HULAHOPAN! Hobi Silly yang Faedahnya Tidak Silly

Melalui Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog April, saya memahami makna hobi yang sesungguhnya. Pengetahuan ini pun membuat saya menuliskan judul di atas dengan lantang. Ehehe.

Dengan membaca tulisan para Mamahs penyetor tercepat, serta mendalami definisi ‘hobi’ yang berdasarkan KBBI adalah kesenangan istimewa pada waktu senggang; saya jadi sadar bahwa selama ini ternyata saya sudah punya hobi! Yeayy!

Hobi seyogianya bersifat soothing, dilakukan dalam rangka melepas penat sejenak dari tugas utama saya sebagai ibu dan istri, dan bertujuan untuk menjaga diri tetap sane dan spiritually alive. Kegiatan personal pleasure yang beneficial untuk mental health.

***

Saya pun makin percaya diri dan lega saat Mamah Shanty di group Telegram meng-quote Austin Kleon, yang bilang bahwa ketika kesukaannya menulis untuk kerjaan, itu jadi bukan hobi lagi, dan menyebabkan writing block.

Segera saya googling nama beliau dan menemukan kutipan teksnya yang lain:

A hobby is something creative thatโ€™s just for you. You donโ€™t try to make money or get famous off it, you just do it because it makes you happy. A hobby is something that gives but doesnโ€™t take.

Austin Kleon

Ahhh inilah kata-kata yang saya butuhkan! Terima kasih Teh Shanty sudah ‘mengenalkan’ saya dengan penulis nan artistik ini.

***

Sebelum ini saya terbebani dengan jargon “CARILAH HOBI YANG BISA CUAN“.

Memasak dan baking tidak minat; social skill kurang; suka olahraga tetapi tenaga tidak terlalu kuat untuk menjadi fitness coach atau trainer; …

  • Apakah menyenangkan diri tanpa menghasilkan uang adalah hal yang selfish?
  • Apakah itu sama saja artinya dengan tidak berkontribusi untuk society?
  • Apakah tidak mempunyai hobi yang bisa cuan membuat saya menjadi orang yang gagal?

Pikiran saya berkelana ke arah yang negatif. ๐Ÿ˜ฆ

***

Namun saya tidak menutup kemungkinan, siapa tahu di masa datang saya punya hobi yang mendatangkan cuan ehehe. Aamiin. Insha Allah.


Tiada Hari Tanpa Hulahopan

Semua elemen yang mendefinisikan HOBI saya temukan pada HULAHOPAN yang setiap hari saya lakukan. Bermain ‘gelang’ berdiameter 60 cm ini bukan sekedar rutinitas atau necessity seperti mandi dan sikat gigi. Levelnya lebih dari itu! Bikin bahagia sih ehehe.

Keseruan yang saya dapatkan dalam hulahopan adalah:

  1. Sebagai cardio workout sehari-hari, sungguh cara yang asik buat berolahraga euy. Mengencangkan otot perut dan pinggul, membakar lemak dan kalori.
  2. Bisa dilakukan di mana saja, di segala situasi dan di berbagai outfit. Tak perlu ganti baju olahraga, memakai daster bolong pun gaskeun.
  3. Disambi netflixing, bisa! Sambil mendengarkan musik swing-sophiti-pop-jazz-nya Tulus atau mau yang nge-beat, bisa banget atuh!
  4. Hemat! Hulahop yang saya miliki sekarang, harganya 50 ribu dan sudah berumur 8 tahun.
  5. Efektif untuk channeling my inner child; membebaskan kejenuhan; mengolah pikiran, dan mencari ilham, termasuk ide menulis Tantangan ehehe.
Dokumen Pribadi

‘Perkenalan’ Pertama Dengan Hulahop

Dulu di lingkungan RT tempat saya tinggal, setiap bulan Agustus dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan, selalu ada banyak lomba, yang salah satunya adalah lomba hulahopan.

Waktu itu bermain hulahop sedang nge-hits abezz. Saya selalu ternganga dengan tetangga depan, Selvi, yang sudah jago.

Uril-kecil yang highly motivated tentu ingin bisa juga. Bela-belain bangun jam 2 malam setiap hari untuk bisa berlatih lebih lama.

Btw ke mana ya motivasi itu sekarang ahahaha. Uril-dewasa sudah tidak sesemangat itu lagi dalam mencapai goal ๐Ÿ˜ฆ

***

Hari H pun datang, dan bisa ditebak, saya bisa mengalahkan Selvi! Usaha tidak mengkhianati hasil.

Putaran hulahop Selvi hanya bertahan 10 menit, sedangkan saya tetap teruuuus berpusing-pusing. Saya melihat wajah-wajah para tetangga yang bersorak dengan keahlian saya berhulahop ahahaha. Very intoxicating indeed.

Akhirnya saya berhasil menjadi juara 1 lomba hulahop tingkat RT dan mendapat hadiah 10 buku tulis bergambar Desy Ratnasari.

***

Sayangnya begitu masuk SMP, kesibukan bertambah dan membuat saya melupakan hulahop.


‘Bertemu’ Lagi Dengan Hulahop

Kuliah adalah masa di mana saya pertama kali mengelola uang sepenuhnya. Seolah menjadi ajang ‘balas dendam’, saya mengikuti nafsu makan dan craving yang tidak sehat. Serba karbo dan gula. Alhasil berat badan saya bertambah… banyaaaak.

Kebiasaan buruk ini berhenti ketika adik Mamah, Om Henu, berkunjung ke kos. Itulah hari yang tak pernah terlupakan dan menjadi pengingat saya untuk lebih sehat.

Om Henu mentertawakan buku catatan pengeluaran saya yang tergeletak di meja.

Lho, lho, lha kok isinya Tim Tam, Jas Jus, martabak? Pantesan badan mblendhung jerawatan pula!”

Huhh! Komentar body shaming beliau menusuk ke sanubari hingga membuat saya kepikiraaan terus.

***

Tidak berhenti di momen itu saja. ‘Tamparan’ selanjutnya saya dapatkan ketika saya mau donor darah. Berikut percakapan antara pegawainya:

Pegawai A: “Itu ada yang mau daftar donor darah di depan!”

Pegawai B: “Orangnya kecil atau normal?”

Pegawai A: “Normal kayaknya, ehh tunggu… (wajahnya melongok ke arah saya), ehh ternyata besar orangnya…”

Ddoeng namanya juga masih remaja, Mah, tidak kuat dengan kata-kata yang berkaitan dengan bentuk badan. ๐Ÿ˜ฆ

***

Saya paham bahwa salah satu kuncinya adalah berolahraga. Namun sayangnya, saat itu lari mengelilingi Sabuga bukanlah pilihan karena saya tidak punya sepatu lari yang ergonomis. Sebagai mahasiswi miskin, saya hanya punya satu sepatu buat segala acara, yang kalau buat lari malah sakit kakinya.

Informasi diet dan video workout juga belum mudah diperoleh seperti jaman sekarang. Jadi saya hanya bisa pasrah menerima keadaan dan mendoa memohon solusi.

***

Alhamdulillah, di semester 5 Gusti Allah memberi saya jawaban.

Hari itu saya sedang naik angkot ke arah Setiabudhi, dan melihat ada deretan toko rotan. Ya Allah mata saya langsung terpana, samar-samar terdengar ada iringan musik ‘surga’ yang kayak di kartun-kartun. Saya melihat HULAHOP!

“Kiri depan Bang!” refleks mulut saya bersuara. Makin bersyukur karena harganya terjangkau, 20 ribu saja!

***

Dalam perjalanan menuju pulang, saya penasaran dan bertanya-tanya apakah saya masih bisa memainkannya, apakah cerebellum saya yang menyimpan memori muscle dalam jangka waktu lama bisa diandalkan. Ingin sekali cepat sampai kos dan mempraktekkannya.

Dan, taadaaa, alhamdulillah, masih bisa euy! Akhirnya sejak saat itulah saya rutin hulahopan lagi, sampai detik ini.


Menyenangkan Lahir dan Batin

Efek hulahopan terlihat setelah libur semesteran tingkat 4, teman-teman pada bilang,

Hah Uriil, kurusaan banget!”

Tahukah Mah, itu adalah kata-kata yang bikin saya senang bukan main. Maklum ya Mah, namanya juga masih remaja, masih fisik oriented.

***

Beberapa tahun kemudian, hulahopan juga berhasil menurunkan berat badan saya setelah melahirkan.

***

Tetapi kepuasan utama adalah fakta bahwa saya bisa mencapai target menggunakan hobi silly saya, HULAHOPAN.


Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

14 thoughts on “HULAHOPAN! Hobi Silly yang Faedahnya Tidak Silly

  1. Keren Uril, ga semua orang bisa hulahoop lho (aku juga ga bisa hehe). Dan ternyata sangat bermanfaat banget ya, hobby murah meriah, orang bilang jajan awet.

    Semoga Uril yang sekarang akan kembali bersemangat, take your time Uril

    Like

  2. Wow… juara banget itu, hulahoop lebih dari 10 menit? Mengalahkan juara bertahan dan memenangkan paketan ‘Desy Ratnasari’. ๐Ÿ˜๐Ÿ‘

    Like

  3. Keren banget sih bisa main hula-hoop. Pernah beli dari jl Setiabudi juga, tapi engga bisa maininnya…Haha…
    Musti belajar nih dari teh Uril, mumpung puasa

    Like

  4. Sirik liat Mba Uril hulahopan di IG, hihi
    Gimana sih caranya? Ga pernah bisaa saya tu, dari kecil nyobain tiap ada kesempatan ga bisa bisa, apakah ada trik khusus?

    Like

  5. Wah. Obsesi terpendam aku nih. Waktu tinggal di luar aku sempet rajin hula hopan juga mbak Urill. Sekarang mau mulai lagi kok ya ada aja. Dari mulai belum nemu hulahoop yang sreg (alesan), nyari tempat, sampai nyari waktu (alesan terusss) hahaha.

    Like

  6. mba uril main hulahop berapa lama sehari bisa kurusan gitu?? asik kayanya yaa cuma hulahopan bisa turun berat badan,, *tertarik ceritanya (baru tertariik wwkwkwk)

    Like

  7. hehe hulahoop itu mah bukan hobby, Uril, tapi keahlian! aku nggak pernah bisa hulahoop, beneran nggak nyambung otak sama otot hihihi…
    suka banget sama ceritanya Uril yang ini, jadi hulahoop ini beneran hobi yang sudah dibuktikan kecintaannya puluhan tahun ya. udah panjang sejarahnya ๐Ÿ™‚

    Like

  8. wow wow, aku dulu pernah loh belajar hulahop punya mamahku, bahannya dari rotan gitu, bisalah entah berapa menit, tapi pas belajar itu tulang panggul sampai agak memar gitu deh. Nah belakangan kalau nemu hulahop plastik, dicobain nggak bisa lagi, mungkin juga badannya udah ga ada pinggang buat nyangkutin tuh si hulahop wkwkwkw…. keren lah ini kalau masih tetep bisa hulahop dari semester 5 sampai sekarang. Itu tuh 20 rebu yang sangat membahagiakan sekali pastinya

    Like

  9. Keren banget Teh. Aku selalu takjub sama yang bisa hulahopan, soalnya aku nggak bisa haha. Wah bisa menurunkan BB juga ya ternyata. Menarik! โ˜บ๏ธ
    Dan soal hobi yang mendatangkan cuan, aku nggak sepenuhnya setuju. Selama ini bahkan aku mengajar yoga dan senam kebanyakan buat sosial ๐Ÿ˜… tapi itu membawa kebahagiaan. Seperti kutipan di atas: “A hobby is something that gives but doesnโ€™t take”

    Like

  10. Aku punya hulahop dari kecil … ga pernah bisa pakainya. Baru2 ini sampai sengaja juga kubawa dari rumah mama ke rumahku … niatnya biar bisa dipakai rutin buat olahraga …. Tapi tetep ga bisa makainya.

    Begitu tahu hulahopan aja bisa bikin badan kurus … hmmm jadi pingin cobain lagi. Hahaha ….

    Like

  11. Enggak percaya dulu Teh Uril sempat gemuk ๐Ÿ˜ฎ
    Duh asa bodor Teteh masih inget hadiahnya buku tulis Desy Ratnasari :”) Bukan masalah hadiahnya ya Teh, kepuasan bisa menang dengan banyak latihan yang berkesan.
    Jadi kabita main hulahop, di rumah padahal ada tapi nganggur weh. Padahal bisa tapi ga tahan lama-lama karena bosen, kuduna nyambi netflix ya Teh ngikutin saran Teteh.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: