Design a site like this with WordPress.com
Get started

Pokoknya, Haaarus Kak Trianto!

Setelah menyuntikkan ekstrak limbah pabrik boba ke 40 tikusnya, Iraz menyendiri di Taman Ganesha untuk memikirkan masalahnya.

“Ada alasan spesifik kenapa Ayah Ibu menyematkanku nama IRAZAF ASINOV. Mereka berharap aku bisa tumbuh sesuai maknanya. IRA artinya wanita yang mandiri, pekerja keras, lembut, dan waspada.”

“Kata -ZAF di belakangnya hanya sekedar ornamen. Sedangkan ASINOV bukanlah karena aku memiliki darah Rusia, melainkan gabungan antara ‘bayi full ASI’ dan ‘lahir di bulan November’. Sampai detik ini, efek susu Ibu nendang abezzz, aku sehat wal’afiat alhamdulillah. Karenanya aku HARUS sanggup mengatasi problemaku, termasuk perihal KakTrianto!”


Ada Apa dengan KakTrianto?

Meskipun ada kata TRI di namanya, dia bukanlah anak ketiga. Dia adalah mahasiswa Teknik Elektro yang pernah menjadi asisten FiDas saat Iraz duduk di TPB. Wajah bulat berkacamata dan rambut yang lurus berponi mengingatkan Iraz pada idola masa kecilnya, Shinici ‘Conan’ Kudo.

Inilah definisi love at the first sight baginya. Iraz terbius dengan pesona KakTrianto. 

Kok cewek-cewek Biologi demennya sama kak Boy ya? Perlu dicek mata nih mereka. Gak ada satupun yang melihat KakTrianto sebagai kakak asisten FiDas terkeren. Heran..”

Iraz memandang keganjilan ini sebagai blessing in disguise. Tidak ada saingan untuk mengambil hati KakTrianto, minimum effort.

Namun ternyata semuanya tidak seperti yang dipikirkannya. Meraih KakTrianto membutuhkan effort yang besar, sangat besar malah.


Pengabdi Nadia

Sudah hampir 2 tahun Iraz terombang-ambing dalam ketidakjelasan, dan baru sebulan yang lalu mengetahui fakta yang mengezutkan! Ternyata selama ini KakTrianto naksir Nadia, mahasiswi Arsitektur yang rajin petakilan berlatih color-guard di Boulevard.

“Setiap melihatnya berlatih color-guard, ingin sekali rasanya menjadi benderanya..,” pengakuan KakTrianto.

Bahhh!

***

Nadia dan Iraz sama-sama kos di Asrama Kanayakan. Itulah yang membuat KakTrianto cukup sering mengunjunginya ke asrama, bukan untuk ngapelin dirinya melainkan ngarep bisa ketemu atau sekedar melihat Nadia lewat.

Iraz sempat denial dengan behaviour KakTrianto yang matanya jelalatan ke kanan dan ke kiri setiap kali main ke asrama, mungkin karena kelilipan atau sengaja biar beleknya keluar.

Akhirnya benang ruwet itu tak kusut lagi. Now it all adds up!


Timeline Pertama, Kedua, Ketiga

Pertemuan keempat pratikum FiDas, itulah hari di mana KakTrianto ‘melihatnya’.

Hari itu Iraz sengaja tampil caem dengan memakai bando Minnie Mouse yang pitanya bisa berdiri tegak tanpa letoy, yang saat SMP tidak pernah gagal membuat seseorang kagum.

“Siapa namamu?”

“Irazaf..”

“Tolong pindah di kursi belakang ya!”

Disadarinya bahwa ternyata bukan karena KakTrianto terpukau dan ingin mengajaknya lebih dekat. Namun karena banyak yang protes, pita besarnya menghalangi pandangan mahasiswa lain untuk melihat Pak Linus yang sedang menjelaskan Termodinamika.

***

Setelah cukup frekuentif dalam berinteraksi, KakTrianto mengajaknya jalan bareng berkeliling kampus sambil menceritakan kisah Henri Maclaine Pont, perancang kampus ITB yang memadukan arsitektur Eropa dan Indonesia serta sengaja mendesain sebuah sumbu lurus membentuk vista, membingkai indahnya gunung Tangkuban Perahu.

Iraz teringat kalimat terakhir yang diucapkan KakTrianto, “Gimana? Sudah terlihat WOW?”

Kok bisa tahu banyak sih, Kak? Keren!

“Semalam abis baca blog alumni Arsitektur, jadi terbantu banget!”

Ya! KakTrianto rajin berlatih karena ingin membuat impression dan tidak mau tampak o’on di depan Nadia kalau suatu saat berhasil ngobrol.

***

KakTrianto juga secara eksplisit meminta, “Iraz, bantuin aku nemuin Nadia dong. Kemarin aku melihatnya terluka kejatuhan dahan pohon kenari. Kasihan. Kayaknya ini sinyal dari semesta agar aku berani membuka diriku padanya. Bukan lagi secret admirer yang melihatnya dari kejauhan dan stalking instagramnya saja.”

Bahh!


Ayat-ayat Skenario

Sebelum memejamkan mata, Iraz menuliskan solusi yang berhasil dia temukan setelah kontemplasinya tadi sore di Taman Ganesha.

Dia akan meramu serum cinta termandjur yang akan membuat KakTrianto tergila-gila padanya. Dia namai ‘IR-AZTRIANTO-007’ yang resepnya diperoleh dari jurnal science, kisah Hermione “Harry Potter”, dan mimpi.

IR-AZTRIANTO-007 = Racikan HERMIONE dengan Kearifan Lokal (RHKL)* + Ekstrak Dua Makanan Foodgasm**

*RHKL = Kunyit + Asam Jawa + Bunga Telang + Kaki Semut Merah

**Dua Makanan Terfavorit = Ulukutek Leunca + Terong Raos Pandanwangi

Malam itu, Iraz sangat bersyukur diberi petunjuk untuk mengulik HORMON, yang bisa bertindak sebagai neurotransmitter otak. Hormon bahagia: oksitosin, dopamin, endorfin; bisa eksis salah satunya dengan adanya rasa cinta.

Meskipun jalur intranasal sangat disarankan untuk menjangkau otak dengan efektif, tetapi di beberapa jurnal menunjukkan bahwa melalui oral juga cespleng.

Jadi nanti Iraz akan mencampurkan 30 ml IR-AZTRIANTO-007 ke dalam makanan KakTrianto dan WAJIB literally memegang wadah makanan serta menyerahkannya secara LANGSUNG.

Jika tidak begitu, sudah dipastikan ramuannya tidak bekerja!

***

Dua jenis makanan yang paliiiing disuka (foodgasm), analog dengan fingerprint karena ada 1:199.908.999 kemungkinan orang memiliki dua menu foodgasm yang sama.

Disinilah penentu kekhususan suatu ramuan.

Iraz harus memblender leunca dan terongnya, lalu diekstraksi dengan PLE-apparatus dan dipisah dengan sentrifugal. Semua alat tersebut tersedia di lab.

***

Selanjutnya yang bikin geuleuh adalah KAKI SEMUT MERAH, yang WAJIB didapat di sekitar jurusan KakTrianto.

Iraz sengaja hunting di area parkir Labtek VIII pada jam 8 malam.

Beberapa langkah kaki mendekati destinasi, Iraz melihat masih ada beberapa mobil parkir. Namun ada hal yang sungguh membuatnya shocked. Ada mobil goyang!

Kepo, dia menuju mobil tersebut, dan akhirnya tahu bahwa itu mobil Sainto, temannya di unit PersKampus.

Astaghfirullah! Sainto sedang sama Suci! Hhhh kalian tidak pantas menyandang nama pemberian ortu kalian!” dalam batinnya, Iraz nge-judge sekenanya sambil fokus mencari semut merah. Dan… voila, dapat!


Story of Bu Restu!

Sebelum semuanya dimulai, Iraz harus mengajukan surat izin meminjam alat Laboratorium Genetika. Dengan semangat ‘rebutan-tiket-konser-BTS’, dia mendatangi ruang TU.

“Bu Restu, selamat pagi, saya mau minta form peminjaman alat di lab genetika.”

Eh gimana gimana. Buat apa? Mau bikin love potion ya?” bu Restu tersenyum sambil mengedipkan mata.

Iraz kaget, bagaimana beliau bisa tahu. “Umm, endak Bu, masih berhubungan dengan tugas saya membantu proyek bu Sri, mahasiswa S3 yang meneliti limbah pabrik boba.”

Oke. Tunggu 3 hari lagi ya! Kalau belum waktunya, jangan bolak-balik ngingetin! Untuk lengkapnya, baca tipsANTI KENA MARAH IBU TU’ yang sudah ditempel di situ!” ujar bu Restu sembari mengarahkan tangannya ke kiri.


Ada WA di HP-nya

Akhirnya 30 ml IR-AZTRIANTO-007 sudah jadi! Prosesnya memakan waktu hampir sebulan. Saatnya mengajak KakTrianto bertemu.

WA-Iraz: Halo, Kak, saya besok ultah. Saya pengen traktir kakak di Borju.

WA-KakTrianto: Bukannya kamu lahirnya November. Ini kan baru September?

(Iraz berpikir keras, gak nyangka kalau KakTrianto hafal bulan lahirnya.)

WA-Iraz: Umm sengaja saya majuin, Kak. Karena November mau pulang kota.

(Rumah Iraz ada di Jakarta.)

WA-KakTrianto: Sipp! Ditraktir aku mau lah!

WA-Iraz: Besok jam 11 ya, Kak!

***

Disanalah Iraz, sudah duduk manis di kantin Borju siap menunggu dengan optimis.

Dua puluh menit berlalu, Iraz gelisah dan segera menghubunginya.

WA-Iraz: Kak, kok belum datang?

(Balasan baru datang 10 menit kemudian.)

WA-KakTrianto: Iraz, maaf, aku gak bisa datang. Ini temanku Gigih kasihan banget, dia sedang frustasi setelah cintanya ditolak Nimma.

(“Bahhh sapa pula itu Nimma dan Gigih!” gerutunya.)

WA-KakTrianto: Maaaaaf, besok deh aku ganti. Aku yang traktir ya!

(Seketika rasa kesalnya hilang karena niat baik KakTrianto untuk menggantinya.)

WA-Iraz: Asiiik! Mauuu.

WA-kakTrianto: Di Mie Mang Ujang! Nanti kita ketemu di depan perpustakaan. Jam 11 ya!

Walaupun belum pernah jajan di Mang Ujang, nama beliau cukup familiar. Banyak yang merekomendasikan indomie nikmat buatannya.


Ambyar: The Movie

Jam 10.45 Iraz sudah standby di depan perpustakaan. Tak lama kemudian, wajah KakTrianto muncul di keramaian.

Yok, pas banget nih aku sudah laperr. Kebayang indomie kuah full cengeknya Mang Ujang. Ehh, hepi besdey ya!”

Sesampainya di Mang Ujang, terlihat 3 mahasiswa antri. “Kalau siangan dikit, tempat ini penuuuh, Iraz!”

***

Ehh Aa’ Tri, pesan biasa A’?” Mang Ujang sudah hafal dengan KakTrianto.

“Iya Mang, sama satu lagi, ummm, kamu mau apa?” menanyakan Iraz.

“Saya mau indomie goreng telor. Makasih Mang!”

“Iya Neng, duduk dulu, nanti diantar.”

KakTrianto memilih meja yang jauh. Sementara itu Iraz bingung memikirkan teknisnya. Dalam hati dia menyesal kenapa gak survey tempat dulu.

***

Gercep Iraz memutuskan untuk menunggu di sebelah Mang Ujang.

Lho mau ke mana, Iraz?”

“Aku mau ke Mang Ujang dulu, Kak, memastikan telurku bulat sempurna,”

Oooo..”

***

Iraz berdiri di sebelah Mang Ujang yang sibuk memasak.

Gapapa atuh Neng, nanti diantar kok!”

“Iya Mang, pingin aja lihat masaknya ehehehe..”

Mang Ujang membalasnya dengan senyuman tipis.

***

Dalam hitungan menit, indomie kuah cengek sudah tersaji. Dengan waspada dan secepat kilat, Iraz memasukkan IR-AZTRIANTO-007 ke mangkok tersebut.

***

Tetiba ponselnya berdering.

“Bu Sri nelpon! Aduhh kenapa di saat genting begini?” gumamnya.

Iraz segera mojok untuk bisa berbincang dengan jelas. Posisinya sebagai asisten proyek, expendable, bisa diganti kapanpun. Jadi dia selalu menjaga performanya sedetail mungkin, termasuk masalah angkat telepon. Iraz membutuhkan honornya.

Assalammualaikum bu Sri.. blablabla-uthuk-uhtuk-blukuthuk..Baik Bu!”

***

Percakapannya yang singkat membuatnya lega. Secepat kilat Iraz kembali ke arah Mang Ujang untuk mengambil pesanan KakTrianto. Namun…..

Lho Mang, indomie kuah cengek-nya mana?”

Ohh yang buat Aa’? Itu sudah dibawain Dona.”

Menengoklah Iraz ke arah kanan dan mendadak sekelilingnya menjadi slo-mo. Dia segera berlari mengejar Dona yang sudah tinggal 3 langkah lagi mencapai kursi KakTriono.

“Buk, ini mangkok saya,” sambil berusaha merebut mangkok dari tangan Dona.

Bak-buk-bak-buk! ‘Teteh’ atuh. Teh Dona!” Dona sewot dipanggil ‘Ibuk’.

“Saya hanya patuh perintah Mang Ujang, bos saya! Apalagi ini khusus Aa’ Trianto. Minggiiir!!!” Dona makin sengit.

Suara KakTrianto muncul, “Santuyyy, Iraz, teh Dona biasa melayani pembeli di sini kok. Hanupis teh Dona!”

KakTrianto resmi menerima semangkok indomie yang mengandung serum cinta IR-AZTRIANTO-007 dari Buk Dona, eh Teh Dona.

***

TIDAAAAAAAAAAAK!” Iraz pengsanlemaaaazz tak berdaya.

***

********************************************************



Tulisan untuk “Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog” bulan Maret.

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

25 thoughts on “Pokoknya, Haaarus Kak Trianto!

  1. Hahaha teeehh bisaan ih ngegabungin fiksi teteh2 yg lain. Bacanya ikut deg2an, kebayang klo di sinetron itu adegan Trainto mau makan mie bakal ada zoom in zoom out 😆

    Like

    1. Ehehe, makasiiy sudah mampir ya Agitha.

      Ahahaha, tapi sayangnya sudah GAGAL nih misinya Iraz, soalnya teh Dona gak mau ngasi mangkok makanan kak Trianto yang sudah ada ramuan cintanya, ehehe.

      Like

  2. Urilllll…epic banget endingnya haha, kocak banget deh, dan bener bisaan banget ngegabungin tulisan yang lain.
    Selain itu ilustrasinya lucu, berasa baca webtoon 😀

    Like

    1. Mayyyy, makasiiy sudah mampir ya. 🙂
      May, makasiiy banget juga atas CanvaPRO-nya. Ini semua ilustrasinya, saya bikin memakai CanvaPro nih May, ehehe.

      Ahahaha, lesson learned-nya adalah: “cara buruk tidak berkah sehingga tidak dikabulkan olehNya”. Gagal total misi Iraz dapetin Kakak Trianto.

      Like

    1. Wkwkwkwk, teh Alfiii..
      Ahh kalau teh Alfi mah, ‘resepnya’ cukup dengan ciuman penuh tulus cinta, sudah mandjur poooll bikin Pak Suami sayang notok jedhug. Ehehe.

      Makasiiy sudah mampir ya, Mba Alfi. 🙂

      Like

    1. Ahahahaha wadawww, ini semuanya halu kok Teteh, wkwkwk. Tidak ada kisah nyatanya.

      Karena kenyataannya, saat cinta bertepuk sebelah tangan, saya gak bikin ramuan; melainkan mundur teratur, dan cari yang laen, wkwkwkwk.

      Makasiiy banyak Mba Lia sudah mampir. 🙂

      Like

  3. Seru ih bacanya. Pas udah baca juga beberapa blog post lainnya, jadi kebayang aja adegan dan karakternya.

    Like

  4. Ramuan cintanya lebih mengingatkanku sama Panoramix dibandingkan Harry Potter. Keren abis Uril. Kok bisa aja sih nyambung-nyambunginya. Bikin aku nyasar dulu ke cerita-cerita lain sebelum komen di sini.

    Like

    1. Ehehehe teh Shanty, nuhun pisan sudah mampir. 😍🙏

      Wah makasiiy infonya ya Mba, ku jadi tahu tentang Panoramix. Iya Mba, betul, lebih ‘klik’ Panoramix ya. Ehehehe. Si mbah dukun 😁

      Like

  5. 😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    Love potion nya sudah bisa jadi sebuah TA sendiri tuh.
    🤣🤣🤣🤣… Saya suka banget ini. Sci-fiction.

    Like

    1. Wah ada ahli Kimia niy ehehe. Butuh resep ramuan yang lebih tokcer, Mba. Mungkin ada masukan dari mba Sari 😅

      Nanti bingungnya pas ditanya dosen, tentang tujuan dan manfaatnya ya Mba. 🤣.

      Makasiiiy banget sudah mampir ya Mba. 😍🙏

      Like

    1. 🤣🤣🤣 Mah Venyyyy.

      Makasiiy sudah mampir ya. 😍

      Wah kalau itu mah bebas saja, pokoknya semut merahnya adalah yang berkeliaran di sekitaran jurusan sang target. 😁
      Good luck ya Teteh 😂

      Like

  6. HAHAHAHAHHAAHAA aduh, aku ngakak sengakak ngakaknya. Bisa aja meramu beberapa tokoh jadi satu cerita. Kayaknya kalau boleh 5000 kata, jangan2 semua yang udah menulis bakal dijadikan satu kesatuan nih sama mamah uril.

    Lama-lama nama kamu diganti jadi srimulat aja gimana? Eh tau ga srimulat itu apaan? hihihihi….

    Like

    1. Ahahahahaha Risnaaa. Srimulat acara favorit jaman dulu nih. 😅

      Ehehehe iya Risna, ini memang terinspirasi dari cerpen-cerpen Mamahs. Sengaja kujadikan 1 universe. 😅

      Nuhuuun pisan sudah mampir ya Mamah Risna 😍🙏

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: