Design a site like this with WordPress.com
Get started

When in YK

PROS

Sebagai perempuan yang berdarah 70 persen Jowo tulen aseli medhokk puuooollll notok jedhugg, Bu Sri merasa kota ini adalah the place where she should belong.

Jogja dominan dengan sentuhan Jawa, ornamennya, atmosphere-nya; tapi mengandung plot twist. Tidak ketinggalan zaman dan tetap catch-up dengan hal yang modern.

***

Jalan Malioboro yang merupakan mandatory untuk dikunjungi, sekarang jauh lebih tertata dibandingkan puluhan tahun yang lalu. Gak nyesel deh mampir sini.

Awalnya mau skip saja karena ‘gitu-gitu aja‘, tetapi Pak Udin memohon soalnya seumur-umur belum pernah menikmati keberadaan kawasan vintage ini.

Surprisingly, bagussss. Pak Udin mengklaim bahwa Malioboro jauh lebih bagus daripada Braga.

Ohya, sempat juga makan lontong sate ayam telur puyuh yang dijajakan oleh ibu-ibu di sepanjang area. Lumayan enak…, cuma agak khawatir, semoga dagingnya ayam beneran ya, ehehehe.

Opo eneh yo? Ohh, Pak Udin, Bu Sri, dan Boo went for a ride in a dhokar. 🙂

***

Alhamdulillah hotel pilihan Pak Udin yang namanya The Alana berada di daerah yang nge-hits, uhuuyyy. Banyak banget pilihan makanannya. Bahkan Boo bilang bahwa ayam goreng yang dipesan via GoFood, katanya “enak banget, Mam!”

Bukan hanya kedai makan yang kecil-kecil saja, tetapi cafe dan coffee shop yang asik-asik juga berderet. Aaaa tenchuuu saja ini kedoyanan Bu Sri.

Ada Epilog, Eskala, Tip Tap Toe, Kolona, dan lupa; tapi yang pasti tinggal pilih, semua terlihat oke.

Diantaranya baru 2 saja yang akhirnya disamperin: Eskala dan Tip Tap Toe. Zuzur, Bu Sri ke sini untuk beli suasana dan pengalaman.

Pesannya pun salad dan air kelapa muda doang. Sedangkan Pak Udin, sudah pasti minum yang ada alkoholnya. Tak apalah, namanya juga bapack-bapack. Sesekali ya boleh-boleh saja dong.

Tempat hits lainnya, insha Allah, kalau nanti maen ke YK lagi dijabanin. 🙂

***

Yang bikin kaget lagi adalah nemu Filosofi Kopi, yang jaraknya hanya sekitar 600 meter-an dari hotel (lihat di Google map). Kirain itu hanya di film-nya saja lho, tapi ada beneran. Pastinya wajib mampir kalau ini mah. Film “Filosofi Kopi” kan masuk daftar film Indonesia keren versi Bu Sri.

Sayangnya pas ke sana malam dan hujan, jadi gak bisa mengambil foto dan video dari depan dan luar.

Suasananya memang disengaja dilokasikan di tengah ndeso. Jalan perkampungan kecil yang masuk gang-nya pun lebih ke dalam.

Di situ, nyobain makan mie goreng Jawa dan tempe mendoan, dan cocok sekali untuk dikunyah saat hujan dan dingin.

Terlihat sekali Ibu pemasaknya passionate dalam menyajikan makanannya. Rasanya pun sesuai harapan, lezat dan sedhepp; tapi minyaknya terlalu banyak ehehehe, komoh-komoh gitu jadinya.

Well itu opini Bu Sri, siapa tahu memang oleh ibunya sengaja dibikin begitu karena banyak yang suka kalau mie-nya berlumuran minyak.

***

Candi Prambanan masuk itinerary utama, karena ingin tahu kemegahannya dan meresapi sejarahnya. Tak mengecewakan, tempatnya rapih, apik, bersih, dan indah sekali. Hiks pengen nangis saking terharunya.

Sampai-sampai Bu Sri gak mau difotoin oleh Pak Udin karena ingin fokus dengan relief-relief unik yang terukir di batu candi. Ada kisah Ramayana dan ada juga manusia ayam, hmmm merinding juga mengobservasinya.

Apakah ini dibuat oleh alien di masa ribuan tahun yang lalu?? Tapi itu artinya sama saja dong dengan underestimate kemampuan nenek moyang kita. Emboh lah.

Yahh tapi sekarang pas sudah di rumah, kok nyesel gak foto OOTD saat di Candi Prambanan…. 🥴

***

***

***

CONS

M.A.C.E.T. Duh sayang sekali, kotanya kurang teratur. Jalannya kurang lebar dan penduduknya membludak, kendaraan yang berlalu lalang juga banyak.

Tata kotanya juga kurang elok dilihat, semrawut. Lebih bagus Semarang ya kalau masalah jalan dan tata kotanya.

***

Letak kotanya jauh dari jalan tol. Dan untuk mencapai YK, dibutuhkan jarak 50 km, yang ndilalahnya jalanannya tuh jalan kecil area pemukiman. Tidak mungkin untuk ngebut di situ. Pak Udin cukup uring-uringan di sini. Beberapa kali keluar kata umpatan dari mulutnya alias misoh-misoh. Wkwkwk.

Sabar ya Papito, tapi worth-it kan Pap ehehehe.

***

***

***

CONCLUSION

Definitely will come back again! Wait for us, Yogyakarta!

Meskipun Bu Sri menilai bahwa Jogja adalah ‘tempatnya’, tetapi bukan berarti Bu Sri mau tinggal di sini. Cukup untuk destinasi wisata saja.

Tempat tinggal paling ideal untuk keluarga Indonesia, menurut Bu Sri, masih dipegang oleh domisili Bu Sri tinggal sekarang.

Hasta luego, Yogyakarta/ Jogja/ Djokja! 🙂

***

***

***

Advertisement

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

4 thoughts on “When in YK

    1. Ehehe saya baru tau kalau itu beda, Mas 😅. Terima kasih atas koreksinya ya Mas 😊🙏

      Desember kan banyak libur, Mas, ehehe. Cuss ke Jogja bersama yang tercinta 🥰

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: