Belajar Apa Saja Ya?

Dulu setiap mendengar kata “BELAJAR”, saya langsung lemas, Bestie! Tetapi sekarang, selalu adaaaa saja hal-hal yang ingin saya tekuni. Dari yang level receh hingga level ‘bukan kaleng-kaleng’. Dari yang sekedar ingin tahu aja sampai yang ingin tahu banget. Dari yang hanya sebatas beberapa menit atau 1 jam per hari.

Ingin mahir berenang; bisa cas-cis-cus berbahasa Spanyol; mix-match resep jus sayur yang nendang; mengolah Canva; mengulik komposisi fotografi; dan beberapa lainnya.

***

Melalui Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juli dengan tema “Hal-hal yang Ingin Dipelajari”, saya akan menuliskan beberapa yang signifikan, yang saya bagi berdasarkan status progresnya.


1. STATUS: Sudah dari Dulu, Ongoing, Insha Allah akan Selalu

SCIENCE adalah hal yang insha Allah akan saya pelajari sampai akhir hayat karena menurut saya dengan mempelajarinya, mampu meng-emphasize semua karuniaNya yang menakjubkan, mengenalNya, mengagumi keagunganNya, dan mensyukuriNya.

Meskipun hanya melalui membaca dan bukan berkuliah serta melakukan eksperimen di laboratorium; benefits-nya tetap bisa diraih. Dengan sains; permasalahan lebih mudah ditelaah, keputusan lebih cepat diambil, dan kejadian di sekeliling dapat lebih dipahami.

***

Saya ingin memberi satu contoh sederhana dalam keseharian saya. Pak Suami yang sudah memasuki usia 40-an adalah ‘spesies’ high quality Om-om wkwkwk, mohon garisbawahi ini bukan klaim pribadi istrinya sendiri ya, ehehe. Tidak sedikit wanita yang mepet beliau. Di kantor, ada yang selalu mengajaknya makan siang bersama. Di medsos, ada banyak DM bernada flirty dari beberapa wanita menawan.

Kemungkinan besar bagi kaum pria, itu godaan yang sangatlah berat. Bahkan kerapkali berujung ke carnal intimacy.

Dengan basis agama pun, saya amati, masih banyak yang tetap menabrak larangan ini terutama untuk mereka yang imannya tidak cukup kuat; dengan dalih bisa bertobat karena Tuhan Maha Pengampun.

Dengan sains, kita menjadi sangat kuat untuk menghindari affair dan mampu lantang berkata TIDAK.

  • Mikroorganisme apa saja yang akan hinggap ketika pertukaran liquid terjadi. Dengan suami/istri saja sudah cukup beresiko, apalagi kalau dengan banyak orang. Syphilis, gonorrhea, herpes, chlamydia, vaginitis, HIV, genital warts,….
  • Stres yang akan timbul ketika: sang selingkuhan ngambek, demanding, mengancam A sampai Z; pandangan rendah society; jumlah alimony yang akan dituntut sang istri; dibenci anak.
  • STRES itu sendiri bisa mendegradasi fungsi otak: bikin lupaan (impairs memory); struktur otak berubah (ketidakseimbangan grey matter dan white matter yang awalnya balance); membunuh sel-sel neuron baru di hippocampus.

Dahlah! Pokoknya bisa jadi gila, fisik memburuk, dan tidak memiliki appearance HIGH QUALITY OM-OM lagi. Kagak worth-it yah, Bund!

***

Berdasarkan inilah, semua perempuan yang mepet Pak Suami, ditolak dengan tegas oleh beliau! Alhamdulillah puji syukur. 🙂

***

(Dibuat dengan CANVA)

2. STATUS: Sudah Beberapa Bulan, Ongoing

Saat ini saya sedang asyik menggali pikiran terdalam saya untuk menulis kisah ber-genre young adult dengan bumbu erotis ( <– jangan diklik, Mah, bisi eneg)

Pada pertengahan pandemi yang lalu, sekitar awal 2021, saya berkunjung ke Kinokuniya dan ‘terjebak’ di aisle YA. Novel-novel karya Sarah J.Maas, Judy Blume, dan Abby Jimenez betul-betul membuat saya terkesima. Ohh wow panas dingin merem melek saya membacanya.

Kala itu, saya langsung kepikiran untuk membuat tulisan dengan karakter para remaja yang penuh intrik, kehidupan yang heboh, lengkap dengan bumbu steamy hot romance-nya. Sungguh suatu tantangan tersendiri buat saya. Sulit euy! Mengingat Uril-remaja bisa dibilang masih dalam spektrum: lurus, alim, gak neko-neko, gak aneh-aneh, ya layaknya kebanyakan para mahasiswa ITB yang menjunjung tinggi adat ketimuran.

Jadi benar-benar harus kenceng mikirnya. Well, karena sudah menikah, jadi sedikit terbantu sih ehehehe.

Sekarang pun masih dalam tahap so so, belum bisa dan belum berani sevulgar karya mereka. Apalagi sevulgar Ennie Arrow’s.

***

3. STATUS: Baru akan Mau Mulai

Orang-orang super kaya bin makmur sentosa di berbagai belahan dunia selalu punya 3 orang penting dalam hidupnya: good accountant, good lawyer, dan good doctor.

Ya, ya! Saya tahu saya belum tidak semakmur Jeff Bezos. Ngapain juga sok-sok-an mau ngikutin. Ya gapapa, toh BELAJAR tidak pernah such a waste of source!

(Dibuat dengan CANVA)

3.1 Akuntansi

Ini adalah subjek yang sangaaat saya benci sejak dulu karena sangat susah. Itulah alasan kenapa saat SMA saya kerja keras agar bisa masuk IPA, karena kalau masuk IPS, dijamin nilai saya buruk. Ekonomi dan Akuntansi adalah musuh besar saya! Bravo buat anak-anak IPS! Kalian hebat!

Tak tahunya, kehidupan day by day yang saya lewati tidak bisa lepas dari Akuntansi. Sesederhana ngecek saldo atau nge-trace pengeluaran kartu kredit.

Tujuan utama saya ingin belajar akuntansi adalah ingin kaya raya ehehe! Umm bukan itu sebenarnya motif utamanya, melainkan ingin bisa lebih bijaksana dalam mengelola keuangan. Ingin cuan makin banyak dan tidak easily spend-spend.

Saya juga ingin memahami bagaimana cara berinvestasi dengan tepat dan bijaksana, tracking pengeluaran, budgeting, pajak, dan menabung.

Selain itu ada beberapa bidang yang perlu saya ketahui: financial accounting, managerial accounting, cost accounting, tax accounting, forensic accounting, auditing accounting, public accounting, dan government accounting.

3.2 Hukum

Saya bersyukur tinggal di Indonesia yang merupakan negara konstitusional. Dengan hukum, keteraturan dalam masyarakat tertata. Speaking of….., kita sudah mendapatkan proses pelayanan hukum sejak kita lahir lho Mah, bikin surat akte kelahiran.

Perasaan devastated seringkali saya dapatkan ketika mengamati permasalahan sekitar dan kasus yang ditampilkan di drama Korea. Begitu banyak orang yang tidak paham mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara, dan membuatnya gampang dikibulin, bahkan oleh pelaku hukum itu sendiri.

So, ya! Saya pikir perlu sekali untuk membaca dan memahami peraturan yang ada: UUD 1945; UU; KUHP; PERPPU; PERPRES; PERMEN; PERDA; Hukum Gugatan, Hukum Perdata, Perselisihan Pribadi, dan lain-lain. Ndilalahnya, saat ini semua mudah diakses di internet.

Pun belajar melalui film juga pastinya seru, ehehehe, ya kan Mah! Ada daftar panjang film-film ber-genre law yang bagus dan bisa diambil ilmunya. T.O.P.B.G.T versi saya adalah “Suits” dan “The Good Wife”. Ada juga yang fresh from the oven, “Extraordinary Attorney Woo”.

Kadang saya ikut sit-in kuliah American Contract di Coursera bersama Pak Suami. Kasus-kasus yang diangkat seringkali absurd dan membuat saya geleng-geleng kepala, tetapi begitulah how the law works! Saya jadi makin memahami kenapa kita tidak boleh seenaknya ngobral janji, even ke anak kita sendiri. Bisa jadi kasus hukum nih!

3.3 Kedokteran

So far, buku-buku yang berhubungan dengan ilmu kedokteran ada dalam rak buku sains. Anatomi tubuh, pengetahuan molekuler, ilmu imunologi, biokimia, dan herbal remedies.

Keinginan utama saya adalah agar bisa menguasai basic first aid yang esensial. Handal dalam melakukan CPR (resusitasi jantung paru), menangani pertolongan dengan segera saat ada yang kejang, sprain (cedera otot), luka bakar, concussion akibat pukulan di kepala, broken bones, choking, dan pendarahan berlebihan.

Menuliskannya saja membuat saya deg-degan. Jika suatu saat, saya berhasil menguasai skills ini, semoga tidak pernah saya gunakan, karena saya berharap semua orang sehat wal’afiat selalu. Insha Allah.

***


Semoga saya bisa konsisten dan istiqomah dalam BELAJAR, dan kelemahan saya, si procrastinating tidak mendekat.

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

3 thoughts on “Belajar Apa Saja Ya?

  1. teh Uril mantap pisan ini semangat belajarnya. yang belajar kedokteran itu akhirnya aku pun harus melakukannya dan baca buku dokter di rumah anda sejak punya anak ha3 … padahal saat diminta pilih jurusan kedokteran oleh Bapa, aku menolak keras karena gak suka darah duuuhhhhh …

    salam semangat

    Like

  2. Cocok banget penulisan judulnya. Belajar apa saja (dan saya lanjutkan), dan sampai kapan saja. Ikut tersemangati lah jadinya. Thank you, Teh Uril.

    Like

  3. Kabita banget liat koleksi bukunya Teh Uril…
    Menarik banget insightnya soal menghalau pelakor pake kajian sains. Mantap!!
    Btw, saya juga lagi nonton Woo Young Woo, seru banget yaa Teh dan heartwarminggg

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: