Zodiak Maret 2022, Ramalan Bintang Madam Soothsayer

Wuidiiii waktu rasanya cepat berlalu ya! Perasaan baru kemaren merayakan tahun baru 2022 sambil niupin terompet, ehh sekarang sudah bulan Maret saja.

Dan, ohhh ohhh, dan,… Madam Soothsayer merasakan cenat-cenut di kepala dengan peristiwa penting akhir-akhir ini. 😦

Minyak goreng langka; tempe sempat kosong beberapa hari gara-gara para bapak penjualnya pan lagi demo, lapak daging pun di pasar juga sempat tutup karena lagi-lagi para bapak penjualnya konon juga sedang demo. 😦

Tentu saja Madam Soothsayer tahu diri, untuk beli minyak goreng yang sesuai literasi pendapatan. Gak tegalah nyerobot minyak goreng hak orang lain yang pendapatannya kecil.

Ditambah lagi, berita perang antara Rusia dan Ukraine yang cukup bikin puyeng pala barbie. Gimana tuh kalau sampai terjadi WW3???

Apapun itu, selalu memohon padaNya. Ya Allah, berikanlah kami perlindunganMu.

Ahh sudah ahh, vibes-nya syedich ya hiks hiks hiks.

Yang pasti dan yang paling penting, WAJIB untuk SEMANGAT dan OPTIMIS! Meskipun bumi dan seluruh galaksi di universe akan kiamat.

Kita harus melihat ke depan dan tetap jalan terooosss, kecuali kalau sudah capek ngos-ngosan ya duduk. Waktunya tidur juga setop dulu atuh jalannya.

Sekarang kita seru-seruan saja yok! Pasti sudah gak sabar kan ingin membaca ramalan bintang di bulan Maret versi Madam Soothsayer yang tenang, cermat, gak gampang marah (karena atut keyiput), supagenit, dan selalu ceriah ini. 😀

Ohya sebelum memulai, tak bosyeen-bosyeennya Madam Soothsayer mengingatkan para pembaca bahwa:

PERCAYA, JANGAN.

TAK PERCAYA, TAK APA.

Madam Soothsayer

Okeh, let’s begin! Tuk wak gak paaaat!


HOROSKOP MARET 2022

(Dibuat dengan CANVA)

AQUARIUS (20 Januari – 18 Februari)

Tenaang, jangan keburu marah Mah kalau disalip mobil atau motor di jalan. Positive thinking saja, mungkin orangnya sudah kebelet mau ke toilet, atau sedang dalam keadaan bahaya kayak yang di pelem-pelem gitu lho Mah. Sedang dikejar penjahat, kan kesian Mah. Daripada marah dan kesal, yang rawan bikin keriput, mending senyum dan doain aja yah


PISCES (19 Februari – 20 Maret)

Mah, siap-siap menerima kezutan dari orang-orang tercinta ya, karena bulan ini adalah bulan Mamah. Ada yang ultah niy yeee!

Kezutannya antara dikasi hadiah atau ditodong buat traktiran. Ah tapi tenang saja Mah, sekarang kan masih KOPIT. Era kopit omicron ada berkahnya juga ya Mah, bisa mengirit dan gak perlu nraktirin temen-temen. 😀


ARIES (21 Maret – 19 April)

Boleh nih Mah, menghadiahi diri dengan paket healing di hari ulang tahun Mamah. Healing ummm healing ummm healing… Madam Soothsayer hanya melihat satu hal yang bisa memberi Mamah healing, yaitu $$$$.

Ehehehe endak atuhlah Mah, di dunia ini bukan hanya DHUWIT yang bikin mental health waras. Ada liburan ke Nusa Penida, ada staycation di hotel Padma Bandung, ada sepeda Cervelo buat keliling kompleks, ada… ahh buanyaak.

Uppss, itu semua pake dhuwit ya. Ummmmmmmm…*garuk-garuk pala


TAURUS (20 April – 20 Mei)

45 menit?? Hahh? Kelamaan atuh Mah, badan apa gak pada capek bin pegel tuh.

5 menit?? Wadawww, kurang lama lah!

20 menit? Nah ini nih baru PAS! Nambah 10 menit, boleh juga, lebih maknyuss. Puasss!


GEMINI (21 Mei – 21 Juni)

Senangnya bukan maen saat Bapak Sayur membawa tempe lagi. Madam Soothsayer juga sampai menyanyikan lagunya NAFF yang judulnya “Akhirnya Ku Menemukanmu” saking bahagianya. Makanya Mah, mulai sekarang, don’t take TEMPE for granted!


CANCER (22 Juni – 22 Juli)

Inilah momen yang tepat Mah! Momen yang tepat buat gak keseringan makan gorengan. Mumpung minyak sedang langka. Yok Mah, beralih ke rebus-rebusan. Lebih sehat juga. Tapi ingat, bukan indomie rebus juga kali Mah!


LEO (23 Juli – 22 Agustus)

“FRIENDS” memang tak ada matinya ya Mah. Sudah ngulang ke berapa kali Mah nontonnya?

Ohya, sepenglihatan Madam Soothsayer di awang-awang; sebaiknya dorong adik Mamah untuk menikah di era pandemi saja Mah, bisa hemat banyak duit euy. Nayamul. 🙂


VIRGO (23 Agustus – 22 September)

Produktif sekali Mah hari-hari Mamah, bikin video instagram reels setiap saat. Wow, salut!

Tapi inget ya Mah, jangan hanya gara-gara ‘demi content‘, bela-belain nongkrong di kafe nge-hits yang pengunjungnya membludak. Sabar Mah, sabaaar. Coba berpikir out of the box, bikin rumah sendiri terlihat instagrammable. Beres dah!


LIBRA (23 September – 23 Oktober)

Ya ampuun Mah, nyebuut Mah. Kalau lagi ‘asik-asik’ sama Pak Suami, jangan lupa dikunci atuh kamarnya. Bbaahhaayyaa nih kalau anak-anak ngintip. *ngelap kringet di jidat

Soalnya menurut penerawangan Madam Soothayer, kalau malam mereka suka bangun buat pipis lho Mah. Hati-hati atuh.


SCORPIO (24 Oktober – 21 November)

Sering melihat IG reels yang kontennya ibu-ibu memvideoin diri sedang menyetir mobil mewahnya?? Wuuahh, cupp cupp jangan insekyur Mah, ubah energi negatif itu menjadi positif.

Jadikan itu motivasi buat Mamah untuk memaksa Pak Suami beliin doa dan usaha. Memang penting Mah buat nemuin hobby yang bisa menghasilkan uang.

Tapi please jangan kepikiran buat jadi webcam performer kayak yang sempat viral itu lho, yang namanya belakangnya ada ..eeeeee-nya. Easy money tuh tapi… hhmmppffhh *menghela nafas panjang


SAGITARIUS (22 November – 21 Desember)

Artis A jajan gorengan seharga 200 ribu per biji.

Artis X membeli tas seharga 15 juta.

Artis Z perawatan di klinik kecantikan yang biayanya 8 juta sekali datang.

Artis C kerudungnya bermerek Luwi Vitong yang harganya ratusan juta.

Selebgram B ngilangin bisul di Pantai Selatan.

Sudah, sudah, sudah cukup Mah. For the sake of your mental health, tidak usah scroll-scroll IG terus. Coba dicek tuh Mah, gosong gak tempenya di dapur??

Yakinlah Mah, meskipun barang-barang kepunyaan Mamah angka nol-nya ngglundhong semua, Mamah tetap bisa bahagia, semua tergantung dari Mamah. Karena kebahagiaan itu tidak melulu dari materi. Eaaaa. Dari hati juga, Mah.


CAPRICORN (22 Desember – 19 Januari)

Suami melarang Mamah memotong rambut ala Demi Moore jadul?? Duhh… hhmmm gimana ya Mah. Madam Soothsayer hanya bisa prihatin. 😦

Yang sabar ya Mah, mungkin beli scrunchie (kunciran) yang lucu-lucu saja Mah buat dikuncir rambutnya. Bisa menolong biar kagak gerah kesumukan. Sama kok rasanya dengan semriwingnya berambut cepak. Kebetulan di Zalora sedang banyak diskon gede ikat rambut nih Mah! Cusss gaskeun!


Miscellaneous Tips

1. TIPS KULIT KINCLONG

Apapun brand-nya, meskipun bukan merek high-end atau hanyalah berupa produk Indomaret; kulit bersih kinclong SANGAT MUNGKIN BISA DIRAIH.

RAJIN dan KONSISTEN adalah KOENTJI.

Segera setelah mandi, dalam keadaan agak basah abis andukan; langsung oles body lotion ke seluruh tubuh sambil sedikit dipijat. Ya, Bestie, WAJIB ada body lotion di dalam kamar mandi.

Tiap malam sebelum tidur, sengantuk apapun; JANGAN malas cuci muka! Apalagi kalau seharian mek-ap-an, WAJIB hukumnya double cleansing.

Tak lupa, kalau maen HP, jangan sambil nunduk untuk menghindari double chin, melainkan diangkat sejajar dengan saat kepala tegak ya, Bestie.

Seperti kisah Enjelita, seorang pegawai counter daleman high-end di emol PS. Enjelita seringkali dikira sebagai putri semata wayangnya selebgram ‘emplok-emplok awor‘ yang baru oplas hidung. Selain karena dari sononya, Enjelita sudah diberkahi wajah yang ketiplek dengan anak sang selebgram tersebut, bahkan bisa disebut sebagai doppelganger-nya saking miripnya; juga karena tidak pernah skip ritual oles-oles-oles meskipun dana terbatas.

Kok tetiba jadi teringat telenovela jadul “La Picara Sonadora” ya Bestie. Cerita seorang pelayan emol yang pesonanya kayak selebbb sampai-sampai dilirik anak sang pemilik emol-nya.


2. TIPS ANTI DIBOHONGI (1)

Setelah mengetahui cerita anak karya Aesop (seorang budak yang juga storyteller yang hidup di tahun 500an SM) yang berjudul “The Boy Who Cried Wolf”; kita jadi makin aware dan tidak lengah, Bestie!

Cerita ini mengisahkan seorang anak yang sering ngerjain warga yang sedang enak-enaknya tidur, dengan teriak-teriak bahwa ada kawanan srigala yang akan memangsa domba di pedesaan. Otomatis, mereka langsung sigap dan bangun. Setelah dicek, tidak ada satupun tanda-tanda ‘srigala was here‘.

Keesokan harinya di malam yang sama, si bocil ngeselin ini melakukan aksinya yang sama. Lagi-lagi para penduduk segera sigap dan bangun. Dan, lagi-lagi, tetap tidak ada tanda-tanda srigala mampir.

Pada malam ketiga, si bocil nggemesyin ini teriak-teriak lagi. Reaksi penduduk tetap sama, dan akhirnya mereka menyadari bahwa si bocil ini hanyalah prankster. Para warga kembali tidur setelah puas ngomel-ngomelin si bocil tentunya.

Namun saat malam keempat, si bocil terkejut dan ketakutan karena betul-betul melihat ada kawanan srigala yang akan menyantap kumpulan domba milik warga. Ahh sayangnya, titel PEMBOHONG sudah melekat pada dirinya; jadi saat dia JUJUR (teriak-teriak minta tolong), nobody cared.

Dan ternyata oh ternyata, Bestie, ulah anak ini ditiru oleh Ashraf Marwan, seorang mata-mata Israel. Beliau berhasil mendamaikan Israel dan Mesir di tahun 1967 dengan metode “The Boy Who Cried Wolf”. Kalau ingin tahu lengkapnya, cuss tonton “The Angel” di Netflix, Bestie!


Hal ini juga dipahami oleh seorang Ibu Rumah Tangga yang crime-savvy.

Ialah Bu Ningsih, yang tidak mempan dibohongi oleh ART-nya, Barbara. Berkat kegemarannya menonton film-film di Netflix, beliau paham betul lika-liku fisik dan psikologi bagaimana seseorang melakukan kejahatan. Hal ini jugalah yang membuatnya berhasil menggagalkan aksi Barbara dan pacarnya yang mau mencuri seperangkat skincare LaMer yang disimpan di kamar khusus bersoleknya.

Selama tiga malam berturut-turut Barbara mengganggu tidur sang majikan, dengan menggedor-gedor pintu kamarnya dan bilang bahwa ada suara babalatak kayak ada orang masuk di kamar bersolek. Namun ketiga kali pulalah, Bu Ningsih tidak menemukan ada jejak orang masuk.

Di malam keempat, Barbara kembali membangunkan majikannya; dengan harapan sang majikan akan cuek dan tidak percaya lagi dengan omongannya. Dan saat Bu Ningsih tidak menghiraukannya dan kembali tidur lelap; itulah waktu yang tepat untuk menyelundupkan pacarnya yang jago membuka kunci lemari.

Tetapi dugaan Barbara meleset, Bestie! Di malam keempat, Bu Ningsih tetap bangun dan membuat rencana dia dan sang pacar gagal total!

Owalah Barbara, kalo cumak pengen LaMer punya Ibu, tinggal bilang doang napa. Kagak perlu pake repot-repot boongin Ibu begini!

Nih 1 set LaMer buat ujung kepala sampai ujung jempol kaki kamu. Tapi INGAT! Jangan diulangi lagi ya!

Dan, jangan sekali-kali berbohong lagi sama Ibu! Kamu tahu kan, di gudang, Ibu punya perlengkapan komplet yang seperti di film “SAW”. Jangan macem-macem ya Barbara!”

Bu Ningsih, Majikan Barbara

3. TIPS ANTI DIBOHONGI (2)

Sudah gak jaman dah pembohong: megang-megang idung, ogah lihat mata, gak bisa duduk tenang, ngeles dan menjawab pertanyaan dengan gu gu ga ga gelagapan.

Sekarang tuh eranya Simon Leviev (“The Tinder Swindler”) dan Anna Delvey (“Inventing Anna”), Bestie!

Kedua penipu ulung tersebut: tenang; percaya diri; selalu melihat mata lawan bicara selama ngobrol; menjawab pertanyaan dengan detail, panjang lebar, meyakinkan, dan flawless; serta tampak cerdas. Sampai-sampai PESONANYA mampu mendistraksi lawan bicara untuk langsung percaya begitu saja dan tidak mengorek dengan detail.

Jadi misalkan suatu saat Bestie sedang mencari pegawai, jangan langsung terbuai dan terkesima dengan kata “OXFORD UNIVERSITY” di CV-nya. Tetap crosscheck dengan sangat teliti ya, Bestie! Jangan terkecoh dengan tampilan luar.


4. TIPS ANTI MALU MALU CLUB

Semua orang pasti pernah berada di situasi yang memalukan. Dirimu juga kan, Bestie? Hhmm gimana ya cara menghadapinya? Kalau menurut Carrie Bradshaw sih TERTAWA saja, jangan tegang.

Instantly, orang-orang yang lihat bakal gak jadi ingin mempermalukan, dan malah berbalik melihat kita sebagai orang yang cool abezz.

(Dibuat dengan CANVA)

Seperti kisah Bu Sri yang hari itu sudah pingin banget beli Kopi Tuku, yang untuk menuju kedainya harus melalui tangga dulu. Pelan-pelan dia menaiki tangga karena kebetulan abis dari kondangan yang mengharuskannya pake sandal tinggi. Sampai di separo tangga, terlihat ada beberapa pengunjung yang sedang menikmati kopinya di kursi yang disediakan.

Mungkin bunyi hak sandal yang thok thok thok membuat mereka menengok ke arah Bu Sri secara bersamaan.

Ouchh sayangnya, di saat yang bersamaan, sandal kanannya kelempar ke bawah. Sampe bunyi ‘klothak’. Hhhmmm.

Tetapi Bu Sri tetap tenang dan teringat nasehat Carrie Bradshaw, “TERTAWALAH!”

Dan ya, Bu Sri tertawa-tawa sendiri sambil turun lagi buat ambil sandalnya yang terlempar; serta memutuskan untuk segera kembali ke mobil dan tidak jadi beli Kopi Tuku.


5. TIPS TANTE COOL DAN AWESOME

Ketika ada acara kumpul keluarga besar Pak Suami (atau keluarga dari pihak Bestie sendiri), inilah saatnya untuk berlatih menjadi seorang Tante atau Bude atau Uwa yang cool dan awesome bagi para keponakan tersayang, Bestie!

Gimana tuh?

Dengan memegang teguh kalimat berawalan “TIDAK” berikut:

  1. TIDAK mengomentari bentuk tubuh
  2. TIDAK mencela gaya berdandannya
  3. TIDAK mencibir pilihan berpakaiannya
  4. TIDAK menanyakan beragam “KAPAN”, seperti: KAPAN lulus; KAPAN nikah; KAPAN punya anak; KAPAN nambah anak; dan KAPAN lainnya
  5. TIDAK lupa ngasih angpauw (fix makin disayang keponakan dan menyandang gelar TANTE favorit!)

6. TIPS PASUTRI HOT LANGGENG

Tips agar rumah tangga senantiasa damai dan penuh cinta adalah…….. tidak lain dan tidak bukan……… KOMUNIKASI.

Cliche memang. Tetapi percayalah, KOMUNIKASI adalah hal PENTING dalam berumah tangga, Bestie.

Melihat begitu banyaknya kasus infidelity dan menyepelekan pentingnya ngobrol, saya jadi ingin menuliskannya.

Kalau dirasa kurang lama atau mau style tertentu; speak up saja, tak perlu malu-malu, Bestie. Pak Suami bukan mbah dukun yang bisa baca pikiran. Malah seneng kalau istrinya bisa terbuka. 🙂


Semoga tips singkat yang saya tuliskan dalam rangka event ‘Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog‘ ini bisa memberi manfaat buat Mamahs —eh Besties– semua ya. 🙂


Tentang Staycation yang Banyak “Ternyata Jrengg Jrenggg”-nya

Long weekend memang selalu menggoda.

Menggoda Pak Suami maksudnya.

Menggodanya untuk mengajak istri tercintanya yang menggemashhh-mashh-masshh-kan dan putra semata wayangnya yang ngguantheng-theng-theng untuk bepergian.

Untuk saya pribadi, long weekend atau kagak, gak ada bedanya euy. Kayak yang sami aji gitu. Ehehe, perks of being Ibu Rumah Tangga yang di rumah terus sepertinya.

Jadinya kaget saja, saat hari Jumat abis gajian kemarin Pak Suami tetiba bilang dengan pancaran mata memohon,

“Mam, yok ke Bogor yok!

Ngotel ya Mam, ngotel ya!”

Duh kasihan juga beliau ehehe. Sudah lamaaa banget gak staycation sejak pandemi hadir 2 tahun lalu. Padahal itu adalah salah satu kegiatan yang disukainya.


Yok, Cuss Lah!

Akhirnya, saya IYAkan, dengan pertimbangan:

  1. Kami sekeluarga insha Allah adalah kumpulan manusia yang taat aturan, taat prokes, dan tidak seenaknya merugikan orang lain. Masker selalu ON; jaga jarak selalu kami perhatikan; aturan public place seperti pembatasan tempat kami taati; serta tidak membuang masker bekas kami di sembarang tempat, malah seringnya kami bawa pulang dan kami buang di tempat sampah medis khusus kami. Reciprocal deed itu PENTING lho, jangan harap ketika kita seenaknya berperilaku terhadap lingkungan dan manusia lain, kita bisa hidup dengan aman dan nyaman.
  2. Ahh, ini kan sedang banyak kasus Omicron, dan di Bogor sedang PPKM level 3, haqqul yaqqin sepiii nih! Oke deh cusss ngotel gakpapa lah!
  3. Pak Suami bilang beliau kangen ingin menjelajah area masa kecilnya saat tinggal di Bogor. Duh melihat wajahnya ketika sedang menceritakan bagaimana kehidupan beliau saat kedua orangtuanya berjualan warteg dan suka dukanya, saya merasa trenyuh. Pasti merindu lah. I put myself in his shoes.

Alhamdulillah MESTAKUNG! Semesta mendukung! Hotelnya AVAILABLE di website Agoda!


Hotel ‘Yang Tak Boleh Disebut Namanya’ Here We Comeee!

Pak Suami sudah mengincar hotel yang ada di Jalan Suryakencana, yang merupakan area toko-toko jadul. Setiap melewati jalanan tersebut, mengingatkan saya dengan area Jalan Dhoho di kampung halaman saya. Toko-tokonya persis banget! Desain arsitekturnya juga masih kuno seperti jaman saya kecil. Enaaak banget pokoknya ‘menghidupkan’ memori masa kecil.

Keesokan harinya, Sabtu siang kami meluncur dan sampai tujuan pada jam 4 sore. Perjalanan yang cukup lama dan melelahkan, lebih dari 3 jam! Lebih lama dari biasanya karena kami tidak lewat jalan tol dan harus muter ke area Pamulang, Gunung Sindur, Cibinong, dan seterusnya; demi menghindari penyetopan plat mobil ganjil genap.

“Sungguh berliku-liku untuk mencapai hotel ini; hhmm semoga ada hal baik di balik ini…,” pikir saya.


“Ternyata Jrengg Jrengg” Dimulai

Begitu memasuki halaman hotel, ternyata jrengg jrengg kok mobil yang parkir membludak. Hhmm. *mulai sebal

Bapak pegawai hotel menyambut kami dan bilang, “Silahkan Bapak turun di sini, nanti mobil akan kami parkirkan..”

Hhhhmmm *sebal mulai meningkat karena berhenti di depan tanpa persiapan nyisir-nyisir dulu itu gimanaa gitu rasanya, kirain teh bisa parkir dulu, jadi bisa dandan dikit. Eitts tapi walaupun sebal, dilarang cembeyuutt, awas keriput! Wkwkwkwk.

Akhirnya kami bertiga turun dari mobil dengan membawa barang bentheotan. Apalagi saya, paling banyak barang yang dibawa. *tepok jidat suka heran dengan diri sendiri kenapa saya tidak bisa meninggalkan barang-barang spesifik tersebut di rumah

Lalu, segera mungkin kami menuju lobby untuk check-in, pengen cepet-cepet mandi dan lari di treadmill yang disediakan gym hotel. Kegiatan yang SELALU saya lakukan setiap staycation: fitness dong!

Ternyata jrenggg jrengg jrengggg, lobby-nya penuh banget dengan manusia! Pada ngantri mau check-in! *sebal semakin makin, errgghhh, kirain orang-orang teh gak kepikiran buat ngotel karena kasus Omicron kan masih tinggi. Dugaan saya meleset! Hhmmm. Tenang, tenang, sebal boleh, tapi jangan merengut. Awas keriput! Wkwkwkwk

Ngantrinya lama, tempatnya kecil, orangnya buanyaak. Ya Rabb…. Dalam hati mendoa padaNya semoga kami aman dan sehat walafiat.


Setengah Jam Kemudian…..

Alhamdulillah, check-in sudah dilalui! Tapi, eitss, tunggu dulu, saya belum boleh tersenyum, karena lift-nya ternyata jrengg jrengg ANTRIIIIII!!! Lift-nya cuma 2 dan hanya muat buat 4 orang. Ya Rabb….

Kekesalan (tanpa cembeyuut bin merengut) meningkat lagi ketika Mas pegawai hotelnya mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam lift padahal di dalam sudah ada 4 orang. Oh God, Mas, aduh piye to, kok endak prokes begitu, dempet-dempetan di dalam lift sekecil itu sama saja dengan resiko tinggi kena virus atuh.. *tepok jidat.

Tentu kami MENOLAK, sabar menunggu sampai lift ada yang kosong.

Alhamdulillah giliran kami pun tiba. Saat mau menutup pintu lift, ada seorang Ibu dengan putrinya yang minta masuk bareng, Pak Suami bilang ke beliau,

“Maaf Bu, sudah penuh..”

dan Ibu tersebut diam saja tanpa menjawab serta langsung masuk ke lift bersama kami. Wkwkwkwk. Yoweslah mungkin beliau memang tidak kedengeran ketika Pak Suami ngomong, atau mungkin karena sudah kecapekan. Lagi-lagi saya mendoa, bismillah, semoga aman dan sehat ya Rabb…


Hello Kamar No 3027

Tadaaaa jam 5 kami sudah menempati kamar kami! Alhamdulillah. Ternyata jrengg jrengg lagi-lagi ada sesuatu yang tidak diharapkan wkwkwkwk. Kami lupa kalau si Boo sudah gede, badannya sudah lebih tinggi dan surely lebih gedhem dari Mamahnya yang petite ini.

Tidak mungkin untuk kami bertiga tidur sekasur. Terakhir kami staycation tuh pas sebelum pandemi, badan Boo masiy kecil, masiy bisa bobo bareng bertiga. Lha sekarang, jelas sudah beda! Kami kok ya lupa memperhitungkan masalah ini. Ya Rabb…

Solusinya adalah Pak Suami memilih untuk tidur di lantai dengan alas bed cover dan jaketnya. Wkwkwk. Kasihan, tapi beliau keukeuh mau kok. Ya sudah.

Masalah satu terselesaikan, masalah berikutnya muncul. Ternyata jrengg jrengg saya lupa tidak membawa kain-kain buat alas! Aaaaaaa. Aduh kepriben sih! Barang WAJIB buat saya itu! Betul-betul banyak yang lupa. Ya sudah akhirnya saya bobonya sambil memakai mukena saja. Solved dah!

Ohya ternyata jrengg jrengg (lagi), kamarnya kurang memuaskan:

  1. Begitu masuk kamar, tercium aroma kurang sedap, seperti bau kamar kosan cowok yang jarang mandi, ehehehe
  2. Ada sedikit noda aneh di sprei, aduh itu bekas apa ya, coklat coklat kuning wkwkwk
  3. Lantai kamar mandinya agak ngejeglong (apa ya Bahasa Indonesianya, embuh), yang mengakibatkan air tergenang

Tapi ya sudahlah, tetap alhamdulillah ada tempat buat istirahat dan tidur. Selalu bersyukur. 🙂


Itinerary Sore dan Malam Hari

Setelah unpacking, saya segera ngabur ke gym. Alhamdulillah tempatnya lumayan decent, dan yang TERPENTING, pengunjungnya hanya saya saja! Serasa private dah ehehe. Saya ‘bermain’ di sana sampai jam setengah 7. Ahh seger bugerrrr, kekesalan serasa terganti. Alhamdulillah.

Selanjutnya, begitu sampai di kamar, saya langsung mandi byarr byurrr karena Pak Suami mau mengajak muter-muterin Jalan Suryakencana. Ahh seru banget nih, sudah gak sabar mengelilingi jalanan jadul itu dan cari makan khas Bogor yang sedhep sedhep. Hhmm nyummm.

Acara muter-muter pun usai dan memuaskan. Kami pun memilih makan di salah satu kedai yang ada di deretan toko. Hhmm toge goreng tampaknya sedhep nih. Ternyata jrengg jrengg sudah abezzz.

Saking laparnya, Pak Suami mengajak kami nyari makan di tempat yang agak jauhan. Secepatnya beliau mengambil mobilnya, dan ternyata jrengg jrengg howalaah jalanannya muaceet dan di mana-mana ruame, tempat makan yang oke-oke penuh semua. Ya Rabb…

Pak Suami kasihan nih, kalau sudah lapar, jadi sedikit ‘mengerikan’ wkwkwk..

Kemudian, Pak Suami memutuskan untuk kembali ke hotel saja dan makan saja di restoran hotel. Sudah lapeerrr cin, jadi meskipun menu hotel gak ada menu khas daerah dan mihiill, dijabanin saja lah.

Jam 8 malam kami sampai hotel lagi dan segera menuju ke restorannya. Wadawwww yasaalaaam, tempatnya sih gak penuh ya, tapi ternyata jrengg jrengg pesanan kami baru datang hampir 1 jam kemudian! Ya ampun! Kebayang bagaimana ‘tantrumnya’ Pak Suami dan Boo. Kalau saya? Jangan ditanya lah, kalau sudah malam mah jarang makan, jadi ya santuyy saja kalau ga ada makanan.

Hhmm sepertinya hotel ini gak bisa me-manage long weekend yang pengunjungnya membludak”

batin Uril

Pas membayar di kasirnya saja, lamaanya ampun. Bayar doang padahal.


Ehh tapi alhamdulillah, di restoran hotel tersebut, ada live music-nya. Saya terhibur dengan lagu-lagu yang mereka bawakan, sampai-sampai hanya saya saja yang tepuk tangan setiap kali mereka selesai membawakan masing-masing lagu ehehehe.

Pengunjung yang lain pada tenggelam dengan HP, pun dengan Pak Suami dan Boo. Bahkan mereka berdua, saking fokusnya sama HP, sampai kagak nyadar saat Mas vocalist menghampiri saya dan mempersilahkan saya request lagu untuk dimainkan mereka. *tepok jidat

“Mau lagunya Ten2Five dong, Mas. Apa saja deh Mas judulnya, bebas.”

jawab saya

Btw makasiiiy ya Mas-mas pemusik. Sungguh menghibur. Keren. *jempol empat


Jalan Pagi Down Memory Lane

Minggu pagi kami bertiga tanpa mandi dulu bersiap untuk jalan kaki mencari sarapan dan menuju area di mana Pak Suami menjalani kehidupannya saat masih SD hingga SMP.

Kami sarapan di deretan kedai yang dekat hotel saja. Saya memesan toge goreng, Pak Suami juga, sedangkan Boo memilih nasi soto daging. Hhmmm ternyata jrengg jrengg, sendok garpunya terasa pliket yang kalau saya analisis, karena hanya di-elap saja meureun tanpa dicuci dengan proper ehehehe, tapi ya sudahlah. Saya mengucap alhamdulillah, ini adalah makanan yang tersaji, tidak mungkin saya buang. Dan, bismillah, semoga hanya benefits-nya saja yang masuk ke dalam tubuh kami, kalau ada bakteri yang merugikan, sudah diatasi dengan baik oleh sistem imunitas kami.

Wah hari Minggu jalanan tersebut sudah ramai pengunjung. Ada yang jalan kaki, jogging; ada yang memakai kostum olahraga, baju biasa; ada yang sendirian, sekeluarga; ada juga para anak muda yang berfoto dengan segala gaya; lengkap dan ramai. Orang-orang sudah pada ‘bodo amat’ dengan Kopit. :p

Memang jalan ini tuh merupakan destinasi wisata juga, banyak menarik pengunjung. Tak dipungkiri, suasananya asik, terutama yang suka dengan yang jadul-jadul, pasti demen. Ohya, ini tuh mirip-mirip di Braga kalau di Bandung. Kuno-kuno menarik gitu.


Selesai sarapan, kami mengikuti langkah Pak Suami menuju arah rumah jaman dulunya, yang kebetulan tidak terlalu jauh. Daerah Empang namanya. Sepanjang perjalanan, setiap melewati suatu tempat atau jalanan tertentu, Pak Suami flashback memorinya dengan bercerita apa yang terjadi dengan dirinya kala itu. Kami pun sempat mampir di warteg tempat mertua pernah berjualan. Sekarang wartegnya sudah menjadi milik orang lain. Juga melalui sekolahan Pak Suami: SD Negeri Empang dan SMP Negeri 1. Tak lupa juga melewati pasar tempat Mamah Mertua dulu selalu belanja untuk keperluan berjualannya.

(Dibuat dengan CANVA)

Mengamati mata Pak Suami yang berbinar ketika mengenang masa lalunya, membuat saya terharu, dan seketika lupa dengan banyaknya “ternyata jrengg jrengg” yang kami lalui.

Tak terasa kami berjalan kaki mengelilingi kota Bogor selama hampir 2 jam. Sesampainya di hotel, kami segera mandi dan beres-beres, bersiap untuk check-out.

Staycation ini pastilah berkesan buat Pak Suami. Alhamdulillah. Saya dan Boo pun ikut merasa senang dan content dengan kepuasan yang Pak Suami alami. Alhamdulillah. 🙂


Secuil Peristiwa Langka

Ohya ada kejadian unik ketika kami sedang berjalan melalui gang-gang kecil. Kami menemukan warung nasi yang namanya sama seperti saya, wkwkwkwk.

WARUNG NASI IBU H. URIL

Aduh saya kaget, saya kira nama URIL itu langka, saya belum pernah menemui orang yang bernama sama dengan saya, ehehehe.

Tersenyum kaget, takjub, sekaligus meringis mengetahui ada manusia yang bernama sama dengan saya. Ehehehe. (Dibuat dengan CANVA)

Kenalan dengan Para Istri di “Fishbowl Wives”

Saat sedang milihmilih pingin nonton film apa di Netflix, saya loncat-loncat kegirangan (lebay detected) melihat thumbnail “Fishbowl Wives”, karena ada kata ‘wives’-nya yang relatable dengan profesi saya sebagai seorang istri dan ada foto aktris yang 2 doramanya saya demen.

Nama aktris tersebut adalah Ryoko Shinohara, yang masih tampak kinyis-kinyis banget di usianya yang hampir 50 tahun. Ternganga saya dibuatnya. Apa sih perawatannya??? Hhhmm mahal kali ya.

Dua series-nya yang saya tonton, judulnya “Otona Joshi” dan “Last Cinderella”. Kedua dorama ini type yang ringan sih, komedi romantis unyu dan ohh so sweet tentang love dan friendship.

Di “Otona Joshi”, Ryoko Shinohara berperan sebagai Aki Nakahara, perempuan 42 tahun yang saking sibuknya berkarir belum punya pacar, meskipun sudah pingiiin banget. Namun yang saya sukai adalah relationship dia dengan ketiga sahabatnya. Seneng deh ‘nguping’ isi pembicaraan para wanita 40 tahun-an ini ihihihiiy. Saya juga dapat ilmu lengan kenceng tanpa angkat beban dari obrolan mereka. Satu lagi yang saya sukai adalah coffee shop kecil tempat Aki sering nongkrong, feels like home dan heartwarming.

Lalu, yang di dorama “Last Cinderella”, beliau menjadi Sakura Tohyama seorang wanita 39 tahun yang bekerja sebagai hairdresser alias tukang potong di salon. Terus pacarnya, berondong yang belasan tahun lebih muda, awww awww awwww uhukkk uhukkk uhukkk *batuk-batuk padahal sedang tidak batuk.

Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya saya putuskan HARUS NONTON nih dorama! Jumlah episodenya juga singkat, hanya 8 saja. Bisa dikebut dan gak khawatir akan membosankan dan bertele-tele.

Dibuat dengan CANVA

Wuihhh, ternyata oh ternyata, dorama ini penuh adegan dewasa! Make sense sih, lha wong ceritanya tentang polah para istri yang ‘tidak ideal’. Dengan beragam masalah rumah tangganya masing-masing, mereka menjalin affair dengan lelaki lain. Hubungan terlarang mereka penuh dengan eksplorasi fantasi liar yang sempat pop-up di otak saya, upps. Btw, hati-hati ya BuIbu, pastikan anak sedang tidak di sekitar kalau sedang nonton.

Mengamati perbuatan para istri ini, jujur saya gak berani nge-judge, lagipula siapa saya sih. Kayak yang paling suci saja.

Kalau ditelusuri, kebanyakan karena ulah suaminya juga sih. Bikin getem-getem. Tetapi bagaimanapun juga, yang namanya cheating PASTINYA tidak dibenarkan. Jadi bingung sendiri ya ehehehe, di sisi X, pengen justify; di sisi Y, keukeuh NO apapun alasannya.


Yok kita kenalan dulu sama mereka!

Bu Sakura Hiraga

Dibuat dengan CANVA

Suami Bu Sakura suka seenaknya mukul, rutin merendahkannya dalam bentuk kata-kata, WAJIB mau mengikuti titahnya termasuk dalam memilih minum kopi atau teh, dan punya banyak selingkuhan. Geregetan naik darah nih dengan laki macam begini. Kalau sudah endak bergairah dengan sang istri, ya dicerai saja toh, malah buat bulan-bulanan kayak gitu. The real definition of BAN*SAT.

Gemesh banget sama bu Sakura ya ampuun. Jadi cewek jangan terlalu naif napa. Kok ya mau-maunya digituin. Errgghhhh. Syukurlah akhirnya dia punya keberanian untuk ngabur.

Di tengah malam hujan deras saat ngabur tanpa arah, bu Sakura ketemu dengan cowok berondong yang tidak dikenal. Sungguh absurd, baru berkenalan kok sudah mau diajak ngamar sih Buk. Hadehhh. *tepok jidat.

Ohh mungkin karena kedinginan meureun.

Endak takut apa kalo-kalo tuh cowok, penculik atau psikopat atau agen human-trafficker. Mungkin karena bu Sakura ini orangnya apikan ya, jadi olehNya dipertemukannya dengan cowok baik-baik.

Ohya, namanya Haruto Toyota, yang rambutnya kayak pake wig, padahal tidak. Serasa pengen narik rambutnya.


Bu Noriko

Ihhh ini juga ‘lucu’. Punya suami fetish, pak Taro, yang baru bisa turn on kalau istrinya digrepe-grepe cowok lain. Waduh waduh, kepriben seh.

Suatu hari, Pak Taro meminta secara pribadi ke teman kantornya yang masih single, pak Tsuta, untuk menjadi pria yang ngapa-ngapain Noriko. Meskipun awalnya malu-malu, tapi akhirnya ya mau juga. Eh eh eh ealaaah jadinya keterusan deh, bu Noriko dan pak Tsuta diam-diam janjian tanpa sepengetahuan suaminya, wkwkwk.

Sukurin deh pak Taro, senjata makan tuan noh. Sudah punya istri manut, pinter masak, polos, baik hati, submisif, mau disuruh ngapa-ngapain yang tidak sepatutnya; ehh kok disia-siakan.

Ending kisah mereka betul-betul memuaskan! Ngakak dengan penuh kelegaan saya dibuatnya. Bu Noriko akhirnya bercerai dan ended up menikah dengan pak Tsuta, wkwkwk. Bubye pak Taro.

Dibuat dengan CANVA

Bu Yuka

Ibu-ibu yang ngebet banget punya anak. Sayangnya suaminya, pak Minoru, gak pingin punya anak dan karenanya ogah sama sekali berhubungan seks dengan istrinya. Malah sukanya nge-game kalau lagi santuyy di rumah, kepriben seh Pak. Fix deh bu Yuka masuk komunitas “Istri Jablayy”.

Aduhh heran gw sama pak Minoru, mosok sih malas begituan?? Kalau emang gak pengen punya anak, pakai kondom atuhlah! Kalau takut kondom bocor, ya nasebb.

Well istri itu juga butuh belaian, bambaaang.

Di tengah kegalauannya (dan ‘kegaringannya’) bu Yuka ketemu sama mantannya, Jun. Ohh Jun, such a lucky guy, dia datang di waktu yang tepat! Dugaan yang tak meleset, mereka berdua selingkuh dah.

Tiga tahun berlalu, affair bu Yuka dan sang mantan tersimpan rapat, dan pas ketemu temannya, dengan santainya bu Yuka cerita,

“Aku seneeng sekali sudah hamil, tapi gak tahu ayahnya siapa…”

Doeeenggg. Jelas saja temannya ndelongop mendengarnya. Itu kan AIB, bambaaaang, harusnya jangan dibuka begitu.


Bu Hisako

Ini adalah ibu-ibu yang paling ‘lurus’, orangnya kaya raya dan ditinggal suaminya bepergian ke luar negeri. Ahh tidak ‘nakal’ nih Bu Hisako. Btw, beliau ini sering pusing yang pusingnya berbeda dari sakit yang biasanya.

Alkisah, saat sedang mengajak jalan anjingnya, dia bertemu dengan lelaki asing, pak Baba namanya, yang sedang makan di taman. Dari penampilannya, lelaki paruh baya namun stereg ini tampaknya hanya pegawai biasa yang tidak se-luxurious bu Hisako.

Ealaah hanya karena anjingnya mau cuddling sama pak Baba, si ibu sudah kesengsem saja. Singkat cerita, bu Hisako mau diajak ke kamar kos pak Baba yang jauhh dari kata mewah, dan terjalinlah hubungan asmara terlarang. Hayyooo!

Saya jadi curiga, jangan-jangan pusingnya ini karena kelamaan jablay saja dah, kan suaminya itu ‘Bang Thoyib’ alias kagak pulang-pulang.

Kisah bu Hisako dan pak Baba ini cukup mengezutkan. Jadi selama ini, bu Hisako punya amnesia yang muncul karena stres yang berlebihan. Marah dan frustasi saat mergokin suaminya selingkuh, akhirnya suaminya diusir.

Saking sakit hatinya, di pikirannya, suaminya itu sedang business trip lamaaa, keadaan sebenarnya di-suppress oleh otaknya. Merinding ihh, ternyata ada ya penyakit seperti ini.

Nah, ternyata selama ini, pak Baba, partner ‘guling-guling’-nya adalah tak lain dan tak bukan, suaminya, pak Taguchi Takuzo! Jrengg jrengg jrengg. Ceritanya, pak Taguchi sudah tobat nasuha, rela diusir istrinya dari apartemen mahalnya dan kerja jadi tukang angkat-angkat di pabrik.

Alhamdulillah, akhirnya mereka berkumpul kembali sebagai keluarga utuh dan bahagia. Pak Taguchi, bu Hisako, dan anak laki-laki semata wayangnya.

Dibuat dengan CANVA

Bu Yuriha

Inilah tokoh istri yang paling uhhh mantabbb! Bu Yuriha namanya. Setelah suaminya mengajak mamahnya tinggal bersama, bu Yuriha ini tidak punya hak sama sekali untuk melakukan sesuatu di rumah, termasuk mendesain interior. Bahkan privasi pun tidak punya. Suaminya tidak mempertimbangkan keadaan istrinya. Ppfiuhh, piye toh Pak!

Akhrnya saat rumahnya sedang direnovasi, bu Yuriha ngobrol-ngobrol dengan salah satu tukangnya, pak Momoki. Well, let’s say, si bapak tukang ini mengerti dirinya. Gara-gara mengerti dirinya, akhirnya mereka affair deh. Hhhmmm.


Selamat Menonton!

Menurut saya, boleh lah istri-istri nonton dorama “Fishbowl Wives”. Boleh banget malah! Malah saya encourage, suaminya diajakin nonton bareng saja. Banyak pelajaran yang bisa diambil oleh seorang Bapak Rumah Tangga untuk JANGAN jadi suami yang begini, beginu, begitu.

Ohya, sekali lagi saya ingatkan ya BuIbu, nontonnya jangan sampai saat anak sedang melek ya. Bbbaaa Hhhhaaaa Yyaaaaa! Adegan ++++++-nya buanyaak dan bikin nggeliyeng. 😀


Yang Pertama Tak Akan Pernah Terlupakan

Ternyata tidak mudah bagi saya untuk memikirkan tema Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog Februari 2022 dan menentukan travel manakah yang PALING berkesan, karena selalu ada pengalaman indah nan berharga di setiap perjalanan.


Setelah mengoprekoprek file dalam storage otak, saya putuskan untuk memilih ‘arsip yang jumlah halamannya paling tebal’ (baca: memori ingatan masih banyak tersimpan), yakni Studi Kenal Alam dan Lingkungan (SKAL) yang berlangsung selama seminggu di bulan Maret tahun 2000.

Study tour yang saya ikuti ketika duduk di kelas 2 SMA ini bisa dibilang sebuah game changer karena memediasi saya menjadi seorang remaja 16 tahun yang lebih matang. Jiwa muda yang sedang bergejolak; keinginan untuk membuktikan pada dunia bahwa saya capable of doing something; dan segala tetek bengek perkembangan fisik-emosi-kognitif.


Serba “PERTAMA KALI”

Tidak ada manusia yang bisa melupakan masa PERTAMA kalinya. Sama halnya ketika Mamah selalu ingat dengan MALAM PERTAMAnya. *ehem ehem. Iya atau iya, Mah? Ehehe.

Di perjalanan inilah saya menemukan banyak “PERTAMA KALI” dalam hidup saya.

Pertama kalinya saya pergi ke luar kota tanpa didampingi orang tua. Saya merasa sudah ‘gede banget‘ dan takjub dengan diri sendiri. Tidak menyangka bahwa saya MAMPU berjauhan dengan Mamah tanpa menangis rindu.

Pertama kalinya saya pergi ke luar kota dengan teman-teman. Namanya juga program sekolah, jelas saja suatu KEHARUSAN untuk para siswa selalu bersama. Namun tetap saja, rasa wow itu ada. “Wuihh aku wes gede ya, keren, perginya sama teman-teman, sudah bukan ‘anak kemarin sore’ lagi yang ke mana-mana sama Mamahnya.”

Pertama kalinya saya memegang uang lebih banyak dari biasanya dan juga harus mengelolanya sendiri. Menentukan jajanan apa yang saya beli tanpa pendapat dari Mamah serta memastikan tidak habis sebelum waktunya.

Pertama kalinya saya memilih sendiri baju apa yang saya kenakan. Ini sungguh luar biasa bagi ABG yang SELALU minta dipilihin Mamahnya dalam hal berpakaian dan dalam ngapangapain rambutnya: dikuncir atau diurai; pakai pita yang mana; … Saya tidak akan percaya diri kalau bukan Mamah yang menentukan, bahkan pernah rela tidak datang ke acara ultah teman hanya karena Mamah sedang pergi dan lupa belum menyiapkan baju yang akan saya kenakan. Di SKAL ini, Mamah membawakan saya 3 atasan dan 3 bawahan untuk bebas saya mix match. Wuohh rasanya degdegan, adrenalin meningkat drastis, diikuti feeling high.

Pertama kalinya saya menjadi anggota panitia sebuah event besar, in charge of something significant. Saya ditunjuk sebagai bendahara SKAL dan membuat saya digratiskan oleh pihak sekolah. Senang sekali saya bisa earn something dari keringat sendiri dan berhasil melawan rasa takut memegang tanggung jawab besar.

Pertama kalinya saya merasakan nikmatnya makan nasi Padang dan ayam McD. Jaman itu belum ada di Kediri dan hanya bisa dibayangkan sambil ngiler ketika melihat iklan di televisi. Anak Kediri ini merem melek saat menyantap kedua makanan tersebut.

Pertama kalinya saya melihat secara langsung dan memasuki gedung kampus besar favorit: UGM, ITB, dan UI. Serta perusahaan negara yang penting dan terkenal, seperti IPTN dan BPPT.

Pertama kalinya naik wahana Halilintar di Dufan, yang sekaligus terakhir kalinya. Endak mau lageee!

Pertama kalinya saya merasa siap untuk exploring dan wandering tempat baru yang asing dan jauh dari rumah, layaknya anak burung peregrine falcon yang siap terbang ribuan kilometer. Melalui SKAL saya berkesempatan bertemu dengan orang-orang dewasa profesional (dosen, staf ahli) dan tanpa segan saya melayangkan banyak pertanyaan yang tepat sasaran. Seneeng banget saat dipuji, “Pertanyaan yang bagus dari adek ini…”. Hore!


Destinasi Favorit: Bandung dan ITB Khususnya

Diantara ketiga kota besar yang saya datangi: Jogja, Bandung, dan Jakarta; BANDUNG-lah favorit saya.Terutama karena saya sudah memimpikan untuk masuk ke ITB sejak kecil, jadi level penasaran bagaimana detail rupa Bandung, tinggi.

Momen di mana saya menginjakkan kaki di gerbang Jl. Ganesha 10, itulah momen saya yakin bahwa saya akan ditakdirkan untuk menjadi mahasiswa ITB 1 tahun 5 bulan kemudian. Sungguh pikiran yang optimis.

Saya belum terpikirkan mau memilih jurusan apa, jadi ketika kelompok saya mendapat bagian untuk berkunjung di jurusan Farmasi dan Teknik Industri, saya tetap excited. Malah bisa menjadi insight buat saya seperti apakah jurusan tersebut. Saya juga ingat, salah satu dosen Farmasi yang menyambut kami berkata, “Murid-murid SMA 2 Kediri yang kuliah di ITB hanya sedikit, tapi pinterpinter semua…”. Ya ampun, Bapak, you have no idea betapa kalimat Bapak mengeboost ke-PEDEan saya untuk lurus niat ke ITB.

Seusai jadwal kunjungan jurusan, saya puas-puasin menjelajah sudut kampus. Saya ngeborong sticker dan gantungan kunci berlabel ITB dengan berbagai desain gambar di Kokesma. Kemudian mampir ke pameran jurusan, yang membuat saya mengenal dan terpukau dengan Astronomi. Diakhiri dengan ngadem di masjid Salman.

Cuaca yang sejuk, pemandangan kampus yang dipenuhi mahasiswa ‘berwajah pintar’, arsitektur gedung yang unik,… ahh aku jatuh cinta. Diiringi bayang-bayang madecer (masa depan cerah) yang menanti.

Ehh ada kisah pemanisnya juga. Entah merasa kasihan dan ngenes lihat adik SMA almamaternya keluyuran sendirian di kampus atau gimana. Kakak alumni yang waktu itu sudah berkuliah di jurusan Teknik Industri tingkat akhir, berbaik hati mau menemani saya. Saat jadwal kunjungan kampus selesai dan akhirnya kembali ke bus serta diikuti acara jalan-jalan ke Cihampelas; kakak angkatan ’96 tersebut, Kak Dedy, masih setia mendampingi. Btw perkenalan kami ini berlanjut lho ehehe. *episode cinta monyet


Selama mengelilingi Bandung, saya (dan hampir semua teman saya) terpana dengan keberadaan teteh-teteh geulis yang tersebar dimanapun mata memandang ehehe. Fashion sense anak muda Bandung lebih tinggi dari remaja Kediri pada umumnya.

Ulah para teman laki-laki pun bikin ngakak wkwkwk. Saat bus sedang melaju di depan kampus UNPAD dan UNPAS, yang kebetulan banyak teteh-teteh mahasiswi yang sedang berjalan kaki di trotoar; mereka rela beranjak dari kursinya untuk pindah jendela kanan, lalu kiri, lalu kanan lagi, …., dan seterusnya mengikuti irama adanya teteh geulis yang dilalui.

“Kuwi lho, kuwi lho. Biyooh koyok Tamara Bleszinki. Eh seng kae lho, koyok Alda, huayuuu”

Kami, yang putri, terkekeh melihat polah anak-anak cowok. Tertawa bersama adalah pengalaman yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Seru banget dan membahagiakan. 🙂


Mator Suwon Atas Kebersamaan Ini, Konco-konco

Selama perjalanan saya seneeeeng bangeeet dan merasa dekat dengan teman-teman. Padahal ngobrol juga kagak –anak pendiam detected–, tetapi dengan fakta berada dalam satu bus yang sama, serasa ada suatu ikatan khusus. Sampai sekarang saya masih ingat lagu-lagu yang mengiringi perjalanan kami di bus nomor 2. Hello The Corrs, Chrisye, Rossa, Sheila on 7, ….

Sayang saya tidak mendokumentasikan event ini. Andai 20 tahun yang lalu sudah ada ponsel ya ehehe. Foto resmi dari sekolah pun sudah hilang.

Tetapi alhamdulillah, ada teman seangkatan alumni SMA 2 Kediri yang bertemu kembali di WAG setelah 20 tahun berlalu, yang masih menyimpan foto SKAL. Beliau bersedia memberikan screenshot-nya untuk saya. Meskipun di foto tersebut saya tidak ada, karena saya dan beliau beda kelas dan beda bus, namun sangat mewakili keberadaan perjalanan ini. Mator suwon ya koncoku.

(Dibuat dengan CANVA)

I’m Coming Home

Perjalanan pulang pun datang juga. Saya cukup sedih tetapi elevated secara bersamaan. Gembira karena sudah kangen dan akan segera bertemu dengan Mamah, Papah, Eyang Kakong, Eyang Putri, dan keempat adik saya. Tak sabar ingin cerita semuaaaa keseruan pertama kali berjauhan dengan mereka.


Zodiak Februari 2022, Ramalan Bintang Madam Soothsayer

Hola las mujeres hermosas! Madam Soothsayer hadir kembali memberikan premonition dan vision-nya untuk Mamah semua yang diperolehnya ketika sedang tidur siang. Itulah yang juga merupakan salah satu keunikan seorang Madam eksentrik ini.

Rata-rata orang tidak bermimpi ketika sedang tidur siang, tetapi Madam Soothsayer memang beda. Hhmmm. Tetiba teringat dengan salah satu tagline stasiun televisi Indonesia.

Ahhh ya, ngomongin tagline, signature Madam Soothsayer jangan dilupakan ya Mah!

PERCAYA, JANGAN.

TAK PERCAYA, TAK APA.

Madam Soothsayer

Ohya, sebelum kita mulai, ada yang menanyakan mengenai kevalidan ramalan Madam Soothsayer. Hayooo, minta dicubit ini ya sepertinya?? Baca lagi slogan utama Sang Madam, olrait!

Kemudian, ada lagi yang menanyakan apakah ramalan Madam Soothsayer bisa berlaku untuk semua gender dan usia. Sungguh pertanyaan yang bagus! *transfer koin Shiba Inu.

‘Penglihatan’ Madam bisa juga berlaku untuk para Papah, tetapi ya tetap disesuaikan juga ya. Jika Madam memotivasi untuk mengenakan kostum Sailormoon, sebaiknya Papah memahami bahwa itu advise buat Mamah, bukan buat Papah! Mungkin Papah bisa improvisasi memberikan servis ke sang istri tercinta ala Christian Grey begitu. Buruan tonton “50 Shades of Grey” deh Pah, banyak ilmunya tuh!

Sedangkan untuk yang bocil-bocil, ummm; dengan berat hati Madam memberitahukan bahwa INI BUKAN UNTUK KALIAN. Maaf ya, sana cek majalah Bobo atau Gadis. *ehh masih ada endak itu majalah (ketahuan deh umur Madam Soothsayer)

(Dibuat dengan CANVA)

HOROSKOP FEBRUARI 2022

AQUARIUS (20 Januari – 18 Februari)

  • Mamah akan menerima kabar POSITIF nih di bulan ini! Madam Soothsayer tidak bisa melihat jelas seperti apakah kabar tersebut. Blur euy! Entah TESTPACK, peristiwa yang diharapkan, atau malah COVID, waduh. Madam hanya bisa mendoa agar Mamah mampu menjalankan apapun itu dengan baik dan lancar. Cumungudhh eeaaa, Mah!

PISCES (19 Februari – 20 Maret)

  • “KDRT itu KRIMINAL, bukan AIB!” Ya, Mah, peganglah satu baris kalimat yang akhir-akhir ini banyak disuarakan oleh para pejuang equality. Tidak sehelai rambut pun bisa ‘disentuh’ oleh Pak Suami tanpa harus berurusan dengan polisi. Jangan menyembunyikan hal tersebut ya Mah, speak up! Madam Soothsayer berharap Mamah semua, suaminya baik budi dan tidak suka abuse verbal dan fisik terhadap Mamah.
  • Lalu apa sih yang merupakan AIB? AIB itu seperti misalkan Pak Suami ga bisa ON lagi setelah selesai titik-titik, padahal Mamah masih mau. Nah beginian WAJIB dirahasiakan ya Mah!

ARIES (21 Maret – 19 April)

  • Ahh ahh ahh uhh ohh, bersiaplah menerima hal yang SUPER membahagiakan, Mah! Di salah satu hari (atau malah lebih, aww aww beruntung sekali, Madam Soothsayer jadi iri) di bulan penuh cinta ini, Mamah akan mendapatkan yang namanya “Flapjack Org*sm”. Uhuyyy. Apa sih itu? Googling sendiri deh Mah! Pastikan anak-anak gak ada di sebelah ya, Mah, pas lagi search di internet!

TAURUS (20 April – 20 Mei)

  • Jangan langsung tergiur dengan tempat makan baru yang ada di GoFood, Mah! Meskipun itu dimasak oleh seorang pria ganteng yang mantan suaminya Bu Tam— Bles—– atau siapapun yang menjual kegantengannya. Selama belum ada BINTANG dan atau REVIEW, jangan coba-coba memesannya. Sayang duitnya, Mah!
  • Tetaplah TEGUH dengan pendirian Mamah! “Saya hanya akan membeli makanan di GoFood yang bintangnya minimal 4.7 yang di-vote oleh minimal 1000 orang!”. Sudah BAGUS Mah semboyanmu! Pertahankan! Jangan tergoda dengan wajah rupawan penjualnya!

GEMINI (21 Mei – 21 Juni)

  • Mah, Madam Soothsayer hanya ingin berpesan padamu bahwa you are better than what you think you are, Mah! Mamah punya potensi besar yang Mamah tidak sangka. Fortune, uang, kebahagiaan; BISA Mamah raih dengan ‘tangan’ Mamah sendiri.

CANCER (22 Juni – 22 Juli)

  • Adudududuhh tenang Mah, tenang. Jangan marah-marah begitu, Mah! Cuci muka dulu Mah biar adem. Jadi begini, Mah, Madam Soothsayer melihat bahwa Mamah menemukan BH baru merk Victoria Secrets ukuran 36D di tas kerja Pak Suami.
  • Sebaiknya jangan berburuk sangka ya Mah. Itu Pak Suami memang berniat membelikan bra tersebut untuk Mamah, hanya saja beliau tidak tahu ukuran Mamah yang 36B.
  • Untuk membuktikan kalau Pak Suami betul-betul tidak tahu ukuran Mamah, coba deh tanyakan berapa TB dan BB Mamah. Pasti jawabannya adalah Mamah punya tinggi 10 cm lebih dari aslinya, dan BB 20 kg lebih berat dari aslinya.
  • Meskipun salah ukuran, jangan dibuang, Mah. Bisa dipake dengan kaos ketat atau dress bodycon yang membalut badan; jadi bagian dada tampak sangat membusung. Gapapa Mah, sekali-kali mengelabui orang-orang. Gak merugikan ini.

LEO (23 Juli – 22 Agustus)

  • Aiihhh aiihhh, Pak Suami lagi gemesh banget nih sama Mamah. Soalnya Mamah memang terlihat sangat nggemesyiiin sih. Semua kaum lelaki DILARANG keras oleh Pak Suami untuk dekat-dekat ke Mamah. Sampai-sampai menerima surat edaran dari Pak RT pun beliau gak rela. Chatting di WAG alumni sekolahan, juga Pak Suami gak rela. Memang nyebelin ya Mah kalau punya suami begitu ihihihiiiy. Tetapi sabar Mah, itu menandakan betapa cuintaaanya pol-polan ke Mamah.
  • Bersyukurlah Mah, di penglihatan Madam Soothsayer, Bapak Tukang Sayur tidak dicemburui Pak Suami. * Madam Soothsayer ikutan lega sambil mengelus dada

VIRGO (23 Agustus – 22 September)

  • Mamah sedang galau ya, memikirkan manakah yang harus dibeli: SUPLEMEN OTAK atau SUPLEMEN KECANTIKAN. Apalagi budget hanya cukup untuk beli 1 saja. Madam Soothsayer menekankan bahwa HANYA Mamah yang tahu jawabannya. Butuh untuk upgrade otak biar gak lemot atau untuk menghilangkan kerutan sehingga terlihat sebulan lebih muda.
  • Ohh biar Mamah tidak bingung, Madam kasih tahu rahasia ya. Sebenarnya ingredients kedua suplemen tersebut banyak yang sama sih, seperti misalkan: Coenzym10. Coenzyme10 ini bagus untuk kesehatan jantung, mengurangi pusing yang berkepanjangan (pusing kurang duit juga termasuk, Mah), badan lebih berstamina, sebagai antioksidan yang sudah ‘bermain-main’ di level seluler, dan hasil penelitian pada tikus menunjukkan bahwa mengkonsumsinya bisa menguatkan memori dan MUDAH MEMAHAMI suatu permasalahan.
  • Jadi kesimpulannya apa Mah? Clue dari Madam Soothsayer sudah lebih dari cukup, Mah! Kalau paham, belinya yang suplemen kecantikan saja Mah! Tetapi kalau masih endak paham, beli yang suplemen otak ya Mah.

LIBRA (23 September – 23 Oktober)

  • Ihhhhh Mamah! Mah, jangan jorok begitu! Kapalan di tumit jangan dikuwik-kuwik begitu dong Mah! Memang, Madam Soothsayer akui rasanya enak-enak gimanaa gitu ya, puass banget kalau dapet yang krius-krius ihihihiiy. Tapi abis itu, ngaca deh Mah, jadi babas bundas jelek gitu Mah tumitnya. Sayang, Mah!
  • Mulai detik ini STOP kebiasaan ini! Mah. Bayangkan gimana kalau saat sedang ‘dinas kasur’, malu atuh sama Pak Suami. Pas sedang posisi ala kodok, tumit kasar mbregidil Mamah menggesek kulit Pak Suami. Sama, sering-sering dioles krim ya Mah. Jangan muka aja yang dikuwel-kuwel ya Mah, tumit juga dirawat.

SCORPIO (24 Oktober – 21 November)

  • Madam Soothsayer hanya punya satu penglihatan jelas dengan para Mamah Scorpio. Mamaaah, sempetiiin kabar-kabari ke Ayah Ibu Mertua yuk. Beberapa menit video call juga cukup, Mah. Dijamin deh Mamah masuk sebagai MANTU favorit kesayangan mertua. Dunia makin indah Mah kalau disayang mertua. Cussss, Mah, ambil HP!

SAGITARIUS (22 November – 21 Desember)

  • Apaaaaa? Anak-anak PJJ lagi??! Tidaaaaaakkk!” Tenang Mah, tenang, sini Madam puk puk puk. Punya 3 anak berderet memang repot ya Mah, apalagi karena kondisi Covid dengan varian barunya, Omicron, sedang mengkhawatirkan. Jadi banyak sekolah yang mulai libur dan kembali ber-online. Madam Soothsayer menyarankan agar Mamah tidak pesimis. Mamah pasti BISA! Semua keriwehan ini akan berlalu, Mah, anak-anak juga gak akan selamanya menggantungkan diri ke emaknya. Ingat juga Mah, kalau marah-marah, kesal, cemberut, mrengut, ditekuk, bisa sia-sia dah perawatan dengan “Ms Glow”-nya. Senyuuuum.

CAPRICORN (22 Desember – 19 Januari)

  • Madam Soothsayer melihat kegembiraan yang mendalam di wajah Mamah. Akhirnya Mamah menemukan judul lagu yang Mamah tidak sengaja dengarkan di pasar. Bersyukur banget ya Mah kita hidup di mana hanya dengan mendengar satu kalimat lirik lagu atau hanya dengan hhmmmhmmmm hmmmmnya saja, bisa dengan mudah mendapat judul dan penyanyinya. Kebayang ya Mah, jaman dulu, kalau ada lagu enak yang didenger, tapi gak tau judulnya; kesal sebel gimanaa gituu.
  • Saat ini Mamah pun bisa tidur nyenyak setelah semingguan tidur tidak tenang. Madam ikut senang Mah 🙂

Surat dari Tini untuk Yudi

Kediri, 17 November 1986

Kepada

Ytc: Muhamad Yudi Priambodo Darsono

di Tempat


Assalammualaikum wr.wb.,

Dengan hormat,

Yudi, ini adalah pertama kalinya aku menulis sebuah surat untukmu setelah sudah hampir 1 bulan kita jadian. Aku merasa hal besar yang kulalui barusan harus kuceritakan padamu…

Yudi, sepulangmu dari rumahku jam 9.15 tadi, Bapak langsung memanggil Ibuk dan mengajak duduk bersama. Aku diceramahin polpolan mengenai MATAHARI-MATAHARIAN ini…

Andai saja aku gak nanya Bapak atas jawaban pertanyaan kamu, “Aku mau minta bahasa Inggrisnya MATAHARI ke kamu..”.

Lagipula, aku kan gak jago enggres koyok kamu Yud. Kenapa ngasih kodenya susah amat sih. Di rumah ini yang jago enggres hanya Bapak, ya otomatis aku nanyain Bapak…

Yudi, sekarang sudah jam 11 malam dan saat ini aku sedang tengkurap di kasurku. Sedangkan Bapak dan Ibuk sedang menonton pelem “Dynasty”, pokoknya mereka bakal melek di depan televisi sampai “Berita Terakhir”…

Yudi, begini, aku baru saja selesai dinasehatin Bapak Ibuk. Intinya aku belum boleh matahari-mataharian, ahh panjang amat, aku tulis saja SUN-SUNan, sama kamu. Ibuk dhawoh dulu punya teman yang hamil di usiaku karena SUN-SUNan itu. Ngeriii, aku jelas gak mau Yud!

Ibuk juga menambahkan lek wong lanang yang baik dan benar-benar sayang ke seorang perempuan adalah yang tidak memaksa. Kalau wanitanya sudah bilang emoh, tetapi lelakinya tetep saja tidak mengindahkan, berarti itu bukanlah lelaki yang baik, dan harus ditinggalkan!

Yo pokoke itu tadi masalah SUN bikin aku deg-deg serrr, takut tapi pingin, mau tapi gak berani.

Tetapi, jangan ditekuk gitu wajahmu Yud. Jangan sedih dulu. Aku sudah menemukan solusinya. Senyuuuum cemerlang berseri yang kayak iklan “Pepsodent”, Yud!

(Dibuat dengan CANVA)

Satu pelajaran penting yang harus segera kulaksanakan adalah BELAJAR BAHASA INGGRIS! Tuh aku tulis huruf besar dan tanda seru. Siapa tahu kamu akan memberiku kode-kode lagi dengan memakai kata enggres. Mulai besok aku mau belajar ahh, biar gak perlu nanya ke Bapakku lagi.

Setiap hari Minggu, di koran “Jawa Pos” ada lembar “Belajar Bahasa Inggris untuk Anak”. Besok mau kujadiin kliping dan kutempelin di buku biar enak membacanya. Pelajaran dari bu Endah sudah tingkat atas, aku keteteran. Yang kuinget ya cuma I LOVE YOU. Itu thok wes. Ehh ehh, aku yo I LOVE YOU lho Yud…

Mak bedunduk aku kepikiran, lek ada alat yang bisa bikin kita saling menulis surat, dan bisa langsung saling balas membalas, uwasiik pasti ya. Abis kamu apel, kita bisa nerusin ngobrolngobrol lewat surat-suratan yang bisa langsung balas-membalas. Lebih asik lagi kalau bisa saling melihat. Hal yang tidak mungkin ya Yud koyoke. Khayalan belaka…

Ealaah, dari tadi aku kok muter-muter wae. Yok kita langsung ke permasalahan utama!

Jadi, setelah melewati wejangan dari Bapak Ibuk yang kukombinasikan dengan pikiranku dhewe, jawabanku atas permintaanmu SUN itu adalah dung cek dung dung cek. dung dung cek dung dung cek… tentu saja aku MAU!

Aku sedang sambil merencanakan bagaimana momen indah itu akan terjadi. Biar romantiiis gitu, Yud… Seperti filmnya Dono Kasino Indro yang judulnya “Gantian Dong”. Jangan lupa nanti kamu bawain aku bunga ya, Yud! Bunga apa saja yang warnanya pink, persis yang dibawa Dono buat Lola. Ya Yud ya…

(Dibuat dengan CANVA)

Nanti aku siap-siap pake baju warna pink yang modelnya kayak bajunya Lady Diana, bahunya ditambahin padding biar naik dan menjulang, biar seperti artis-artis Amerika Serikat.

(Dibuat dengan CANVA)

Rambutku pun tak kalah bergaya, mau kukriting pakai herspre biar mirip Meryl Streep. Wes tergambar kan di pikiranmu Yud gimana wow-nya aku nanti?

(Dibuat dengan CANVA)

Terus, aku pinginnya kita matahari-mataharian di tanggal jadian kita, yakni tanggal 21 Oktober. Lek hari jadian itu orang, dia bintangnya Libra ya Yud.

Coba ya Yud pas kita dandan maksimal, kamu ngguantheng macak mbois, aku uayuuu, terus kita bisa ambil foto bersama yang langsung jadi. Kemudian teman-teman semua juga bisa langsung ikutan lihat hasil foto kita berdua. Jadi semua orang tahu kalau Muhamad Yudi Priambodo Darsono dan Tini Susi Similikiti sudah resmi pacaran dan tidak boleh ada yang ngganggu. Sip kan pastinya. Tapi, lagi-lagi ini khayalanku belaka, Yud. Ora mungkin ada hal koyok ngene!

Eh tunggu. Aku ambil polpen dulu ya. Polpenku yang ini habis. Tuh lihat kan sudah menipis.

Aku kembali, Yud!

Ehh ini mau nulis apalagi ya. Tuh kan lupa, baru ditinggal setengah jam buat nyari polpen, sudah lewat. Aku ingat-ingat dulu ya. …….

Ehh ehh ya ampun Yud, ini kok ada kertas yang tergeletak di lantai secara tiba-tiba. Isine:

Tini, saya minta izin mau menggunakan isi suratmu yang kamu kirimkan kepada Yudi ini, sebagai sumber inspirasi saya untuk berpartisipasi dalam event:

Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog Januari 2022.

Terima kasih dan jangan panik.

Bu Sri, 31 januari 2022

Tahun 2022 itu berarti 36 tahun lagi! Aku merinding, mosok wong yang namanya Bu Sri ini naek mobilnya Doc Brown yang di film “Back to The Future” ya?? Kejadian aneh tenan ini.

(Dibuat dengan CANVA)

Tapi untuk sekarang, biarkan aku fokus dulu ke masalah kita.

TANGGALNYA dan TEMPATNYA!

Tanggalnya sudah kuputuskan di 21 Oktober 1992 yang sekaligus kutetapkan sebagai hari pernikahan kita. Bapak Ibuk juga pasti gak was-was kalau kita sudah resmi berpasangan menjadi suami istri. Kata Bapak, bisa bebas berkali-kali matahari-matahariannya. Suuenengnya aku memikirikan ini, Yud…

Itu berarti 6 tahun lagi, Yud! Sudah kuhitung-hitung biar pas. Tahun depan kita lulus dan ikut Sipenmaru 1987. Aku pingin masuk UNAIR jurusan Psikologi, karena aku selalu jadi tumpahan masalah teman-temanku.

Kamu kenal Wiwik anak IPA 1 kan. Eh tidak perlu tahu orangnya siapa, yang perlu adalah masalahnya, biar kita bisa mengambil pelajaran dari situ. Jadi si rahasia ini, kita sebut saja si W, pacarnya pas maen ke rumahnya, dikedipkedipin sama Ibuk tirinya W. Apa gak mengerikan ya? Sudah macam “Ratapan Anak Tiri” saja kehidupan si W ini. Mesakne aku. Cumak Ibuk tirinya gak kejam, melainkan genit. Akhirnya berkat keahlian psikologiku, si W mau laporan ke Bapaknya perihal Ibuk tirinya.

Baiklah Yud, sudah plong rasanya aku menulis surat spesial ini untukmu. Aku juga wes ngantuk. Apel kita Sabtu depan, jalan ke alun-alun yok, aku pingin makan kacang godhog, sama mampir toko baju “Apollo” sebentar ya, mau beli kaos kaki karena kaos kakiku sudah jebol.

I LOVE YOU.

Tini Susi Similikiti

38 (+4) Things About Bu Sri, yang juga Seorang Mamah Gajah

Tetapi, santuyyy, kesampingkan pikiran itu, karena saya cukup yakin banyak yang berpikiran sama dengan saya. Menurut saya ketika ada orang yang menceritakan dirinya sendiri melalui tulisan, BERMANFAAT sekali.

Pengetahuan ini membuat saya makin menyadari bahwa MANUSIA, meskipun sama-sama memiliki dua kelenjar keringat: eccrine dan apocrine, ternyata sangat beragam. Dari segi karakter dan perilaku, keunikan, dan hal-hal mengejutkan lainnya yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bahkan bukan tidak mungkin saya bisa mendapatkan insight, wisdom, dan ilham. All those will lead to the increase in my amazement to The One and Only Our Creator.

Banner baru Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog dengan nuansa vintage dusty rose.

AKU, SAYA, DIRIKU

Saya sempat keder dan sengaja meluangkan moment of silence waktu untuk kontemplasi mengenai bagian apa yang harus saya tuliskan mengenai diri saya sendiri. Tentunya saya harus mengemukakannya dengan seimbang dan hati-hati, tidak terlalu memuji maupun merendahkan diri.

  1. Nama saya Sri Nurilla Fazari. Kata ‘SRI’ ditambahkan oleh Eyang Putri yang diambil dari nama Ibu Bidan yang membantu persalinan Mamah dan berhasil ‘mengantarkan’ baby Uril ke dunia. Terima kasih, Bu Sri, it’s an honor.
  2. Anak pertama dari 5 bersaudara. Adalah suatu mukjizat Papah dan Mamah dikaruniai 5 orang anak mengingat Papah memiliki suatu kondisi yang secara science, kemungkinannya kecil untuk memiliki keturunan. Gusti Allah Maha Berkehendak.
  3. Perempuan berdarah Jawa yang mempunyai warna rambut coklat kehitaman dan bukan hitam (saja). Tidak jarang setiap ke salon, banyak yang menanyakan warna cat rambutnya apa. “Asli Mba, dari Gusti Allah.”
  4. Membosankan. (?)
  5. Pecinta legging.
  6. Sudah 5 tahun ‘setia’ dengan gelas yang sama. ‘My soulmate’ ini tidak pernah saya cuci dengan sabun, hanya saya bilas dengan air panas. Jangan coba-coba mencucinya. Jangan juga coba-coba memakainya, ehehe. Eh tapi di rumah, memang tidak ada yang mau memakainya sih, karena tampilannya gross, wkwkw. I realized I got this from Papah. Saya jadi paham kenapa dulu saat gelasnya saya cuci karena gemas dengan kerak-keraknya yang nempel, beliau malah marah. Well, good deed sometimes is not accepted as a kind gesture. (Gambar 1)
Gambar 1. ‘My love’, we’ll be together for more years to come. (dokumen pribadi)
  1. Sampai detik ini, di hippocampus saya masih tersimpan momen Papah memarahi saya puluhan tahun yang lalu. Unforgettable event. Ceritanya, Mamah saya sangat senang dicabutin bulu ketiaknya, bergantian oleh kelima anaknya. Sampai merem melek gitu lah pokoknya saking enaknya. Dari situ, saya mengira dicabuti bulu ketiak adalah hal yang membuat orang senang. Siang itu saya melihat Papah sedang tidur dengan lengan terbentang ke atas. Saya merasa kasihan sekali karena bulu ketiaknya lebat. Namanya anak kecil dan berniat ingin menyenangkan ayahnya, saya inisiatif mencabut bulunya. Dan ternyata reaksinya tidak sesuai harapan. Yang pasti wajahnya SERAM.
  2. Gak suka hewan peliharaanNeither dog lover nor cat lover.
  3. A ‘routine’ person. Jika ada hit man atau creepy folk yang ngincer, mudah nih ditargetnya. Ehehe.
  4. Memiliki kelainan kulit yang berupa autoimun, yang diperoleh saat stres berat menghadapi ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri dan super ngebet banget pingin masuk ITB. Waktu itu kepikiraaaan teruuus. Dan, tadaaa, ‘si dia’ muncul di betis deh ehehe.
  5. Kalau ada lomba “DIAM dengan durasi terlama”, dijamin saya bisa MENANG. Perks of being introverted person yang suka kikuk dan gelisah kalau ngobrol.
  6. Dikaruniai seorang anak yang rambutnya kribo curly coily seperti John Legend, Drake, dan banyak cowok ganteng lainnya ehehe.. Alhamdulillah. (Gambar 2)
Gambar 2. His hair has always been a spotlight since he was a baby, attracts (almost) anyone’s attention. (dokumen pribadi)
  1. Hari libur yang paling tidak saya sukai adalah hari raya Idul Fitri. Saya ingiiin sekali menikmati masa-masa sesudah puasa Ramadhan dalam kesendirian dan bukan dalam hingar bingar bertemu dengan banyak orang.
  2. Orang yang retro futuristik. Feel free to define it.
  3. Tiada hari tanpa HULAHOPAN. (Gambar 3)
Gambar 3. My so-called ‘cardio-weapon’. HULAHOOP. (dokumen pribadi)
  1. Safety first. Well, you’ll never be too careful.
  2. Selalu menyempatkan tidur siang selama 30 menit, yang saya sebut sebagai beauty sleep. Selain karena memang ngantuk juga sih. Mungkin karena faktor U, ihihiyy.
  3. Tidak tertarik untuk ikut menonton sinetron yang sedang viral, Layangan Putus.
  4. Sampai detik ini masih memakai pembalut biasa. Maaf ya Bumi, untuk kasus ini, saya belum bisa beralih ke produk green, eco-friendly, sustainable, dan teman-temannya.
  5. Malas memasak. Apalagi ketika semua menu menggoda ada di dalam genggaman.
  6. Paling suka dipijat wajah dan kepalanya.
  7. Plumeria rubra dan Rosa gallica menjadi ‘bagian dari tubuh saya’.
  8. Pernah mengalami masa di mana suka sekali memakai baju warna merah from head to toe. Yaikkk.
  9. Tidak suka Indomie. Adakah yang begini juga? Ehehe.
  10. SELALU membawa kain lebar setiap kali mau tidur di hotel. Bahkan di hotel bintang 5 sekalipun. Saya tidak bisa tidur tenang kalau tidur di kasur hotel yang tidak dialasi kain yang dibawa dari rumah. Pernah mengamati ketika Mas-mas dan Mba-mba forensik di serial CSI dan Criminal Minds? Mereka memakai kacamata goggle, yang melaluinya bisa melihat ‘noda-noda’ warna biru di seantero ruangan. Padahal dengan mata telanjang, tempatnya bersih dan kinclong. Nama alatnya adalah Blue Forensic Light. Nah, ‘noda-noda’ tersebut adalah beragam jenis fluid (cairan tubuh), berbagai germs, maupun zat-zat yang ‘berbau’ organik lainnya. Membayangkannya,… eh tunggu, saya tidak mau bayangin. Ehehehe.
  11. Tidak bisa travel spontan dan travel lighter. Harus ada itinerary dan sulit untuk mengurangi barang bawaan. Perilaku saya yang ini seringkali membuat Pak Suami kesal, wkwk, maaf ya Papito.
  12. Memiliki sisir istimewa Mason Pearson. –Info endak penting– (Gambar 4)
Gambar 4. Sisir Mason Pearson favorit sejak 2014 yang kalah pamor dengan jari (dokumen pribadi)
  1. Tim nyisir rambut pake jari. Despite punya hairbrush spesial.
  2. Tim bubur tidak diaduk. Siapa yang satu tim dengan saya? Ehehehe.
  3. Embrace the unexpected. Sedang ingin makan pisang goreng, tetapi yang jualan tutup, ya sudah gapapa jajan yang lain saja. Ketinggalan pesawat, tenang, marah-marah tidak ada gunanya, yang penting lain kali jangan kelamaan mandinya. Mungkin karena faktor U juga sih, Uril-remaja masih sulit nerimo hal yang tidak sesuai rencana. Apalagi jaman ujian masuk PTN, selalu MINTA HARUS KE ITB, bukannya MINTA YANG TERBAIK, doanya maksa banget ke Gusti Allah. Kebayang jika saya tidak diterima di ITB, ummm.. ahh saya gak mau mbayangin.
  4. Rules are made to be obeyed. Ini juga mungkin karena faktor U, setelah dulu melalui fase rebel dan merasa sok yes membawa tagline “rules are made to be broken“.
  5. Tidak marah dan berprasangka buruk ketika Pak Suami membelikan bra yang salah ukuran. Terutama ketika beliau menganggap TB saya 10 cm lebih tinggi dari aslinya; BB saya 20 kg lebih berat dari aslinya; dan ukuran baju 2 nomer lebih besar dari yang seharusnya. Misalkan orang seperti beliau menjadi saksi pelaku kejahatan, yang harus memberi deskripsi ukuran badan ke Pak Polisi; fix saya kasihan ke Pak Polisi-nya.
  6. Selalu kagum dengan seseorang yang values themselves, yang tidak malu menjadi dirinya sendiri dan tahu apa yang diinginkan. Respect!
  7. Pernah hobby berburu baju thrifted di Gedebage. Dulu bagus-bagus ya koleksinya, sekarang ummm not so…
  8. Memiliki default wajah yang merupakan opposite dari Resting B*tch Face. Menurut Pak Suami, wajah saya adalah target mudah untuk dikerjain orang. Beliau kerapkali menyarankan agar saya belajar memasang tampang judes dan sangar, wkwkwk. Yahhh, kagak bisa-bisa euy, susah.
  9. Tougher than how I look. Meskipun wajahnya tampak too-nice, tetapi di situasi tertentu, surely I could be fierce.
  10. Antimainstream. Tidak suka join the crowd dan tidak mengikuti titah peer pressure.
  11. Menilai TEH TALUA sebagai minuman terenak sedunia. Pertama kali mencoba Teh Talua atau teh dicampur telur ini saat tinggal di Duri, Riau. Walaah langsung jatuh cinta, enaak, gak kalah lho dengan minuman kekinian. (Gambar 5)
Gambar 5. Syukurlah di BSD ada yang menyediakan TEH TALUA, di tempat makan khusus masakan Aceh, Lampoh Coffee.
Markiput, mari kita srupuut (dokumen pribadi)
  1. Selalu jaim dan dressed-up kemanapun perginya, even hanya ke Indomaret atau pasar. Because you’ll never know.
  2. Tidak punya sepatu high heels yang lancip. Padahal dulu doyan pisan euy, eh setelah jadi seorang Mamah, malah sukanya sneakers.
  3. Memakai anting-anting yang sama sejak jaman SD, yang merupakan pemberian dari Nenek. Kata Nenek, anting-anting ini dimiliki sejak beliau berusia 17 tahun. Wow, berarti umur anting ini sudah 70 tahun lebih! (Gambar 6)
Gambar 6. My 70ish year-old heirloom earrings (dokumen pribadi)
  1. Tim ibu-ibu yang invest ke skin care. Makeup yang dipunyai hanya lipstick, itu pun rarely used.

Hoahhmmm *nguap. Ngantuk endak baca hal-hal ‘keAKUan” begitu? Ehehe. Akhirnya selesai sudah nge-list 38 (+4) seluk beluk seorang Bu Sri. Btw, adakah yang tahu kenapa saya menuliskan 38 (+4) instead of 42? 😀

Somehow menorehkan ‘kayak apa saya’ ini jogs my memory dan membuat saya makin mengerti bahwa at some points, people could change. Yahh, berharap semoga perubahannya untuk yang terbaik. Puji syukur alhamdulillah menjadi Mamah Gajah dan mengikuti komunitasnya memberi pengaruh yang positif dan penuh manfaat.


Aku dan Mamah Gajah

Mamah Gajah di Mataku

Btw, MAMAH GAJAH? Pertama kali saya mengetahui istilah ini di akhir tahun 2019, saat saya baru mempunyai akun media sosial Instagram. Akun Instagram “Mamah Gajah Berlari” caught my attention. “Owalaah ternyata ada ya sebutan buat ibu-ibu alumni kampus gajah duduk..,” pikir saya. Thumbs up buat para founding fathers-nya yang telah mempersatukan kami yang sudah tersebar di berbagai belahan dunia. 🙂

Adanya komunitas Mamah Gajah di semua bidang ini mengundang takjub dari civitas akademika lain lho: adik ipar saya yang dari IPB, sepupu saya yang dari UI, teman saya yang lulusan Unpad.

Selain itu, para Mamah Gajah yang saya kenal dan saya tahu; orangnya sederhana, rendah hati, dan restless untuk berkarya. Masya Allah. Tentunya saya bangga menjadi bagian dari Mamah Gajah.

Episode Immature dengan ‘ke-ITB-annya’

Speaking of BANGGA, rasa tersebut sudah tertanam sejak saya berhasil memasuki kampus impian ini, Institut Teknologi Bandung. Pastinya bukan BANGGA yang sampai level chauvinist ya ehehe.

Tetapi memang saya pernah melalui beberapa tahap ‘SOK YESS‘, di mana saya (tanpa sadar) show-off dan merasa ‘lebih’. Seperti: rajin menjadi kutu loncat, dengan dalih tempat saya bekerja tidak ada lulusan ITB-nya. Saya merasa tidak belong to those places, sehingga membuat saya rutin job hunting. Begitu saja siklusnya: diterima –> masuk –> merasa bukan tempatnya –> resign.

Astaghfirullah. Ahh, mungkin jika kala itu saya stick di salah satu kantor tersebut, sekarang posisi saya sudah di level middle-to-top management meureun ya, wkwkwk. Sudah dipanggil LadyBoss gitu ihihihiiy. *salah sendiri songong gak jelas, sukuriiin!!

‘Karir’ Terakhir yang Menuai Pro Kontra

Setelah beberapa tahun ‘berkarir’ menjadi kutu loncat, di usia 25 tahun saya insyaf. Saya bertekad untuk tekun dan loyal menjalankan pekerjaan yang akan saya terima selanjutnya. Ealaaah, ternyata di usia tersebut saya dilamar dan menikah, dan saya tidak diizinkan bekerja oleh Pak Suami, wkwkwkwk. Ya sudah, eversince, saya menjadi Ibu Rumah Tangga saja.

Sesuai dugaan, tidak jarang saya mendapat pernyataan dan pertanyaan yang membuat goyah:

  1. Ngapain tinggi-tinggi sekolah ngetop kalo ujung-ujungnya cuma di rumah saja?”
  2. “Sia-sia perjuanganmu, Ril. Sudah capekcapek jadi mahasiswi miskin yang ngirit, lari-lari nyari beasiswa, ngajar privat anak SMP, pernah gak makan seminggu saat kuliah dulu. Ehh tibakno ijazahnya tidak kepakai..”
  3. Gak pingin nyenengin Mamah Papahmu ta? Apalagi adik-adikmu masih butuh banyak biaya dan juga ingin kuliah..”

Semuanya saya terima dengan senyuman dan satu kata ehehehe. Saya sudah punya jawaban atas semuanya (namun sengaja tidak saya kemukakan kepada mereka):

  1. “Walaupun #dirumahsaja bukan berarti saya tidak menerapkan ilmu yang saya peroleh selama saya berkuliah. Pola pikir yang terbentuk; kemampuan menghadapi problema dari pelajaran Metodologi Penelitian; pengetahuan Kalkulus, Fisika, Kimia, yang bisa saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan bisa menjadi guru privat untuk anak saya; dan still counting….”
  2. Ohh tentu tidak sia-sia. All those hardships have shaped me into someone stronger who’s able to endure any kinds of difficult time. Alhamdulillah. Di balik kesulitan, ada kebahagiaan. Empat tahun terberat sekaligus terindah…”
  3. “Selain sebagai komitmen saya dengan oath yang sudah saya ucap untuk teguh dalam menjalani apapun pekerjaan yang akan saya terima, which is, ternyata pekerjaan tersebut adalah sebagai istri; Mamah Papah mendorong saya untuk mematuhi permintaan Pak Suami. Alhamdulillah dengan gaji bulanan yang saya terima dari Pak Suami, saya tetap bisa membantu sebagian keperluan orangtua dan adik-adik. Not to mention, saya sudah tahu jalan untuk nyari beasiswa tempat tinggal, kebutuhan hidup, SPP; jadi saya tinggal memberi pengarahan ke adik-adik saya yang meneruskan kuliah di ITB. Gusti Allah Maha Pemberi Rezeki.”

Sepertinya saya tidak sendiri ya menghadapi penilaian semacam ini. Saya yakin pasti ada deh, banyak malah, para Mamah Gajah yang ketemu orang dengan komentar senada ketika memutuskan untuk menjadi Ibu Rumah Tangga. Santuyyy dan tetap semangat!

In Harmonia Progressio

Apapun profesi kita, di mana pun kita berada, sampai kapan pun; titel Mamah Gajah akan selalu melekat di sanubari. Mari, Mah, terus maju dalam kerukunan dan menjaga kebersamaan dalam keberanekaragaman. *proud Mamah Gajah

Salam Ganesha!

Bakti Kami Untukmu Tuhan, Bangsa, dan Almamater

Oath (yang tetap berlaku bagi) Mamah Gajah



MATAHARI-MATAHARIAN

Kediri, 17 November 1986

Yudi: “Trims ya, sudah mau kuajak makan malam dan jalan-jalan di Jalan Dhoho.”

Tini: “Sama-sama, Yud. Sini duduk dulu, ngobrol dulu. Jangan langsung pulang,” Tini sengaja mengeluarkan suara manjanya.

Mereka berdua duduk di teras depan rumah Tini. Ajakan Tini membuat wajah Yudi berseri-seri.

Yudi: “Bener gakpapa nih Tini?” sambil melongok ke dalam rumah dengan wajah tegang, khawatir wajah Ayah Tini nongol.

Tini: “Wes, Yud, jangan nengok-nengok ke dalam rumah. Nanti malah Bapak Ibu penasaran sama kita dan ngintip-ngintip. Kita fokus saja dengan kita berdua,” sambil berbisik dan tangannya meraih punggung tangan Yudi.

Yudi terkejut sekaligus kesengsem berat mengetahui Tini ingin memegang tangannya. Kemudian, dibalasnya sentuhan tangan Tini dan menggenggamnya.

Yudi: “Ini sudah ketiga kalinya saya apel wakuncaran sama sampeyan, Tini. Kita sudah hampir 1 bulan jadian ya.”

Tini: “Iya Yud, gak nyangka ya. Dulu aku tuh lihat kamu, kayak yang biasa weh gitu. Eh sekarang, hanya kamu yang bisa bikin aku dag dig dug serr setiap mau ke sekolah, ihihiiiyy..”

Yudi: “Sama, Tin. Dulu menurutku Bunga anak IPS 3 itu yang paling cantik, ternyata sekarang kamu, Tin.”

Tini: “Bunga? Bunga Kembang Kempis? Yang rambutnya dijambul? Yang niatnya biar mirip Farah Fawcett tapi malah kayak kain pel itu ya?” dengan cepat Tini melepaskan tangannya dari genggaman Yudi dan berbicara dengan nada tinggi yang disertai muka masam.

Yudi: “Aku gak inget gaya rambutnya, Tin. Kan kamu sudah mengalihkan duniaku, Tin. Mau rambut dia kayak kain pel, kayak sapu ijuk, ya aku gak peduli. Nyapo yoan tak pikirne??”

Tini: “Beneran nih? Kamu dulu pas kenal Bunga, belum pernah lihat aku?”

Yudi: “Aku gak kenal Bunga, Tin. Cuma tahu aja namanya. Pas pertama kali penerimaan siswa SMADA, pas inaugurasi di aula, aku lihat tuh kayak ada cewek uayuuu eram. Nah dari situ aku jadi tahu namanya, Bunga. Anak-anak juga suka pada ngomongin dia.”

Tini: “Nyapo kok aku malah merasa jawaban kamu barusan, membuatku jadi lebih gak tenang ya. Hhhhh. Padahal aku dulu sekelas sama Bunga pas kelas 1 lho! Brati kamu hanya fokus ke Bunga dong ya. Kamu gak lihat aku sama sekali??!!!”

Yudi: “Lho, lho, piye to?? Kok jadi mbahas Bunga sih, Tin?

Tini: “Kan kamu yang ngeduluin. Bawa-bawa nama dia saat kita sedang gayeng-gayengan.”

Yudi: “Owalaah, maaf, maaf ya Tin. Aku maleh merusak suasana ya. Maaf Tin. Tadi aku gak niat nginget-nginget Bunga. Cuman intinya, setelah aku lihat kamu, Bunga kuwi terlihat hanya seperti remah-remah rengginang yang ada di dalam blek biskuit Khong Guan. Aku gak sadar ada yang lebih sipp dari dia. Bandingannya mirip kayak aku yang pernah gak sadar kalau ada yang lebih cantik dari Madonna, yaitu Demi Moore. Sampeyan seng Demi Moore, Bunga seng Madonna.”

Tini: “Madonna yo luweh ayuuu seksi timbang Demi Moore, Yud!!”

Yudi: “Di mataku Demi Moore tetap yang lebih cantik, Tin,” Yudi tampak gelagapan ketika menjawab perkataan Tini.

Yudi: “Sudah, Tin. Pokoke, saiki, di mataku, kamu yang paling uayuuu sak sekolahan! Titik! Ojo diteruskan eneh. Kita ngobrol yang lain saja yok!”

Tini: “Ohhh yowes lah, yok kita lupakan saja masalah Bunga ini. Eh sudah mau jam 9. Bapak Ibu hanya membolehkan sampeyan sampek jam segini aja, Yud,” ekspresi wajah Tini kembali menjinak dan enak dipandang.

Yudi: “Ampun kok cepat amat waktu berlalu. Ujug-ujug sudah hampir jam 9 ya. Tuh kan, kalau sama kamu, suka gak ngerasa kalau waktunya sudah lama. Ummm.. ummmm.. anuu.. Eh Tini, aku mau minta sesuatu. Boleh gak?” dengan gugup dan terbata-bata Yudi ingin mengutarakan suatu permintaan.

Tini: “Ya Allah dari tadi aku gak nyediain minum ya, Yud. Tunggu, Yud, kuambilin minum dulu ya!” segera beranjak dari kursi.

Yudi: “Eh eh bukan, Tin!” Yudi menyahut dengan cepat dan menahan Tini untuk tidak pergi masuk ke dalam rumah.

Tini: “Lalu apa, Yud?”

Yudi: “Ummm aku mau minta…. ummm minta MATAHARI.”

Tini: “Yudiiii, jangan aneh-aneh lah mintanya. Piye caraku ngasih kamu matahari? NASA saja baru tahu keberadaan UFO sama ET. Dan manusia baru bisa mendarat di bulan. Kalo matahari, piye Yud. Itu kan puanaaass banget sampe ribuan derajat! Ojo aneh-aneh!”

Yudi: “Tunggu, tunggu, Tini, tolong mandheg dulu sebentar! Aku nemuin kamu buat seneng-seneng sama kamu, bukan untuk mau pusing-pusing belajar IPA! Jadi yang aku maksud itu, aku pingin dikasi bahasa Inggrisnya Matahari sama kamu, Tin.”

Tini: “Bahasa Inggrisnya Matahari? Apa to, Yud? Aku tuh paling gak suka sama pelajaran Bahasa Inggris. Meskipun film favoritku itu film enggres, MACGYVER. Tapi aku gak iso bahasanya. Tanya aja Bu Endah, pasti inget aku, soalnya setiap kali ditanya, SELALU gak bisa jawab,” Tini menjelaskannya dengan panjang lebar dan berapi-api.

Yudi: “Aduh, ummm ummm…,” Yudi tepok jidat garuk-garuk pale.

Tini: “Aku jadi penasaran, Yud, sama teka tekimu. Aku tanya Bapak dulu ya! Mungkin Bapak tahu,” secepat kilat Tini lari masuk ke dalam rumah hingga membuat Yudi tak mampu mencegahnya.

Yudi: “Ehh ehh Tin Tin Tiniii…,” wajahnya berkeringat mulai panik.

Beberapa saat kemudian, Tini muncul bersama ayahnya.

Ayah Tini: “Bahasa Inggrisnya Matahari itu SUN. Kenapa ya? Ini sudah jam 9 lebih, Tini sudah waktunya istirahat. Nak Yudi segera pulang saja,” wajah Ayah Tini terlihat tidak bersahabat.

Yudi: “Ii.. ii. Iya, Pak. Baik, Tini, aku pulang dulu,” keringat Yudi mengucur makin deras dan dadanya makin berdegup kencang. Satu kata, TAKUT, sama Ayah Tini.

Tini: “Yudi, aku sudah paham maksudmu!” tiba-tiba Tini, dengan wajah sumringah, menyahut di tengah situasi yang tidak diharapkan ini.

Ayah Tini: “Sudah, sudah! Belum waktunya kalian MATAHARI-MATAHARIAN! Pulang pulang! Tini, sana tidur!”

Ketika Ibu Mertua Berkunjung

Mau membaca kindle The Craft, sejarah Freemasonry. Terakhir sudah halaman 25. Sudah makin instens nih, ada kisah John Coustos dan teman-temannya yang disekap dan disiksa oleh pihak gereja di Lisbon ibukota Portugis, agar mau spill segala hal yang ada dalam perkumpulan penuh rahasia tersebut. Peralatan siksaan yang disediakan bikin merinding dan tidak berani membayangkan agony yang dirasakan mereka. Hiks. Okay, siapppp pasang timer 40 menit. Teknik pomodoro mode ON.

Suara dari belakang muncul, “Tadi malam, Mama mimpi didatengin Bapak sama Embah. Semalaman kan Mama tawasulan, malam jumat kliwon.” Makin mendekat dan duduk di kursi sebelah.

*tutup Kindle, matiin timer


Waktunya Duolingo-Spanish dulu, como estas, Duo. Ayer yo ya aprendi Past Present Continuous dan ‘going to’ . Pasang timer 30 menit. “Ellos van a rompar la lampara de la sala. Ella estaba triste excepto mi hermana. Juan y Sofia estaban felizes de estar con sus nietos. Bla bla bla bla bla.

Tetiba ada suara yang muncul dan makin mendekat. Sambil mengambil posisi di sebelah, “Genjernya kemaren seger-seger, Ril. Oncomnya juga merah. Gak kayak yang waktu itu kita makan di Lembang itu ya, tempatnya aja lek (–lux–), rasanya bikin Mama perutnya eneg, oncomnya padet-padet, ngrowol, ujhnlkvcsjhojfldhhdjuiojfhodo**&())%%$##Oihh…”

*mematikan Duolingo-Spanish. Gak jadi.


Ohya, mau nyicil nulis dulu ah. TENTANG DIRIMU, MAMAH GAJAH. Ahaa, aku mau nge-list 38 saja, biar sesuai dengan usiaku ihihihiyy. “Tema tantangan bulan ini cukup tricky……. Kuliah penuh perjuangan, songong saat mencari pekerjaan…… bla bla bla.”

Terdengar suara di samping kiri, “Ibu depan masih jualan telur ya, Ril. Barusan Mama lihat dari jendela atas, ada truk dateng. Pinteran ya bisnisnya khjijehuorhgoeoodfij89…… &*($##%%^)))jjjdjj…”

*AUTO STOP menulis


Sudah jam setengah 5 teng. Mumpung sedang M, jogging lebih awal ahh. Sekalian HIIT di depan rumah sesudahnya.

— 45 menit kemudian, masuk rumah. Mendapat ‘kata sambutan’ —

“Pagi-pagi kok sudah lari. Gelap begini. Bagusan jam 10. Kata dokter, jam segitu paling bagus buat dapetin asupan vitamin D. Kalo vitamin A, B, C, mah banyak dan mudah didapat. Kalo vitamin D adanya ya melalui matahari. Gitu kata dokter di Youtube.”

Ehehehehe, iya Ma,” senyumin aja.

*sudah tahu, dan setiap jam 9 atau 10 rutin dede di halaman belakang.


Udah malam, sehabis sholat Isya, biasanya Mama sudah siap-siap tidur. Karena beliau selalu bangun jam 2 untuk tahajudan. Okay, it’s time to netflix and chiiiiill. Yuhuuu “Schitt’s Creek”, waktunya ngakak bersama John Rose, David Rose, Ray Butani, Roland, wkwkwkwkwk. Wkwkwkwkwkwk *ngakak terbahak-bahak saking kocaknya .

Tiba tiba dari belakang, “Alhamdulillah Mama sudah selesai tawasulan. Harus rutin, Ril! Jadi Mama selalu, pastiiii selaluuuu, gak pernah ketinggalan mendoakan almarhum Bapak, Embah, Buyut-buyut yang karena namanya gak tahu, Mama pakein BIN FULAN, habib-habib, syeh-syeh, nenek moyang, kaum muslimat, kaum muslimin, om-om tante-tante uwa yang gak kenal, ……..hguhionfrhuhrknhljoo…. &*^%#@$^&*)(__juhjguguikk..”

*matiin TV, gak jadi netflix-an


“Pah, ada sampah bungkus? Hari ini aku mau ke gazebo, waktunya pengumpulan sampah non-organik nih!” sembari memasuki kamar kerja Papito

Mendadak ada yang menyambar, “Harus ke sana bawain 3 bungkusan besar itu? Repot amat. Kalo Mama di sana tinggal kasi saja ke Mba Emi. Untungnya thikel-thikel itu mereka. Udah dapat duit, disuruh nganterin pula.”

Ada kalanya, harus menerangkan, “Ini untuk kebaikan BUMI, Ma. Jadi tidak apa-apa Ma kalau kami harus repot-repot mengantar ke gazebo. Mereka sudah paham bagaimana cara mengelola sampah-sampah ini, Ma. Jadi secara tidak langsung, kita ikut merawat planet kita tinggal. Kalo saya kenal di sini ada orang yang mau menampung seperti Mba Emi, saya juga pasti mau Ma ngasiin. Tapi di sini tidak ada, Ma.”


Dengerin musik dulu ahh. Ibu-ibu pecinta musik electronic-blending R&B, psychedelic, emotional chord progression, seperti 53 Thieves, kreasi Majestic, FKJ, gak sabar pingin mencapai eargasms. “…we’ve got two seconds to hit the surface of the sun hold onto the moments that make us two instead of onewas I too slow?

Komentar menghampiri, “Itu drone ya,.. lho kok ada yang dipakein cangkul. Kok itu cewek pake celana dalam saja, gak malu. Cowok kok nempelnempel ke sama-sama cowok,…. Itu ada TV yang jadul, kayak punya Mama waktu dulu tinggal di Sumurbatu, ……kkyuebufjdgjhji8897&^%..”

*matiin Youtube Music.


Sedang scrubbing tangan dengan sisa teh celup setelah selesai cuci piring.

Ditambahin lemon, lalu beras yang direndem semalaman, bagus Ril. Mama lihat di Youtube.” Diri ini pun menjawab, “Ehehehehe, iya Ma.”


Riweh menyiapkan sayuran dan buah-buahan untuk dijus. Ada wortel, apel, nanas, dan labu siam.

“Mba Vita tetangga juga rajin ngejus, Ril, suka dimasukkin di WA grup RT. Ada pakcoy, jahe, pear, stroberi, bergizi itu Ril!”

“Iya Ma, saya juga ganti-ganti gitu kok, Ma. Cuma hari ini karena yang ada ini, ya saya ngejus yang ini saja Ma.”


Papito mengajak kami semua makan di luar, dan memilih café atau restoran yang di atas rata-rata

“Harganya kok mahal amat. Untung gede nih tempat. Cuma seuprit gini ratusan ribu. Rasanya kalah sama yang Cibiuk. Mending Pandanwangi ke mana-mana. Sayang gak ada kerupuknya. Sayang kurang pedes. Sayang kuahnya kurang sedhep. Sayang…… sayang……..Teh manisnya habisin, segelas 30 ribu, jangan sampe gak habis. goeonbnioieiowi$**(@$%Y…..”


Mama memasuki rumah, setelah 2 tahun tidak berkunjung karena pandemi

“Beli perabotan lagi??! Rumahnya tambah sempit. Lihat deh tuh rumah Mama, lega kan. Karena Mama gak beli lagi. Secukupnya saja.”

“Itu Mas, Ma yang beli. Saya juga sukanya yang lega dan minimalis gitu Ma. Tapi Mas suka adaa aja barang furniture yang harus dibeli. Saat saya berpendapat, Mas tetep saja beli. Gak didengerin Ma kalo saya,” menjawab panjang lebar diperlukan agar tidak ada kesalahpahaman.


Saat Mama melihat kaos dalam Papito

“Ini kok kaos putih Mas, bawahnya banyak yang lepas benangnya. Dan kriting ngelinting gitu?? Bisa dijahit ini..”

“Mas sudah beli banyak kaos putih baru, Ma. Itu buat daleman kok Ma. Dan yang baru memang sama Mas gak dipake-pake. Katanya gak enak. Suka yang sudah belel begini, Ma,” wajib dijawab agar seorang Ibu perlu tahu habit anaknya.


Sedang dalam proses memasukkan baju kotor ke dalam mesin cuci

“Kalo masukin baju, jangan banyak-banyak. Itu pernah dibilangin sama pegawai mesin cuci Sam*ung saat dateng ke tetangga Mama, agar jangan kepenuhan …. khbheonnloeoi^&*)(^$$….”

Ohh iya Ma. Saya juga begitu Ma. Saya selalu membaca buku petunjuk agar tidak rusak.”


Saat sedang mencuci telur

“Itu bu Arum, nulis di (WA) grup tetangga, katanya telur jangan ducuci, langsung dimasukkin kulkas saja. Biar gak ada bakterinya khuiejiuuu6%^**(*$#%&….”

Kok begitu Ma..sampai saat ini saya masih mencucinya, Ma.”


Ahh mau nulis di kamar saja, lalu membaca, terus sekalian hulahopan dan yoga di kamar *mboyong yoga mat. Mumpung ada Papito dan Boo di bawah, jadi Mama bisa ada teman ngobrol di bawah

Beberapa menit kemudian. “Hhhmmm kok sepi amat di bawah. Pasti 2 cowok itu pada maenan di depan laptop masing-masing. Mama malah gak diajak ngobrol..,” membatin. “Udah ah gapapa, nanggung, belum selesai agenda hari ini,” meneruskan aktivitas.

Beberapa menit kemudian, masih sepi juga di lantai bawah. “Duh kasihan Mama, gak diajak ngobrol blas.. Udah ahh, aku teruskan nanti saja, mau ke bawah nemenin Mama dulu.”

Baru nongol menampakkan diri di tangga tengah, “Ril, ini ada ular gede banget 200 kg. Nih di Youtube.”

Dua menit kemudian…..

“Dulu Mama maen kastinya, bolanya kertas yang dikuwel-kuwel gitu. Susah jaman Mama dulu. Hdnahnnhgbmmjytjj…. Mama pernah makan es alpukat di daerah Bintaro, ada uletnya. &(()(^%%$$HHJikkkhkj… Dulu Embah masakin Mama tempe embos pake cabe ijo yang dibelah, enaaaaak…….&()_hjiolkkjwruqqerr…. “

Satu jam 10 menit jam kemudian……

“Jadi Emak Taronah itu keponakan tiri Uwak yang tetangganya Bapak, terus diangkat anak, dan nikah sama tetangganya Yu Emi, %^&*()hjkujwiehnfklkl8900076cRDFG12)))(….”

Diri ini membatin, “Tolong adzan maghrib, segera berkumandanglah…”


Ppfiuhhhhh, untung cinta. In any case, I always love you, Mama…. 🙂

“Sejak ruangan yang atas ditambahin AC-nya, jadi adem ya. Ademnya pas. Gak sedingin Bandung. Jajanan banyak, tukang sayur deket, sayurnya banyak pilihan dan seger-seger. Segala ada. Ishh Mama betah nih, Mama mau sebulan di sini.”

Anak mantu wedok be like:

Sumber: dariwebsite.pikpng.com/pngvi/JRiiRT_hair-face-pink-facial-expression-nose-anime-human-hair-anime-gif-meme/

Create your website with WordPress.com
Get started