Design a site like this with WordPress.com
Get started

“Modern Love Tokyo”

Munculnya spark joy dalam diri bisa diperoleh dari mana saja, sekecil apapun dan se-unexpected mungkin. Seperti yang saya rasakan setelah menonton drama antologi manis dan sederhana di Amazon Prime berjudul “Modern Love Tokyo“.

Melalui drama ordinary life portrayal ini, saya jadi terinspirasi untuk membuat sebuah penggalan narasi cinta di tempat saya tinggal, “Modern Love BSD”, sebagai bahan tulisan saya selanjutnya.

Semoga bisa segera memperoleh ide dan ilham untuk menorehkannya. Bismillah. πŸ™‚

***

Dibuat dengan CANVA

Jumlah episode “Modern Love Tokyo” hanya 7 dan durasi per episodenya pun tidak panjang, antara 30-40 menit. Singkat dan padat.

Sebagai penikmat kisah slice of life, aaaaaaa sudah pasti serial ini masuk kategori favorit saya. Setiap episodenya menceritakan karakter yang berbeda dengan perjalanan hidupnya masing-masing. Fulfilled, contented, happy, yet sad and sorrow. C’est la vie, my friend…

Modern Love Tokyo” merupakan cabang dari “Modern Love” (New York), yang diangkat dari weekly column-nya koran The New York Times.

“Modern Love (NY)”-nya sendiri dipenuhi bintang kelas atas, Anne Hathaway, Gary Carr, Kit Harrington, Dev Patel., ahh pokoknya banyak artis kelas A di sini. Saya sendiri belum selesai menontonnya, karena saya lebih suka dengan yang versi TOKYO. πŸ™‚

Mungkin karena secara konteks kulturan ketimuran masih bisa click dengan pandangan sebagian orang Indonesia yang meskipun gaya hidupnya sudah bebas, tapi ada unsur malu malu kucingnya gitu ehehehe. Tidak vulgar dan frontal.

***

Cerita cinta yang disuguhkan juga universal, tidak melulu romansa antara pria dan wanita muda.

***

Ada ekspresi afeksi antara seorang ibu pada bayinya. Sang ibu, Mari Takada, galau dan merasa bersalah kalau tidak memberikan ASI pada bayinya, jadi mau gak mau wajib hukumnya untuk memompa ASI dimanapun berada. Gak ada celah untuk susu formula apapun alasannya.

Well, Bu Mari, saya dulu juga seperti itu, pasti sedih kalau gak bisa ngasih ASI yang terbaik buat Boo. Kalau Mama dan Mama Mertua sudah interfere nambahin sufor untuk Boo dengan alasan “Uril, susu kamu cuman dikit keluarnya”, saya langsung ke kamar, dan mewek.

Episode ini sangat relatable dengan saya.

***

Kemudian ada Kana, yang baru saja berpisah dengan suaminya, dan ingin mencari jawaban faktual apa yang menyebabkan mereka berdua tidak bisa align lagi.

Tetapi, hhmm, metodenya unorthodox sekali Mba Kana ehehe. Kana menyebutnya dengan istilah “going to the gym” yang merupakan konotatif dari tidur dengan para suami orang. Setelah Kana selesai berhubungan seks dengan mereka, dia akan menanyakan A sampai Z kenapa mau affair, lalu apakah sang pria cinta istrinya, etc etc.

Jawabannya pun beragam. Ada yang gak bisa ‘bangun’ lagi dengan sang istri karena selalu menuntut uang uang dan uang. Ada juga yang karena penghasilan istrinya lebih besar.

Tidak menyangka, setiap pasutri punya masalahnya masing-masing, dan aksi-reaksinya pun juga surprisingly beragam.

***

Nah, yang ini adalah yang termanis dari yang manis. Riwayat mesra antara Natsuko dan Kosuke.

Mereka berdua sudah berusia 60an tahun, namun saya sengaja tidak menyebutnya dengan Kakek-kakek dan Nenek-nenek, karena nanti orientasinya terdengar seolah orang lanjut usia sudah tidak boleh bercinta. Jangan dong, mereka juga manusia yang membutuhkan life partner. πŸ™‚

Story Natsuko dan Kosuka membuat saya senyum-senyum sendiri dan ngakak wkwkwk. Jadi mereka bertemu lewat aplikasi semacam Tinder. Pertemuan pertama, mereka langsung nyambung dan suka. Ahh ikut seneng deh lihatnya ehehe.

Yang bikin ngakak adalah ketika Natsuko bercerita pada Kosuka bahwa 30 tahun yang lalu dia pernah blind date dengan seorang pria, yang dibilangnya sebagai kencan terburuknya sepanjang hidup.

Natsuko juga ngejek-ngejek sang pria tersebut dengan sangat blak-blakan. Ehh gak taunya, kencan terburuknya itu adalah si Kosuka itu sendiri. Ironis, sang kencan terburuk sekarang malah menjadi kencan terbaiknya.

Owalaahhh. Menangis bahagia lihatnya ahahaha. Kocak tapi heartwarming. πŸ™‚

***

***

Umm… apalagi ya? Selamat menonton saja deh. πŸ™‚

***

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: