuhuuu “Schitt’s Creek”, waktunya ngakak bersama John Rose, David Rose, Ray Butani, Roland, wkwkwkwkwk. Wkwkwkwkwkwk *ngakak terbahak-bahak saking kocaknya .

Tiba tiba dari belakang, “Alhamdulillah Mama sudah selesai tawasulan. Harus rutin, Ril! Jadi Mama selalu, pastiiii selaluuuu, gak pernah ketinggalan mendoakan almarhum Bapak, Embah, Buyut-buyut yang karena namanya gak tahu, Mama pakein BIN FULAN, habib-habib, syeh-syeh, nenek moyang, kaum muslimat, kaum muslimin, om-om tante-tante uwa yang gak kenal, ……..hguhionfrhuhrknhljoo…. &*^%#@$^&*)(__juhjguguikk..”

*matiin TV, gak jadi netflix-an


“Pah, ada sampah bungkus? Hari ini aku mau ke gazebo, waktunya pengumpulan sampah non-organik nih!” sembari memasuki kamar kerja Papito

Mendadak ada yang menyambar, “Harus ke sana bawain 3 bungkusan besar itu? Repot amat. Kalo Mama di sana tinggal kasi saja ke Mba Emi. Untungnya thikel-thikel itu mereka. Udah dapat duit, disuruh nganterin pula.”

Ada kalanya, harus menerangkan, “Ini untuk kebaikan BUMI, Ma. Jadi tidak apa-apa Ma kalau kami harus repot-repot mengantar ke gazebo. Mereka sudah paham bagaimana cara mengelola sampah-sampah ini, Ma. Jadi secara tidak langsung, kita ikut merawat planet kita tinggal. Kalo saya kenal di sini ada orang yang mau menampung seperti Mba Emi, saya juga pasti mau Ma ngasiin. Tapi di sini tidak ada, Ma.”


Dengerin musik dulu ahh. Ibu-ibu pecinta musik electronic-blending R&B, psychedelic, emotional chord progression, seperti 53 Thieves, kreasi Majestic, FKJ, gak sabar pingin mencapai eargasms. “…we’ve got two seconds to hit the surface of the sun hold onto the moments that make us two instead of onewas I too slow?

Komentar menghampiri, “Itu drone ya,.. lho kok ada yang dipakein cangkul. Kok itu cewek pake celana dalam saja, gak malu. Cowok kok nempelnempel ke sama-sama cowok,…. Itu ada TV yang jadul, kayak punya Mama waktu dulu tinggal di Sumurbatu, ……kkyuebufjdgjhji8897&^%..”

*matiin Youtube Music.


Sedang scrubbing tangan dengan sisa teh celup setelah selesai cuci piring.

Ditambahin lemon, lalu beras yang direndem semalaman, bagus Ril. Mama lihat di Youtube.” Diri ini pun menjawab, “Ehehehehe, iya Ma.”


Riweh menyiapkan sayuran dan buah-buahan untuk dijus. Ada wortel, apel, nanas, dan labu siam.

“Mba Vita tetangga juga rajin ngejus, Ril, suka dimasukkin di WA grup RT. Ada pakcoy, jahe, pear, stroberi, bergizi itu Ril!”

“Iya Ma, saya juga ganti-ganti gitu kok, Ma. Cuma hari ini karena yang ada ini, ya saya ngejus yang ini saja Ma.”


Papito mengajak kami semua makan di luar, dan memilih café atau restoran yang di atas rata-rata

“Harganya kok mahal amat. Untung gede nih tempat. Cuma seuprit gini ratusan ribu. Rasanya kalah sama yang Cibiuk. Mending Pandanwangi ke mana-mana. Sayang gak ada kerupuknya. Sayang kurang pedes. Sayang kuahnya kurang sedhep. Sayang…… sayang……..Teh manisnya habisin, segelas 30 ribu, jangan sampe gak habis. goeonbnioieiowi$**(@$%Y…..”


Mama memasuki rumah, setelah 2 tahun tidak berkunjung karena pandemi

“Beli perabotan lagi??! Rumahnya tambah sempit. Lihat deh tuh rumah Mama, lega kan. Karena Mama gak beli lagi. Secukupnya saja.”

“Itu Mas, Ma yang beli. Saya juga sukanya yang lega dan minimalis gitu Ma. Tapi Mas suka adaa aja barang furniture yang harus dibeli. Saat saya berpendapat, Mas tetep saja beli. Gak didengerin Ma kalo saya,” menjawab panjang lebar diperlukan agar tidak ada kesalahpahaman.


Saat Mama melihat kaos dalam Papito

“Ini kok kaos putih Mas, bawahnya banyak yang lepas benangnya. Dan kriting ngelinting gitu?? Bisa dijahit ini..”

“Mas sudah beli banyak kaos putih baru, Ma. Itu buat daleman kok Ma. Dan yang baru memang sama Mas gak dipake-pake. Katanya gak enak. Suka yang sudah belel begini, Ma,” wajib dijawab agar seorang Ibu perlu tahu habit anaknya.


Sedang dalam proses memasukkan baju kotor ke dalam mesin cuci

“Kalo masukin baju, jangan banyak-banyak. Itu pernah dibilangin sama pegawai mesin cuci Sam*ung saat dateng ke tetangga Mama, agar jangan kepenuhan …. khbheonnloeoi^&*)(^$$….”

Ohh iya Ma. Saya juga begitu Ma. Saya selalu membaca buku petunjuk agar tidak rusak.”


Saat sedang mencuci telur

“Itu bu Arum, nulis di (WA) grup tetangga, katanya telur jangan ducuci, langsung dimasukkin kulkas saja. Biar gak ada bakterinya khuiejiuuu6%^**(*$#%&….”

Kok begitu Ma..sampai saat ini saya masih mencucinya, Ma.”


Ahh mau nulis di kamar saja, lalu membaca, terus sekalian hulahopan dan yoga di kamar *mboyong yoga mat. Mumpung ada Papito dan Boo di bawah, jadi Mama bisa ada teman ngobrol di bawah

Beberapa menit kemudian. “Hhhmmm kok sepi amat di bawah. Pasti 2 cowok itu pada maenan di depan laptop masing-masing. Mama malah gak diajak ngobrol..,” membatin. “Udah ah gapapa, nanggung, belum selesai agenda hari ini,” meneruskan aktivitas.

Beberapa menit kemudian, masih sepi juga di lantai bawah. “Duh kasihan Mama, gak diajak ngobrol blas.. Udah ahh, aku teruskan nanti saja, mau ke bawah nemenin Mama dulu.”

Baru nongol menampakkan diri di tangga tengah, “Ril, ini ada ular gede banget 200 kg. Nih di Youtube.”

Dua menit kemudian…..

“Dulu Mama maen kastinya, bolanya kertas yang dikuwel-kuwel gitu. Susah jaman Mama dulu. Hdnahnnhgbmmjytjj…. Mama pernah makan es alpukat di daerah Bintaro, ada uletnya. &(()(^%%$$HHJikkkhkj… Dulu Embah masakin Mama tempe embos pake cabe ijo yang dibelah, enaaaaak…….&()_hjiolkkjwruqqerr…. “

Satu jam 10 menit jam kemudian……

“Jadi Emak Taronah itu keponakan tiri Uwak yang tetangganya Bapak, terus diangkat anak, dan nikah sama tetangganya Yu Emi, %^&*()hjkujwiehnfklkl8900076cRDFG12)))(….”

Diri ini membatin, “Tolong adzan maghrib, segera berkumandanglah…”


Ppfiuhhhhh, untung cinta. In any case, I always love you, Mama…. 🙂

“Sejak ruangan yang atas ditambahin AC-nya, jadi adem ya. Ademnya pas. Gak sedingin Bandung. Jajanan banyak, tukang sayur deket, sayurnya banyak pilihan dan seger-seger. Segala ada. Ishh Mama betah nih, Mama mau sebulan di sini.”

Anak mantu wedok be like:

Sumber: dariwebsite.pikpng.com/pngvi/JRiiRT_hair-face-pink-facial-expression-nose-anime-human-hair-anime-gif-meme/

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

2 thoughts on “Ketika Ibu Mertua Berkunjung

  1. Uril sabar banget hehe..tapi pada dasarnya orang tua atau mertua sama aja ya, perlu teman sebetulnya mereka.
    Setuju dengan mantranya : untung cinta 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: