Let’s Glow Up then Grow Old Together

Masa Putih Abu-abu yang Indah

“Kalau kamu, suka sama siapa?”

Biyuti melayangkan sebuah pertanyaan ke Tresna, ketika mereka sedang makan bersama di kantin sekolah.

Tresna: “Aku suka sama cowok terganteng di kelas kita! Ihihihiiy, tapi rahasia ya! Jangan nge-lambe, Bestie!”

Biyuti: “Eaaaa eaaa eaaaa, cieee..

***

Beberapa hari kemudian tersebar kabar di seantero penjuru SMA Agarpintar bahwa Tresna naksir Rudi.

Dengan langkah tegap maju jalan grakkk, Tresna yang sedang marah mendatangi Biyuti.

Tresna: “Biyut, apa-apaan sih kamu?! Nyebar gosip begitu. Gak benar pula!”

Biyuti: “Waktu itu aku hanya cerita ke Sherly, Serli, dan Shierlie saja kok. Gak tau gimana bisa nyebar. Maaf ya, Tres. Tapi bagian mananya yg gak bener? Kan kamu memang suka Rudi kan!”

Tresna: “Sapa bilang aku suka Rudi yang orangnya ruwet dikit itu?!! Aku sukanya sama Ronggo!”

Biyuti: “Lha kepriben seh. Katanya kamu suka sama yang terganteng di kelas kita!” mendadak seisi kelas terdiam dan saling berpandangan.

Tresna: “Betul! Dialah Ronggoo!” semua makin ternganga.

Tresna: “Kalian pernah mendengar bahwa ganteng itu relatif, kan??!”

Sherly, Serli, dan Shierlie: “Kamu pernah denger kalau jelek itu mutlak? Kan jelas-jelas Ronggo itu gak ganteng, Zheyenk…”

Secara bersamaan, ketiga siswi yang namanya homofon itu merespons pernyataan Tresna sambil cekikikan, diikuti tawa terbahak anak-anak lainnya.

***

Ingin rasanya Tresna marah, tetapi dia menggunakan rasionalitas di otaknya, itulah yang membuat dirinya seorang manusia seutuhnya.

Dia juga tidak mengutuk atau berharap hal buruk terjadi kepada mereka yang mengejek, inilah yang membuat dirinya insan yang tabah.

Long story short, sejak kejadian itu Tresna dan Ronggo menjadi dekat dan menjalin kebersamaan. Mereka dikenal dengan sebutan Beast and the Beast karena physical appearance-nya.

Ronggo: “Tidak apa-apa kita dijadikan bulan-bulan-an. Kamu pasti tahu telenovela “Betty La Fea”? Optimis saja, kita pasti bisa transform. Kita manfaatkan otak kita sebaik mungkin! Itu yang penting!”

***

Kuliah di Priangan

Bermodalkan motivasi dan determinasi, mereka berdua berhasil memasuki perguruan tinggi di Priangan yang dicita-citakan.

Tresna menjadi mahasiswi jurusan Rekayasa Genetika di Universitas Gajah Naik.kuda (UGN), sedangkan Ronggo berkuliah di jurusan Fisika Kuantum Sekolah Tinggi Tinggi Sekali (STTS).

***

Perjalanan mereka penuh dengan lika-liku dan tidak mudah. Dunia terasa tidak adil, namun mereka tetap chin-up dan semangat.

Sudah sangat sering Tresna mendapat perlakuan diskriminatif dari penumpang bus kota. Ketika hanya dia dan seorang perempuan yang di sebelahnya berdiri; para lelaki, baik yang masih SMA maupun tuwir, menawarkan kursinya untuk perempuan tersebut. Dan bukan dirinya.

Hal serupa terjadi dengan Ronggo. Sudah selayaknya sebagai pria normal, dia memandangi beberapa wanita cantik yang lewat di depannya. Tetapi dia selalu dipelototi dan disemprot dengan kalimat, “Ngapain lihat-lihat??!”

Perlakuan yang diterimanya sangat njomplang dengan lelaki di sampingnya yang mirip Oppa-oppa Korea. Semua perempuan senyam-senyum gak jelas pada cowok tersebut.

***

The Beginning

Dalam jangka 4 tahun, mereka berdua lulus dengan predikat cumlaude. Tresna diterima di perusahaan Srinurilla Biosciences yang bergerak di bidang genetic engineering.

Nasib Ronggo tidak jauh berbeda, dia bekerja di Schrodinger-Uril yang fokus mengutak-atik teleportase, dan sempat dikirim ke CERN untuk mempelajari God Particle.

Jerih payah dan kesabaran mereka terbayar. Di usia ke-25, Tresna dan Ronggo memiliki penghasilan yang besarnya berlipat daripada para fresh graduate kebanyakan. Dengan uang sebanyak itu, bersama mereka bertransformasi dari NO ONE ke SOMEONE, dari ZERO ke HERO, dari INVISIBLE ke sangaaat VISIBLE.

Mereka menjelma menjadi seseorang yang memiliki GodBod dan GoddessBod, melebihi standar kecantikan dan ketampanan warga Indonesaland.

Selain itu mereka mengubah nama mereka menjadi CINTA dan RANGGA. Tresna dan Ronggo hanyalah kenangan.

***

Rangga: “Let’s glow up together, Cinta…”

Sekarang keadaan berbalik 180 derajat. Impian mereka tercapai. Kehidupan mereka sangat mapan, memiliki kekayaan net milyaran rupiah. Juga selalu menjadi yang terdepan dan paling diistimewakan. Dunia serasa berada di genggaman.

***

Sepuluh tahun kemudian mereka menikah. Pesta pernikahannya digelar sangat mewah dan dihadiri oleh ratusan influencer Citayam Fashion Week. Tidak tanggung-tanggung, semua wartawan terkemuka segala LAMBE berdatangan untuk mendokumentasikan event ini.

Wah pasti anak-anaknya bakal cakep banget ya!”

Gumam seluruh hadirin dan hadirat yang terpesona dengan cemerlangnya kulit, putih cling-clingnya gigi, menawannya rambut couple goals Cinta dan Rangga.

***

Kebahagiaan yang Terus Bertambah

Empat belas bulan setelahnya, Cinta melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik jelita dan berkulit putih bersih.

Cinta: “Suamiku, lihat anak kita! Dia terlihat seperti kita setelah kita glow up!”

Rangga: “Istriku, yang muncul pada bayi kita adalah gen resesif kita. Alhamdulillah, terima kasih Tuhan. Papah namai kamu AnYes Geraldine. Hello An-Yes, welcome to the world, emmuaah mmuahh..”

Cinta: “Suamiku, An-Yes kurang enak didengar, bagaimana kalau AnYa, AnYa Geraldine? Indah sekali nama itu, di kuping juga smooth.”

Rangga: “Jangan! AnYa Geraldine terlalu mainstream.”

Cinta: “Ooo begitu. Baiklah! Hello AnYes sayang..”

***

Daily Habits

Setiap malam, mereka dengan senang hati saling membalurkan body lotion yang mengandung ceramide, retinol, dan collagen; terutama karena memang ada bagian tubuh yang sulit dijangkau sendiri.

Cinta: “Yang daerah decollete ini agak dibanyakin, Suamiku.”

Rangga: “Baiklah, Istriku…”

Cinta: “Areola-ku juga, Suamiku.”

Rangga: “Siappp, Istriku!”

Begitulah kebiasaan mereka setiap saat yang tak lupa diakhiri dengan kalimat afirmasi positif:

May our body be like Thor and Aphrodite, eternally...”

***

***

***

Cinta: “Kok tidak dihabiskan yang menu truffle-foie-gras bikinan Sisca Kohl, Suamiku? Gak enak kah?”

Rangga: “Gapapa, Istriku. Sepertinya karena minum jamu pahitan buatan Chef Renatta. Berhasil membuatku mengurangi nafsu makan. Tadi pas ngaca, perutku bisa dicubit, harus diet!”

Cinta: “Baiklah kalau begitu. Oiya, nanti aku mau terapi DNA Salmon di ERHA.”

Rangga: “Ya, Istriku. Jangan lupa nyusuin AnYes dulu sebelum berangkat.”

Cinta: “Suamikuuu! Itu gigi depanmu agak menguning, nanti sekalian saja barengan untuk smile treatment.”

Rangga: “Ya ampuuun, betul juga! Kenapa ya??” sambil mengaca di cermin terdekat.

Cinta: “Saya telepon Awkarin segera untuk babysitting AnYes!”

Rangga: “Ehh tunggu, Istrikuuu! Kok kayak ada uban di rambutmu..”

Cinta: “Aaaa tidaaaak, betulkah?” mendekati cermin dan menemukan sehelai uban.

Rangga: “Nanti abis dari ERHA, kita langsung ke Farmanina Hair Clinic yang di PIK! Meskipun cuma sehelai, jangan kasih kendor, harus dihambat sesegera mungkin dengan stimulasi melanogenesis!”

***

Pantas saja penampilan mereka selalu nyaris sempurna; setiap kali ada sedikit flaw, langsung diatasi.

***

Enam Puluh Delapan Tahun

Cinta: “Suamiku, aku sudah lelah bolak-balik ke klinik kecantikan. Meskipun kita mengendarai Bugati yang self-driving tetapi tetap saja capek karena sudah bangkotan.”

Rangga: “Aku juga merasakan yang sama, Istriku. Letih mempertahankan fenotip kita yang flawless ini. Telomer kita makin memendek, massa otot dan cairan sinovial kita terus berkurang. Mau bikin janji sesering mungkin dengan dermatologist dan orthopedist gak bakal bisa mengimbangi..Uhuk uhukk,” mengakhiri ucapannya dengan batuk-batuk yang tak tertahankan.

Cinta: “Umm tapi apakah tidak apa-apa buatmu, Suamiku? Kalau aku kembali seperti asliku, si Tresna..”

Rangga: “Istriku, sedari dulu aku ketemu kamu jaman SMA yang masih kayak begono, aku sudah mencintai dan menerimamu apa adanya.”

Cinta: “Suamiku, dulu pun kamu sudah sangat ganteng di mataku.”

Seketika mereka saling menggenggam tangan dengan penuh cinta dan tersenyum.

Rangga: “Mulai hari ini, mari kita ganti semboyan kita let’s glow up together dengan let’s grow old together dan till jannah, Istriku… Uhukkk uhukkkk..”

***

Perbincangan mereka di gazebo depan rumah terhenti ketika Romeo sang cucunda turun dari mobil dan berlari ke arah mereka.

Romeo: “Kakeeeek! Neneeeeek!”

Cinta: “Ohhh sayangnya Nenek, emmuahh mmuaahhhh..,” memeluk dan menghujani ciuman pada Romeo.

Mata Rangga berbinar bahagia melihat cucunda satu-satunya berkunjung.

Cinta: “Suamiku, budget bulanan kita untuk grooming, kita tabung saja ya, untuk cucu kita…,” dengan suara berbisik.

Rangga: “Setuju sekali, Istriku…,” sambil memandangi cucunya yang mengingatkannya pada dirinya, ketika SMA dulu.

***********************************************

Tulisan ini ditulis untuk ikut Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog tema “Cerita Cinta”.

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

10 thoughts on “Let’s Glow Up then Grow Old Together

  1. Sebagai anak Seni Rupa, aku agak lelah dengan istilah-istilah ilmiahnya, tapi juga lelah nyengir. Kocak seru nih kisah cintanya. Menghiburrr.

    Like

  2. Bisa banget bikin cerita dengan memasukkan semua istilah ilmiah. jadi cerita scifi padahal cerita Cinta dan Rangga ala mamah Uril Kereen teh, lanjutkan!

    Like

  3. hihi lucu tehhh, ga nyangka ceritanya dari masa SMA berkembang menjadi pasangan yg obsessed sama duniawi 😄

    Like

  4. Hehee duh kok aku nasibnya kayak Tresna ya.. pas sma gak ada yang mau, tapi kurang dana buat glow up hahaha. Ini mamah Uril paling update semua hal nih makanya bisa banyak istilahnya. Perlu ditambahin glossary nih Uril biar makin seru hihiyyyy

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: