Design a site like this with WordPress.com
Get started

Mrs. Sri feat. The Not-So Desperate Suburban Housewives (1)

Mrs. Cruwut: “Mba Sriiii. Nambah satu lagi, cewek. Masak cuman 1??”

Mrs. Sri: “Ehehe ya manusia berencana tapi itu kan semua pemberianNya, Mba.”

Mrs. Cruwut: “Iya, Mba Sri. Tapi harus sungguh-sungguh, harus serius!”

Mrs. Sri: “………….?? Gak mungkin gak serius Mba dalam hal beginian. Waktu itu udah dapet, tapi keguguran.”

Mrs. Cruwut: “Oh maaf Mba Sri. Ya nyoba lagi, ke SpOG. Promil.”

Mrs. Sri: “Waktu itu sesudahnya emang ke sana Mba.”

Mrs. Cruwut: “Sekarang?”

Mrs. Sri: “Sudah endak sih Mba, karena nasehat dan pesan dokter juga gak ada yang extraordinary.”

Mrs. Cruwut: “Harus diterusin Mba. Kalau mandeg, gak ada motivasi.”

Mrs. Sri: “Tapi sekarang saya sudah gak ngarep lagi Mba. Udah usia.”

Mrs. Cruwut: “Kasihan si bocah, Mba. Sepi dong di rumah.”

Mrs. Sri: “Endak Mba, sudah terbiasa dia. Sepupunya juga banyaak. Masih kecil-kecil juga. Sudah dianggep adik banget sama bocahku.”

Mrs. Cruwut: “Tapi kan gak ada yang di rumah. Beda lho Mba sepupu dan adik kandung sendiri.”

Mrs. Sri: “……….”

Mrs. Cruwut: “Pas tuh Mba, 2 anak, lengkap, cewek cowok. Atau emang udah males? Udah keenakan? Takut ngerusak body? Kayaknya iya deh, takut gak punya body K-pop lagi. Ya kan Mba?!”

Mrs. Sri: “…………….”

Mrs. Sri: “Bentar lagi saya sudah mau memasuki the big 4.0, Mba. Meskipun saya sudah jaga makanan dan punya habit menyehatkan, belom tentu saya kuat fisik. Ada kemungkinan saya bisa kena masalah gestasional, problem tulang dan gigi, belom lagi si bayi bisa terkena kondisi genetik yang tidak diharapkan. Resiko keguguran juga makin besar, Mba. Saya sudah pernah ngalami, dan healing-nya lama Mba, berbulan-bulan. Saya gak mau itu terulang lagi. Trauma. Saya gak mau berharap lagi. Sudah lah satu aja. Saya dan suami juga sudah diskusi, kami gak ngutamain kuantitas melainkan kualitas. Source yang kami punya, insha Allah kami alihkan ke anak-anak yang tidak beruntung. Ohh, tambahan lagi, kalau saya sakit dan kenapa-napa, saya gak bisa optimal dalam memanfaatkan my borrowed time di dunia ini. Saya bisa jadi istri, ibu, tetangga, teman, anak, menantu, kakak, ipar, dan… ya intinya jadi manusia yang bisa kontribusi. Saya gak mau malah ngrepotin orang lain dan jadi beban. Nuff said ya Mba.”

Mrs. Cruwut: “Oooooooooooo.”

***

Yang mengherankan adalah…. napa pula Mrs. Sri ladeni ya pertanyaan dan pernyataan yang dilemparkan oleh suburban housewife ini. Enggggggg..

There are questions that aren’t meant to be replied nor answered. There are things that need to stay hidden in a sealed box. There are stufss called privacy.

Before asking someone else about your curiousity towards that person, think first, whether it’s impolite, inappropriate, or not.

***

Ehh lupa njawab ke Mrs. Cruwut, kalaupun ane kagak mau hamil lagi biar body tetep kayak body-nya personal K-pop, so what????

***

***

Advertisement

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

2 thoughts on “Mrs. Sri feat. The Not-So Desperate Suburban Housewives (1)

  1. Aaaaa, malu saya dikasih jempol terus sama Mas. Terima kasih ya Mas. 🙂
    Sebenarnya kepo sih wajat, tapi kalau sudah sampai maksain solusinya, tanpa ditanya, duh sudah malampaui batas tuh ehehe. Gigi taring memanjang semua. Ehehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: