Design a site like this with WordPress.com
Get started

Ramalan Bintang Madam Soothsayer Desember 2022

Yang ditunggu-tunggu datang juga muahahahahaha. Madam Soothsayer hadir kembali ke permukaan, menceriakan Mamahs semua dengan ramalan astrologinya yang abal-abal.

Sampai juga kita di penghujung tahun ya Mah. Tinggal hitungan hari, tahun 2022 akan selesai. Let’s relish every single second of these 26 days towards 2023.

***

Ahh siapa yang kayak Madam? Tidak merayakan Natal tetapi selalu cinta dengan suasana Natal? Ngacuuuunngggg!!

Madam suka dengan segala lagu natal, terutama yang “Have Yourself a Merry Little Christmas”.

Suka dengan semua film berbau natal, di Netflix sudah ada beberapa yang sukses bikin Madam menangis bahagia menontonnya, seperti “Noel’s Diary” dan “Falling for Christmas”.

Suka juga dengan berbagai pernak-perniknya, simply uplifting…*emoji mata berkaca-kaca.

***

Sebelum dimulai, Madam ngelap air mata dulu ya, hiks hiks hiks. Oke, MarKiSttt, Mari Kita Start! Uno, dos, tres!

***

***

***

CAPRICORN (22 DESEMBER – 19 JANUARI)

Mamah Capricorn pasti sedang nyiapin ulang tahunnya ya. Madam mengucapkan semoga yang disemogakan dikabulkan oleh Penguasa Langit, Bumi, dan Seisinya.

Bagi Mamah Capricorn yang tidak masyalah dengan loneliness, Madam yakin Mamah bisa bertahan ketika tidak ada satupun orang yang mengucapkan selamat ulang tahun. Eitt tapi jangan biarkan Pak Suami lupa ya, or else, bobok di luar, muahahaha.

Ohya, Mah, sudah atuh, jangan stalking IG-nya mantannya Pak Suami, bbahhaayyaaa nih, kalau kepencet tombol “like” pegimana. Bahkan kolor Pak Suami pun tak mampu menutupi wajah malunya Mamah.

Pesan dari Madam, tak perlu insyekurrr, buktinya kan Mamah yang dipilih Pak Suami untuk menjadi pendamping hidupnya hingga akhir hayat. Syemangaaat, Mah! 🙂

***

AQUARIUS (20 JANUARI – 18 FEBRUARI)

Ada yang sedang sangat berbahagia nih. Syelamat, Mamah Aquarius! Pak Suami ngasih tambahan uang bulanannya banyak amat.

Cuss book dokter estetik langganan Mamah buat treatment facial bokong dan kentjang payudara. Toh yang bakal gembira maksimal juga Pak Suami kalau begini kan. *wink wink wink

Hhmmm, Mah, please di-ignore saja tuh DM dari berondong gak jelas. Jangan terbuai dengan rayuannya. Ingat, lelaki macem gitu tuh pengennya ‘nyempil’ doang. Mamah pasti paham kan maksud Madam.

Madam berpesan agar Mamah banyak-banyak mendoa agar tidak tempting dengan godaan syaithon yang terkutuk!

***

PISCES (19 FEBRUARI – 20 MARET)

Sepertinya lagu terbarunya Mba Taylor Swift yang “Anti-Hero” ngena banget ya ke Mamah Pisces saat ini. Getting older tapi belum wiser.

Madam paham kalau Mamah suka melawan arus. Yang lain berlomba-lomba pengen terlihat wah di society, meanwhile Mamah kebalikannya. Gapapa Mah, Madam salut dengan keberanian Mamah begitu.

Tetapi ada kalanya untuk tidak rebel dengan orang-orang terdekat yang mencintai Mamah. Egonya bisa direm dulu, dan berpikir sejenak, agar setuju dengan hal yang memberi manfaat. It’s okay not to be antimainstream for a moment.

Satu lagi! Mah, jangan jadikan bentuk badan sebagai standar untuk menjadi “Mamah keren” ya. Selama Mamah tidak melupakan tugas utama Mamah dalam ngopeni anak bojo, Mamah harus bangga, walaupun body tidak seperti idola Mamah!

You are great on your own way, Mah! Senyuuuuuum! 🙂

***

ARIES (21 MARET – 19 APRIL)

Hola Bossbitj! Oopps, kasar sekali Madam. Tenang, tenang, Mah! Madam manggilnya in a good way lho dan tidak bermaksud insulting.

Kan Mamah Aries orangnya bossy, bukan. Harus bangga dong, natural born leader euy!

Bau-bau liburan sekolah anak sudah makin dekat. Lemesyin dulu, Mah. Ngalah dulu ya Mah, untuk kali ini, biarkan Pak Suami dan bocah yang nentuin agenda liburannya. Mamah demennya yang gemerlap dan dikelilingi pusaat belanja yang asoy, sedangkan Pak Suami pengennya yang alam. Dah, turuti saja, Mah.

Sini Madam bisikin, “Mamah bisa sepuasnya poto-poto OOTD di wisata alam lho. Sok atuh pilih baju-baju gemesh-nya buat dibawa!”

Inga’! Semua PASTI ada bagusnya, lihat dari perspektif lain.

Salam syehat dan semoga dapat foto bagus yang banyak yawww! Madam doain nanti LIKE-nya buanyaaak, muahahahaha 😀

***

TAURUS (20 APRIL – 20 MEI)

Mamah Taurus, tolong itu bucinnya ditahan sedikit. Semua laki-laki pasti bersukacita ketika mendapat istri yang super setia dan gak macem-macem.

Namun inget, Mah, kadang menolak dan gak menuruti adalah koentji!

Pernah dengar pepatah, “Makin dipepet, makin pengen ngabur“? Yah begitulah, Mah. Sorry to say, it happens! Di mata pasangan yang gak tau diri, partner yang bucin tuh membosyankan.

Madam sudah memperoleh wangsit sepesial buat Mamah Taurus dalam hal ini. Nanti malam saat Pak Suami ‘minta’, saatnya Mamah yang dominan! Jangan manut dibolak-balik kayak setrikaan! Waktunya Mamah yang pegang kendali, gantian dia yang jadi setrikaannya!

Yasss yippee ki yay, mainkan, Mah!!

***

GEMINI (21 MEI – 21 JUNI)

Mamah Gemini, janganlah terlena dengan pujian. Seringnya Mamah dipuji sebagai Mamah body goal, jangan sampai membuat Mamah songong.

Berusahalah untuk datar menerima berbagai pendapat. Baik pujian maupun ejekan, saran, kritik, masukan, feedback, … semuaaaaanyaa… jangan dimasukkan ke hati.

Langsung bersyukur padaNya begitu dibilang bagus, dan langsung mohon ampun padaNya ketika dibilang buruk dan cepet-cepet memperbaiki diri.

Kok jadi tegang begini ya wangsit Madam untuk Mamah Gemini. Ahh pokoknya, jangan jadi sok yes ya, Mah! 🙂

***

CANCER (22 JUNI – 22 JULI)

Hello kamu, Mamah Cancer. Si Mamah yang atraktif dan great kisser. Ehem ehem. Uwowww pasti Pak Suami selalu dan akan selalu ter-Mamah-mamah nih ihihihiiy.

Saking cintanya yang segunung, Pak Suami rela berkorban apapun demi memenuhi permintaan Mamah, termasuk ngutang ke pinjol.

Mungkin Mamah gak tau, jadi sebaiknya Mamah yang ngeduluin untuk gak minta yang gak penting-penting banget. Termasuk s*x toy warna pink yang sudah ada di wishlist Tokopedia Mamah sekarang. Wes to, Mah, ada yang aseli, gak perlu beli yang beginian.

Madam hanya bisa memberi acungan jempol untuk Mamah Cancer yang selalu berbinar di segala suasana. T.O.P. 🙂

***

LEO (23 JULI – 22 AGUSTUS)

Mamah Leo, alhamdulillah haleluya, bulan ini Mamah akan mendapat kesenangan tiada tara. Ini adalah hasil kesabaran Mamah dalam menghadapi semua badai yang datang.

Setelah penderitaan dan kesedihan itu, sudah saatnya Mamah didatangkan seorang pria yang tak akan mengecewakan.

Percayalah, Mah, slogan “Semua laki-laki itu sama”, tidaklah betul. Banyak juga kok yang bener. Salah satunya ya orang itu, Mah, yang sekarang rutin WA Mamah.

Enjoy your life, Mamah Leo. 🙂

***

VIRGO (23 AGUSTUS – 22 SEPTEMBER)

Bagi Mamah Virgo yang juga working mom, plis jangan syedih kalau dicuekin bos. Malah ambil enaknya saja Mah. Kalau bos gak pernah nyuruh-nyuruh nor minta opini, tetaplah happy! Leyeh-leyeh tetapi gaji mengalir terus. Wuahhh, Madam ngiler, Mah!

Hari-hari Mamah bisa difokuskan untuk mengembangkan diri, untuk belajar hal baru. Tau sendiri kan, kerja di kantor mostly repetitif saja. Jadi momen ini adalah kesempatan emas untuk Mamah ‘memoles’ kualitas Mamah.

Intinya, terimalah takdir Mamah dengan ceria dan positive thinking. 🙂

***

LIBRA (23 SEPTEMBER – 23 OKTOBER)

Kalau kata Koh Afuk, “Berharap banyak, siap-siap kecewa banyak.”

Itu lho Mah, Koh Afuk yang di “Cek Toko Sebelah”.

Bulan Desember ini, mohon Mamah Libra mengingat kalimat ini ya. Kalau dari penglihatan Madam, Mamah Libra sedang dijanjiin liburan ke Swiss ya oleh Pak Suami. Mamah pun sedang asyik-asyiknya browsing lokasi yang dikunjungi Se-Ri dan Jung-Hyuk dalam drama Korea-nya “Crash Landing on You”.

Ya gapapa sih Mamah mempersiapkan ini itunya, tetapi Mamah juga luangkan sebagian kekecewaan, kalau-kalau jadinya berlibur di Taman Mini saja.

Yang penting semua sehat walafiat ya Mah. 🙂

***

SCORPIO (24 OKTOBER – 21 NOVEMBER)

Akhir-akhir ini berita memprihatinkan wara-wiri. Gempa berderet di daerah-daerah negara Indonesia kita tercinta.

Ya, Mah, tindakan Mamah Scorpio kali ini patut diacungi jempol. Berinisiatif mengumpulkan donasi dari geng arisan Mamah, dan.. oh wow, shockingly, ide Mamah unpredictable. Membelikan daleman buat para pengungsi gempa di Cianjur.

Madam kok gak kepikiran ke arah sana ya. Cerdas, Mah, dirimu!

Yah begitulah Mamah Scorpio yang selalu thoughtful, penolong, dan considerate, Namun sesibuk apapun dalam menggalang dana, harap perhatian ke Pak Suami jangan sampai terlewatkan. Or else………….

***

SAGITARIUS (22 NOVEMBER – 21 DESEMBER)

Aaaaaa Happy Birthday, Mamah Sagitarius yang pemberani, independen, dan seorang istri sekaligus ibu yang supa-awesome. 🙂 Boleh nih Mah, ganti penampilan baru, …. dengan coloring rambut, perhaps?

Sok atuh, Mamah mau minta hadiah apa? Kasih list-nya ke Pak Suami.

Dari penerawangan Madam, Mamah akan sukses dalam berbuat dan berkarya. Keuletan Mamah akan membuahkan hasil. Salute!

Umm apa lagi yaawww? Ohh… Mamah Sagitarius ini kalau sedang suka lagu, diulang-ulaaaaang terus yah ihihihiiiy. Ya monggo-monggo saja asalkan jangan dikencengin suaranya ya Mah. Karena gak semua orang punya selera yang sama dengan Mamah.

***

***

***

Kisah “Mengerikan” di Jumat Malam

Peristiwa dalam cerita ini masih dialami oleh keluarga Marvel-KW2. Lagi-lagi dikarenakan beresiko tinggi nama baik mereka tercemar, maka penulis tidak berani mencantumkan nama aslinya.

***

Malam itu, Pak Loki dan Bu Elektra ingin melemaskan otak sejenak. Namun sayang, Bu Elektra tidak bisa menikmatinya dengan optimal karena hal ‘mengerikan’ melanda.

Hhhmm, kenapa ada tanda kutipnya dalam kata “mengerikan”?? Semua akan indah pada waktunya, semua akan terkuak setelah membacanya.

Lho, Nak Spiderman di mana? Nak Spiderman gak ikut, karena tempat yang dikunjungi emak bapaknya kurang sesuai untuk anak kecil. Syukurlah, dia sudah berani ditinggal di rumah sendirian.

***

Kejadian ‘ngeri’ itu terjadi di sebuah bar di BSD untuk para casual drinker, yang kalau nyalain musik tuh kenceeeng banget, tapi surprisingly smooth. Jadi didengerin pun enak, gak kedumbrangan, dan gak bikin budheg. Hhhmmm aneh juga yah, Bund.

Pak Loki: “Mam, jangan nengok! Cewek yang berdiri di ujung, baju coklat, dari tadi nglihatin aku terus.” …. sambil senyam-senyum gak jelas akibat ke-geer-an akut.

Bu Elektra refleks hampiiiiir saja ingin menengok.

Pak Loki: Jangan langsung nengok, Mam!

Bu Elektra pun sigap dan sabar sebentar. Setelah 1 menit, barulah dia pura-pura tengok ke kanan tengok ke kiri.

Bu Elektra: “Yang pake celana pendek, dan toge itu Pap? Yang rambutnya dikepang?”

Pak Loki: “Yap!

Bu Elektra: “Itu salah satu Mba waitress-nya Pap. Mosok sih mau nakal??”

Pak Loki: “Eh jangan salah Mam! Persaingan ketat.”

Bu Elektra: “Kan Mba-nya sadar kalau Pap lagi sama aku. Gak mungkin lah mau maen nyeruduk aja.”

Pak Loki: “Emang kayak gitu Mam dunia ginian! Percaya deh!”

Bu Elektra: “Ah gak percaya aku Pap! Papi sotoy!”

Pak Loki: “……..”

Bu Elektra: “I know you so well, Papito. Kamu mah good boy yang sok-sok-an bad boy. Sudahlah Pap, kamu harus bangga dong jadi bapack-bapack alim, jangan bikin image kalau kamu tuh bapack-bapack genit yang tau segalanya tentang perlendiran harom.”

Pak Loki: “Hehehe, kamu gak tau apa itu reverse psychology? Aku sedang melakukan itu, Mam. Membuat diriku terlihat baik, tapi sok-sok-an buruk, biar dikira baik padahal aslinya buruk.”

Bu Elektra: “Papito! Kamu seperti angka 8! Mbulettttiiii!

Pak Loki: “…… Untung aku gak sendirian ya Mam. Kalau gak ada Mam, bbbahhhayyyaa nih. Aku bisa nginthil Mba-nya.”

Bu Elektra: “Wkwkwk asyem kunyet ih Papito. Orang-orang mah sok baik, kamu sok buruk, wkwkwk. Papito, Papito… Lagian, aku sudah memantrai kamu, Pap. Pake jampi-jampi. Minuman yang setiap aku ambilin, ada ramuan rahasia yang selalu membuatmu ter-elektra-elektra sampai kapanpun, ihihihiiiiy.”

Pak Loki: “Ap… Apa maksudny..”

Belum selesai berbicara, Mba waitress yang sedang dibicarakan berjalan menuju ke meja mereka. Wah panjang umur Mba-nya 🙂

Mba Waitress Baju Coklat-Toge: “Halo. Mau nambah bir?” …..bertanya ke Bu Elektra.

Bu Elektra: “Umm endak usah Mba. Terima kasih. Ini saja.”

Mba Waitress Baju Coklat-Toge: “Atau soju. Ada promo, Kak. Yang varian fresh, bisa bikin Kakak semangat ngelayap sampai malam.”

Bu Elektra: “Sudah Mba, tidak apa, ini saja. Nanti kalau kurang, saya panggil, Mba. Terima kasih.”

Mba Waitress Baju Coklat-Toge: “Cuman teh tawar panas saja, Kak?”

Bu Elektra: “Ehehe iya Mba. Soalnya sedang gak mood minum.”

Mba Waitress Baju Coklat-Toge: “Baiklah Kak. Nanti kalo butuh apa-apa, panggil ya.”

Tanpa bertanya ke Pak Loki, Mba-nya langsung ngeloyor pergi.

Pak Loki: “Mba, Mba. Saya mau nambah 1 Lychee Martini ya.”

Mba Waitress Baju Coklat-Toge: “Baik, Kak.”

***

Pak Loki: “Mam. Aku salah. Ternyata, dari tadi Mba-nya itu bukan nglihatin aku. Tapi kamu!”

Bu Elektra: “Eeeeengg. Maksud?”

Pak Loki: “Lihat Mam. Dia nglihat ke arah sini lagi. Nglihatin kamu!”

Bu Elektra: “Aduh jangan bikin aku deg deg an lah Pap. Merinding gini jadinya.”

Pak Loki: “Yap Mam. Dia gak straight.”

Terlihat ekspresi ketakutan di wajah Bu Elektra.

Bu Elektra: “Ahh sudah ah! Papito, ayok kita pulang! Pulang! Pulang sekarang!”

Pak Loki: “Ya elah masih jam 9 Mam. Belom malem!”

Bu Elektra: “Maaf Papito, aku gak nyaman, Pap. Serius!”

Pak Loki: “Kan ada aku, Mam. Tenang aja. Kalau dia make a move, aku gak bakal diem saja.”

Bu Elektra: “Maaf Papito, aku gak mau, Pap. Kita pindah di tempat lain saja, Papito. Ya Pap?”

Pak Loki: “Ya sudah. Huuuuucemen! Ehh tapi tadi udah pesen minuman lagi, Mam!”

Bu Elektra: “Diminum di meja bar aja sono, Pap. Jangan sampe Mba-nya deketi aku.. 😦 “

***

Sambil berjalan menuju tempat parkir.

Pak Loki: “Mam, brati sekarang kamu jadi sainganku, Mam!”

Bu Elektra: “Saingan? Ambil, ambil, ambil dah Pap! Dari dulu sampai kiyamat, aku adalah pecinta terong sejati! Tak akan pernah ku berubah haluan menjadi pemuja tempe!”

***

***

***

Kebingungan Mau Menulis Tentang Apa, Akhirnya Mamah Gajah Satu Ini Memilih Untuk Mengikuti Arah Ke Mana Jarinya Mengetik, Tetapi Malah Jadi Galau, Ya Sudah Tak Apalah Ya

Paragraf 1

Hari ini tanggal 1 Desember 2022, jam sudah menunjukkan pukul 19.58.

Aaaaa tidaaaak, tinggal 5 jam lagi event Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog bulan November 2022 ditutup.

Saya bertekad untuk tidak skip demi kepuasan batin berhasil melawan keengganan dan memaksakan diri untuk konsisten.

Ohh speaking of, ini juga kebiasaan buruk saya nih. Procrastinating alias suka menunda-nunda. Seringkali di tahun 2022 ini, Tantangan dan Nulis Kompakan, saya baru mengerjakannya menjelang due date.

Sampai-sampai anak saya pernah menyeletuk, “Kenapa sih Mamah kalau ngerjain selalu pas sudah mau tutup?”

Ahahahaha, dia noticed ya. Hhmmm semoga bocah tidak ikut-ikutan bad habit ibunya. Stay on your lane, Son.

Saya berharap tahun depan bisa menjadi versi diri sebagai Mamah member MGN yang lebih baik. Mau dan mampu menulis di saat yang tenang, tanpa harus grusa-grusu akibat salah sendiri.

Dan bisa menjadi salah satu Mamah penyetor tercepat, ehehe. Gak muluk-muluk, 1 kaliiii saja juga sudah menjadi achievement dah buat saya ahahaha.

***

Paragraf 2

Tahun 2022 saya rutin menulis fiksi. Somehow saya suka sekaliiii. 🙂

Namun kadang saya jadi menggalau saat ada beberapa orang yang menganggap tulisan fiksi saya itu nyata, weleh. 😦

Jadi teringat dengan Mamah Risna saat dulu pernah berbincang di group Tele MGN. Beliau bilang gak suka menulis fiksi karena suka dianggap pembaca bahwa itu beneran adanya ahahaha.

Ahh tapi sebagai generasi milenial yang tahan banting, syukurlah saya bisa mengatasinya dan tidak take it personal, apalagi sampai ngambek.

Dengan beberapa inhale dan exhale, saya meng-embrace bahwa semua perspektif itu ada. Manusia kan berbeda, pasti punya opini masing-masing.

Jadi tenchuu saja saya tidak marah. Sebaliknya, saya berterima kasih kepada beliau-beliau, karena sudah mampir dan membaca tulisan saya. Ehehehe. Toh itu kan kenikmatan seorang penulis, meraih klimaks saat tulisannya ada yang membaca. 🙂

***

Paragraf 3

Baru kemarin banget, saya iseng menonton “Wednesday” di Netflix. Memang sih genre-nya yang fantasi dan horor supernatural bukan kesukaan saya, cuman ingin nengok sebentar saja.

Dari beberapa menit menontonnya, saya tertarik dengan 1 kalimat yang diucapkan Wednesday saat teman barunya menanyakan akun medsosnya.

“I find social media to be a soul sucking void of meaningless affirmation.”

Masih dalam renungan, karena saya tidak sepenuhnya setuju, juga tidak sepenuhnya tidak setuju. Lho kok??

***

Paragraf 4

Di tahun ini juga lah, saya akhirnya memberanikan diri menjadi seorang shaman a.k.a dukun, dengan menulis ramalan zodiak bulanan. Karena niatnya memang dari Mamah untuk Mamah, ya jelas saya selipin bumbu-bumbu bed-scene.

Tidak disangka, memang seru dan asyik ya mengarang indah ehehe. Sky is the limit. Selain itu, karena menulisnya di blog sendiri juga, jadi aturannya pun suka-suka.

Membuat saya bersyukur ditakdirkan bisa bertemu dan mengenal komunitas MGN, yang memberi saya insight untuk punya blog dan menggali serta menampung ide melalui tulisan.

Definisi “writing for healing” sudah saya rasakan benefits-nya. 🙂

***

Paragraf 5

Tiga puluh hari lagi menuju tahun 2023. Apa ya karya bermanfaat yang bisa saya lakukan dalam 1 bulan ke depan?

Maukah? Mampukah? Bisakah?

Emboh lah. Jalani saja lah ya. Ehehehe.

***

Paragraf 6

Ya ampun, sekarang sudah jam 21.41!

OMG, tulisan sesingkat ini membutuhkan waktu hampir 3 jam! Oh my! Maklum, sambil dengerin streaming radio, setiap kali ada lagu favorit, ngetiknya mandheg buat ikutan nyanyi.

Cheers 🙂

***

***

***

Q ‘n A (3)

Pelaku momen tanya jawab berikut sengaja disamarkan namanya, karena khawatir bisa dikenai pasal pencemaran nama baik. Terutama si Ibu.

Mari kita panggil saja mereka dengan keluarga Marvel-KW2. Ada Pak Loki, Bu Elektra, dan Nak Spiderman.

***

Pak Loki: “Mam, kalau kita olahraga menggunakan lemak yang dari sel adiposa, nanti pembakaran lemaknya akan dikeluarin sebagai apa?”

Bu Elektra: “Ummm kringet, Pap.”

Pak Loki: “Bukan!”

Bu Elektra: “Pipiisss!

Pak Loki: “Bukaaan!

Bu Elektra: “Poop!

Pak Loki: “Bukan, Maaaam!”

Bu Elektra: “Ahh Papito mah curang! Kan baru saja dibaca Biokimia-nya. Pasti sudah tau jawabannya kan. Ngetes doang kamu mah ih!”

Pak Loki: “Lhahh kan kamu yang lulusan Biologi. Dulu sudah belajar itu. Kalau aku Elektro, ya jelas harus baca!”

Bu Elektra: “Ohh ehehe, iya ya Pap. Tunggu Pap. Aku inget inget dulu ya…”

Pak Loki: “Ada hubungannya sama siklus Krebs, Mam. Coba itu yang diinget.”

Bu Elektra: “Iya Pap, ini sedang mengingat…”

Pak Loki: “Ayok, jangan sampai gak tau, Mam! Siklus Krebs kan basic.”

Bu Elektra: “Oiya Pap. Maaf aku baru inget. Dulu aku gak tau sekarang lupa. Apa Pap jawabannya?”

Pak Loki: “Gimana nih lulusan Biologi ITB yang IP-nya mendekati cumlaude..”

Bu Elektra: “….. iya, iya. Tapi Papi jangan gitu dong. Setiap kali aku gak bisa njawab, Papi selalu membawa-bawa ke-Bio-ITB-an ku. Nadanya merendahkan. seolah aku gak pantas lulus dari situ. Tolong pertimbangkan mental health-ku atuh Pap!”

Pak Loki: “Mental health? Preeetttt.”

Bu Elektra: “Pap, masio aku bukan generasi Z atau generasi stroberi, tapi aku juga bisa rapuh lho Pap.”

Pak Loki: “Preettt.”

Bu Elektra: “Hhhmm kalau aku kenapa-napa, aku menuntut kenaikan uang bulanan ya Pap.”

Pak Loki: “…………”

Bu Elektra: “Eh Pap, aku penasaran, tadi apa jawabannya?”

Pak Loki: “Dalam bentuk NAFAS, Mam! Dikeluarkan sebagai CO2. Krebs cycle-nya dibaca lagi!”

Bu Elektra: “Iya Pap, nanti aku pinjam bukunya ya.”

Pak Loki: “……”

Bu Elektra: “Ohya Pap. Aku tiba-tiba inget! Kayanya dulu aku pernah gak masuk Pap pas pelajaran itu.”

Pak Loki: “……”

Bu Elektra: “Oh maaf Pap. Bukan. Kayanya aku dulu tuh belajarnya SKS, sistem kebut semalam. Jadi belajarnya pas mau ujian aja. Nilainya A plus plus. Terus abis itu ilang Pap di pikiran.. 😦 ”

Pak Loki: “Nak Spiderman, kamu denger kan Mam Pap sedang ngobrol apa? Camkan ya Nak, jangan kayak Mamahmu! Belajar itu yang bener! Jangan cuma buat ngejar nilai, harus dipahami betul!”

Nak Spiderman: “Iya nih Pap. Aku nanyain Mam tentang yang men-trigger adanya Perang Dunia 2 aja gak tau. Padahal kan gampang jawabannya. Nazi menyerang Polandia di tahun 1939. Tapi Mam cuma diem aja.”

Bu Elektra: “Lho wajar dong, Nak. Mam dulu gak ada pelajaran Perang Dunia. Mam ingetnya G30S PKI.”

Pak Loki dan Nak Spiderman: …….mentertawakan Bu Elektra…….

Bu Elektra: “Dah ah aku mau ke atas, mau tidur siang dulu! Jangan ganggu ya. Kalau laper, jangan panggil-panggil ya!”

Pak Loki: “Lhahh kan emang aku biasanya juga GoFood, Mam. Istriku Tidak Bisa Memasak, Bisanya Cuma Ngejus.”

Bu Elektra: “Ehh itu kan sehat bergizi, Pap. Yang bikin Papi turun BB juga karena jus-ku lho! Harus bersyukur Pap dengan istri seperti aku. Aku juga setiap hari masak nasi dan telor rebus buat kalian kan.”

Pak Loki: “………”

Nak Spiderman: “………”

Pak Loki: “Nak, kamu tiap hari gak makan nasi sama telor saja kan? Kamu kan sudah ada GoPay, pesen sendiri, pesen makan yang lengkap gizinya!”

Nak Spiderman: “Setiap pulang sekolah, pasti Mam mampir beli makan dan kue-kue, Pap.”

Pak Loki yang sempat shocked, kembali bisa menghela nafas dengan normal.

***

***

***

Karena Jantan dan Perkasa, Wong Gendheng Ini Selalu di-Swipe Right oleh Cewek-cewek Cakep di Aplikasi Dating, Setelah Mendapatkan Kenikmatan Tiada Tara, Ehh Ceweknya Malah Pada Dibunuhin, Innalillahi…

Pasti beginilah judul yang akan ditulis oleh koran Lampu Merah yang eksis 20 tahun yang lalu dalam menggambarkan peristiwa di drakor “Somebody”.

Peringatan. Drama Korea terbaru di Netflix ini sama sekali tidak cocok untuk anak-anak di bawah 21 tahun. Kalau Mamahs ingin menontonnya, harap pastikan tidak ada bocah di sekitar.

***

The Review

Jumlah episodenya yang singkat, hanya 8 episode, langsung masuk pilihan. Cocok untuk penikmat film yang singkat, padat, dan tidak bertele-tele.

Drama Korea yang kebanyakan 16 episode, seringkali membuat Bu Sri skip-skip karena kelama-a-a-a-an dan kadang membosankan.

***

Sepertinya, peran Mas Yun-O yang psikopat ini niatnya mau mengikuti karakter Mas Joe Goldberg di serial “YOU”. Tapi sorry not sorry, jauuuhh.

Meskipun dari segi appearance, fisik Joe bukanlah yang gagah ala God-Bod begitu. Namun tidak ada yang bisa menandingi pesona Joe Goldberg; yang kharismatik, charming, dan mudah membuat para ciwi-ciwi klepek-klepek dengan keahliannya ‘speak-speak-iblis’.

***

Sedangkan Mas Yun-O di film ini divisualkan sebagai laki-laki 35 tahun yang berbadan nyaris sempurna. Tinggi, kekar, umm gagah lah pokoknya.

Menang penampilan saja, tetapi behavior-nya tidak ada yang menonjol. Kalau memakai istilah para movie-reviewer: karakternya kurang kuat.

***

Ohya, SOMEBODY ini adalah nama aplikasi dating yang diciptakan oleh Mba Kim Sum, seorang perempuan jenius yang juga penderita sindrom asperger, sulit dalam bersosialisasi (autis tapi kecerdasannya di atas rata-rata).

***

Dari drama ini diperlihatkan bahwa hampir semua pengguna SOMEBODY memfungsikannya untuk mencari partner one night stand.

Ohh jika begitu, makes sense ya kalau peran Yun-O yang hanya mengandalkan kegantengan semata.

Yun-O kadang sih tidak pakai foto diri, tapi pas akhirnya diajak bertemu, cewek-cewek itu jadi pada horni dan langsung minta diajak ke hotel.

Owalah, Mba, kepriben sehOopps gak boleh judging atuh, Bu Sri!

***

Sekilas tentang Mas Yun-O.

Menurut Bu Sri, jarang pemeran utama pria di drakor berwajah seperti ini. Rata-rata aktor prianya ‘cantik’: rambut tersisir rapih, memakai lipstick, wajahnya putih dan mulus, gak ada sedikitpun bulu-bulu atau apa gitu. Kakinya pun tercukur sempurna.

Walah cowok kok koyok ngene toh. Gak manly blazzz.

Ehehehe, maaf maaf, pasti banyak Mamahs pecinta Oppa Korea yang ngambek nih baca opini saya. Ehehe. Mohon maaf, ini pendapat pribadi saja kok. Pastinya Bu Sri memahami bahwa setiap manusia memiliki personal preference-nya masing-masing di segala aspek.

***

Bu Sri perlu berterima kasih kepada pemilih cast-nya. Peran seperti Yun-O memang tepat dibawakan oleh Kim Young-Kwang. Warna kulitnya cenderung gelap, ekspresinya sedikit nakal, dan … dirty sedikit. Ihihihiiy.

Ibaratnya, ketika sedang ‘titik-titik’ tuh, mau all out. Gak takut rambutnya jadi berantakan, gak takut lipstik-nya jadi belepotan, gak takut antingnya ketarik. Memang seharusnya pejantan begitu bukan wkwkwk.

***

Bersyukur sekali karena adegan plus-plus-nya ruarr biasa! Ini juga berkat Yun-O nih yang pembawaannya ‘cowok banget’. Beda dengan para Oppa Korea lainnya.

Biasanya kan drakor itu adegan cintanya kagak nendang, mehhhh. Suka gemes lihat pemeran cowoknya gak bisa ngekep ceweknya dengan penuh gairah. Ya itu tadi, seolah pengen menjaga tatanan rambutnya biar gak morat-maret.

***

Jalan ceritanya kurang greget. Memang sih mencekam dan aura kesadisannya terasa maksimal, namun kurang ada bumbu, kurang sedhepp.

Seharusnya ada orang yang sepadan dengan Yun-O agar bisa tahu titik lemahnya dan bagaimana menjaringnya caught in the act.

***

Persahabatan antara Kim Sum, Mok-Won yang dukun, dan Gi-Eun yang seorang polwan yang juga hampir saja jadi korban pembunuhan Yun-O; juga kurang klik. Kok gak dapet ya chemistry-nya. Hhmm.

***

Dari tadi kok Bu Sri kayaknya mengkritik “Somebody” terus ya. Ehehehe.

Secara keseluruhan serial ini memang bukan untuk Bu Sri, kurang menggigit di sana sini. Hanya tertarik karena adegan plus-plus-nya saja.

***

***

***

When in YK

PROS

Sebagai perempuan yang berdarah 70 persen Jowo tulen aseli medhokk puuooollll notok jedhugg, Bu Sri merasa kota ini adalah the place where she should belong.

Jogja dominan dengan sentuhan Jawa, ornamennya, atmosphere-nya; tapi mengandung plot twist. Tidak ketinggalan zaman dan tetap catch-up dengan hal yang modern.

***

Jalan Malioboro yang merupakan mandatory untuk dikunjungi, sekarang jauh lebih tertata dibandingkan puluhan tahun yang lalu. Gak nyesel deh mampir sini.

Awalnya mau skip saja karena ‘gitu-gitu aja‘, tetapi Pak Udin memohon soalnya seumur-umur belum pernah menikmati keberadaan kawasan vintage ini.

Surprisingly, bagussss. Pak Udin mengklaim bahwa Malioboro jauh lebih bagus daripada Braga.

Ohya, sempat juga makan lontong sate ayam telur puyuh yang dijajakan oleh ibu-ibu di sepanjang area. Lumayan enak…, cuma agak khawatir, semoga dagingnya ayam beneran ya, ehehehe.

Opo eneh yo? Ohh, Pak Udin, Bu Sri, dan Boo went for a ride in a dhokar. 🙂

***

Alhamdulillah hotel pilihan Pak Udin yang namanya The Alana berada di daerah yang nge-hits, uhuuyyy. Banyak banget pilihan makanannya. Bahkan Boo bilang bahwa ayam goreng yang dipesan via GoFood, katanya “enak banget, Mam!”

Bukan hanya kedai makan yang kecil-kecil saja, tetapi cafe dan coffee shop yang asik-asik juga berderet. Aaaa tenchuuu saja ini kedoyanan Bu Sri.

Ada Epilog, Eskala, Tip Tap Toe, Kolona, dan lupa; tapi yang pasti tinggal pilih, semua terlihat oke.

Diantaranya baru 2 saja yang akhirnya disamperin: Eskala dan Tip Tap Toe. Zuzur, Bu Sri ke sini untuk beli suasana dan pengalaman.

Pesannya pun salad dan air kelapa muda doang. Sedangkan Pak Udin, sudah pasti minum yang ada alkoholnya. Tak apalah, namanya juga bapack-bapack. Sesekali ya boleh-boleh saja dong.

Tempat hits lainnya, insha Allah, kalau nanti maen ke YK lagi dijabanin. 🙂

***

Yang bikin kaget lagi adalah nemu Filosofi Kopi, yang jaraknya hanya sekitar 600 meter-an dari hotel (lihat di Google map). Kirain itu hanya di film-nya saja lho, tapi ada beneran. Pastinya wajib mampir kalau ini mah. Film “Filosofi Kopi” kan masuk daftar film Indonesia keren versi Bu Sri.

Sayangnya pas ke sana malam dan hujan, jadi gak bisa mengambil foto dan video dari depan dan luar.

Suasananya memang disengaja dilokasikan di tengah ndeso. Jalan perkampungan kecil yang masuk gang-nya pun lebih ke dalam.

Di situ, nyobain makan mie goreng Jawa dan tempe mendoan, dan cocok sekali untuk dikunyah saat hujan dan dingin.

Terlihat sekali Ibu pemasaknya passionate dalam menyajikan makanannya. Rasanya pun sesuai harapan, lezat dan sedhepp; tapi minyaknya terlalu banyak ehehehe, komoh-komoh gitu jadinya.

Well itu opini Bu Sri, siapa tahu memang oleh ibunya sengaja dibikin begitu karena banyak yang suka kalau mie-nya berlumuran minyak.

***

Candi Prambanan masuk itinerary utama, karena ingin tahu kemegahannya dan meresapi sejarahnya. Tak mengecewakan, tempatnya rapih, apik, bersih, dan indah sekali. Hiks pengen nangis saking terharunya.

Sampai-sampai Bu Sri gak mau difotoin oleh Pak Udin karena ingin fokus dengan relief-relief unik yang terukir di batu candi. Ada kisah Ramayana dan ada juga manusia ayam, hmmm merinding juga mengobservasinya.

Apakah ini dibuat oleh alien di masa ribuan tahun yang lalu?? Tapi itu artinya sama saja dong dengan underestimate kemampuan nenek moyang kita. Emboh lah.

Yahh tapi sekarang pas sudah di rumah, kok nyesel gak foto OOTD saat di Candi Prambanan…. 🥴

***

***

***

CONS

M.A.C.E.T. Duh sayang sekali, kotanya kurang teratur. Jalannya kurang lebar dan penduduknya membludak, kendaraan yang berlalu lalang juga banyak.

Tata kotanya juga kurang elok dilihat, semrawut. Lebih bagus Semarang ya kalau masalah jalan dan tata kotanya.

***

Letak kotanya jauh dari jalan tol. Dan untuk mencapai YK, dibutuhkan jarak 50 km, yang ndilalahnya jalanannya tuh jalan kecil area pemukiman. Tidak mungkin untuk ngebut di situ. Pak Udin cukup uring-uringan di sini. Beberapa kali keluar kata umpatan dari mulutnya alias misoh-misoh. Wkwkwk.

Sabar ya Papito, tapi worth-it kan Pap ehehehe.

***

***

***

CONCLUSION

Definitely will come back again! Wait for us, Yogyakarta!

Meskipun Bu Sri menilai bahwa Jogja adalah ‘tempatnya’, tetapi bukan berarti Bu Sri mau tinggal di sini. Cukup untuk destinasi wisata saja.

Tempat tinggal paling ideal untuk keluarga Indonesia, menurut Bu Sri, masih dipegang oleh domisili Bu Sri tinggal sekarang.

Hasta luego, Yogyakarta/ Jogja/ Djokja! 🙂

***

***

***

Balada Penghuni Ladang Benih Season 4 -Episode 9 (Finale/Tamat)

When They’re Finally Apart

Suatu malam di sebuah kedai di Dago Atas yang menang suasana doang tapi rasa makanannya tidak sesuai harapan.

Nur: “I guess, this is it. Hari terakhir kita bersama. Sampai ketemu lagi di dunia lain. Tapi ini berlaku kalau kamu percaya akhirat ya ehehe, siapa tau kita simpangan di sana. Nanti aku dadah-dadah.”

Arne: “Datang juga pertemuan terakhir kita, Mba…”

Nur: “Iya.”

Sejenak suasana jadi hening. Arne sibuk menyeruput bandrek panasnya. Sedangkan Nur sibuk menahan isaknya karena tidak ingin terlihat rapuh.

Arne: “Maret ya Mba?”

Nur: “…..”

Arne: “Aku bakal kangen kita, Mba.”

Nur: “Ahaha sama atuh,” pura-pura ketawa untuk menutupi nyeseknya.

Arne: “Gak bisa ya Mba kalau ketemuan lagi?”

Nur: “Gak bisa Arne. Tie the knot, janur kuning sudah melengkung, ku gak berani macam-macam.”

Arne: “Ya Mba. Aku paham.”

Sambil menghirup udara dingin Dago dan memandangi langit malam yang cerah, membuat bintang-bintang berkelip jelas. Setidaknya malam ini menghibur kesedihanku. Pikir Nur.

Nur: “Enjoy your next adventure, ahaha… with many girls.”

Arne: “Ahahaha, I will, Mba.”

Nur: “Hmmm, terima kasih Arne.”

Arne: “Karena.. aku yang bayar? Sama-sama Mba.”

Nur: “Ehehe itu juga. Tapi yang utama, terima kasih for all those wonderful years. Brati kita barengan 3 tahun lebih dikit ya.”

Arne: “Lama juga ya Mba. Tapi kerasa sebentar…”

Nur: “Padahal aku juga sering nakalin kamu ya. Aku pernah ngomong kata-kata buruk ke kamu. Maaf ya Arne. Banyak bikin kecewa juga. Maafin ya.”

Arne: “Ohya? Aku sudah lupa Mba. Ahaha.”

Nur: “Iyakah?? Ya Allah syukurlah kalau kamu sudah lupa dengan hal-hal nyebelin tentang diriku. Biar ingetnya yang baik-baiknya saja ya ehehe.”

Padahal aku masih ingat waktu kamu bikin aku nyungsep. Kesal sampai bikin aku ngerokok. Tapi sudahlah aku gak mau merusak malam terakhir kita ini. Arne berkata dalam hati.

Nur: “Oh, aku inget tuh pertama kali aku pindah ke LB. Setiap aku keluar kamar dan siap-siap pergi ke kampus. Pasti aku denger suara kasurmu gerak-gerak wkwkwkwk. Kayak yang kamu geser-geser badan gitu. Aku mbaten, ini apakah tetangga sebelah mau ngintip aku lewat jendelanya ya wkwkwk.”

Arne: “Ahahahaha.”

Nur: “Terus inget yang pas nuntun motor itu lho Arne. Ahahaha. Kaciaan deh.”

Arne: “Ahahaha.”

Nur: “Itu masuk salah satu peristiwa terunik dan unforgettable versi aku tuh ahaha. Kalau bisa kembali ke waktu itu, I dont mind at all ahahaha.”

Arne: “Ahahahaha.”

Nur: “Perasaan dari tadi kamu ketawa-tawa mulu sih??”

Arne: “Ahahaha iya Mba. Kalau inget, emang bikin ketawa sih Mba.”

Sesaat mereka berdua terdiam beberapa saat dan makin saling mengeratkan genggaman tangannya. Nur dan Arne berpelukan dan berciuman selama beberapa menit.

Untuk pertama kalinya (dan terakhir kalinya), mereka PDA. Tidak mempedulikan sekitar yang sedang makan di kedai itu. Tidak peduli kalau ada yang ngata-ngatain bahwa tindakan mereka tidak menjunjung tinggi adat ketimuran. Juga tidak peduli kalau ada razia polisi syariah atau digerebek oleh Pak RT kampung sebelah.

Arne: “Ke Rangkusiang, Mba? Untuk terakhir kalinya?” sedikit berbisik.

Nur: “Jangan, Arne. Kalau kita begituan, akan bakal lebih syulit buatku untuk pelan-pelan move on.”

Arne: “Iya Mba, aku juga akan ngerasain itu. Kamarku penuh kenangan dengan Mba Nur tuh. Aku akan pindah sepertinya, Mba. Ke perumahan dosen UnPad. Terlalu banyak kenangan di Rangkusiang.”

Nur: “Ah sayang banget, padahal Rangkusiang kan enak, Arne. Eh aku jadi inget sama cewek itu, Arne, yang aku jeles banget sama dia tuh. Pacarnya temen kosanmu.”

Arne: “Jangan diinget-inget, Mba. Nanti bad mood!”

Nur: “Ahahaha. Nakal banget deh aku. Padahal kamu cuman pengen nambah teman aja, aku cemburu buta segitunya wkwkwk. Malunya diriku.”

Arne: “Sudah Mba. Jangan diinget-inget. Itu masa-masa gak enak tuh waktu itu.”

Mereka terdiam lagi dan Nur menyandarkan kepalanya ke bahu Arne, menyadari bahwa fase pertemuannya dengan lelaki yang membuat dunia yang sudah indah ini makin artistik adalah sebuah randevouz sesaat. Tidak berani dia meminta padaNya untuk memaksakan hal yang tidak natural.

Nur: “…. Sudah malam, pulang yuk.”

Arne: “Nih Mba pakai jaketku. Kamu kelihatan menggigil. Bajuku kan sudah lengan panjang.”

Nur: “Aaaa mau banget. Tadi pas berangkat gak sedingin ini.”

***

Setelah membayar bill di kasir, mereka berjalan menuju tempat parkir motor.

Arne: “Gimana? Mau jalan kaki? Nuntun motor? Ahahaha.”

Oh God, I’d love to. Tapi aku sudah gak kuat mau nangiiiis. Nanti kalau dia lihat, ahhh malu maluiin pol. Nur membatin.

Nur: “Hari ini adalah hari terlemas sedunia buatku, Arne. Dan ternyata kakiku juga lemas buat jalan kaki lama.”

Arne: “Ahahaha ya sudah. Yok, hop-on!

Suhu 17 derajat celcius malam itu membuat Nur makin mendekapkan pelukannya ke pria di depannya.

Arne, I will miss your scent. Sambil sniffing bau badan Arne yang gak pernah bau keringet kecut seperti teman-teman laki-lakinya kebanyakan.

Arne sengaja mengendarai motornya tidak lebih dari kecepatan 40 km per jam.

Arne: “Kita muter Setiabudhi dulu Mba. Mau?”

Nur: “Yasss. Mau.”

Kalau duduk di belakang gini kan, ku bisa nangis sepuasnya tanpa dia lihat ihihiiy.

Arne: “Abis ini muter Ciumbeuleuit dulu Mba. Mau?”

Nur: “Yasss. Mau.”

Gak berani menanyakan, tapi Nur merasa bahwa Arne juga ingin ngelama-lamain malam terakhir mereka berdua.

Arne: “Nglewatin PVJ dulu Mba. Mau?”

Nur: “Bensinmu masih cukup kah?”

Arne: “Masiiih!” bersuara kencang karena ada mobil modifikasi tanpa knalpot, lewat.

Nur: “Sudah Arne, pulang saja ke LB. Kalau jam 12 sudah dikunci gerbangnya.”

Arne: “Oke Mba, syiapp!”

Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di LB dan saling berciuman sebentar. One last kiss. Dan melepaskan jaket Arne yang membuat Nur terlihat super tenggelam.

Nur: “Arne, ini jaketmu. Aaaa bauku jadi kayak bau badanmu, aku gak mau mandi ah abis ini. Biar lingering terus ihihihiiy.”

***

***

***

“When You Lose Character, You Lose Everything”

Entah bagaimana ceritanya saya bisa menjadi manusia yang gampang melting. Hampir semua film yang saya tonton dan buku yang saya baca, masuk kategori tearjerker versi saya; dengan skala bikin-nangis-doang atau bikin-nangis-banget, pada rentang air-matanya-cukup-di-elap atau sampai-ngabisin-tisu.

Begitu juga dalam mengagumi seorang manusia yang perbuatannya remarkable dan terpuji.

***

Saya kagum dengan tetangga saya yang rela repot dan tak lelah meng-encourage ibu-ibu kompleks tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik.

Saya terpukau dengan para Mamah Gajah yang: mau mengabdi dan berdedikasi dalam komunitas MGN, karya tulisannya selalu mendalam dan bermakna, seorang working mom namun tetap mampu mendampingi putri tunggalnya mengembangkan diri dan meraih penghargaan.

Saya terpesona dengan kebesaran hati para warga United Kingdom yang bersedia dipimpin oleh PM Rishi Sunak yang keturunan India. Mengutamakan kualitas kinerja tanpa memandang hal trivia yang sudah menjadi takdir Tuhan (suku, ras, kepercayaan).

***

Dua yang Terbaik

Diantara banyaknya manusia inspiratif versi saya; ada 2 insan utama yang selalu di hati, yakni Nabi Muhammad dan Mama.

Muhammad. Sudah tidak diragukan lagi, dari berbagai manuscript, merupakan manusia yang paling tanpa cela yang pernah ada di muka bumi ini.

Kepatuhannya pada Yang Maha Pencipta, ketulusannya memperjuangkan kemanusiaan, dan pembaharu di jamannya yang penuh dengan kebobrokan dan penguasa yang sewenang-wenang. Kiprahnya memberikan ilham bagi banyak orang, dari berbagai karakter dan lintas way of life.

Saya punya seorang teman yang agnostik dan ateis, tapi menjadikan Nabi Muhammad sebagai tokoh idolanya.

***

Mama. Yang hanya lulusan SMA dan sudah memasuki usia senja, tak henti belajar dan berkarya. Saat ini Mama sudah hampir 10 tahun mempelajari ilmu hukum. Meskipun tidak bergelar pengacara, ilmunya bisa diadu.

Hal ini bukan tanpa sebab, banyak warga sekitar ‘diarahkan’ untuk datang ke Mama setiap mengalami hambatan. Yang terbaru adalah menghadapi orang (bergelar) terhormat tetapi melakukan perbuatan zalim. Dengan tekad dan doa, semoga kebenaran terwujud.

Selain itu, Mama juga melakukan hal (yang dianggap oleh sebagian besar masyarakat sebagai) di luar nalar. Bagaimana menjadi seorang Ibu yang suaminya pengangguran kelas kakap tapi bisa menguliahkan kelima anaknya sampai lulus (4 ITB, 1 IPB). Orang bilang, dibutuhkan 1 rumah untuk menguliahkan anak. Kalau direnungkan, darimana Mama dapat uang sebesar 5 rumah?

Meskipun lahir dari orangtua yang miskin, Mama mengingatkan agar terus berbaik sangka padaNya, menjadikan kemalangan sebagai senjata dan motivasi untuk maju terus.

Selama mengalami kesulitan di masa itu, Mama tidak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan anak-anaknya. Hal kecil tapi efeknya luar biasa. Semoga Gusti Allah meridhoi kebaikanmu, Mama. 🙂

***

“Guru Posting Berdiri, Murid Update Berlari” oleh Mamah Dhitta Puti Saraswati

Beberapa waktu lalu saya tergerak untuk membaca buku karya Mamah Dhitta, salah satu member MGN. Saya suka sekali karena menjadi ‘kompas’ sebagai orangtua bagi generasi alfa.

Saya ingin berkontribusi dalam pembangunan karakter generasi muda. Tidak hanya untuk anak saya semata. Insting keibuan memunculkan rasa ingin ‘merangkul’ setiap melihat anak-anak dan remaja. Terutama mereka yang outlier. Tetapi langkah saya belum bisa sampai yang signifikan.

It takes village to raise a child. Saya berharap bisa menjadi bagian dari elemen village tersebut dengan perbuatan yang nyata.

Terima kasih banyak atas tulisannya, Mba Dhitta. 🙂

***

Bertambah Lagi List Manusia Inspirasional Saya

Berikut adalah manusia game changer dalam buku Mba Dhitta yang merasuk dalam jiwa (tanpa urutan terfavorit).

1. Bapak Dr. Daoed Joesoef

Siapa sangka seorang Daoed yang lahir dari Emak yang tidak berpendidikan bisa menjadi ‘orang terpilih’.

Beliau adalah Mendikbud di era Pembangunan III yang meraih gelar doktor di bidang ilmu keuangan internasional dan hubungan internasional Sorbonne Universite Paris.

Kecintaannya pada tanah air menumbuhkan rasa peduli akan pendidikan Indonesia hingga akhir hayatnya. Kiprah beliau antara lain: pencetus pameran buku pertama, berjuang di UNESCO untuk ikut merestorasi candi Borobudur, dan mendirikan berbagai fakultas di Universitas Indonesia.

***

2. Penemu Program Imersi

Saya tidak tahu nama masing-masing individunya. Ah siapapun beliau semua, saya salute. 🙂

Program Imersi dibuat untuk mengajarkan anak-anak privileged bisa kuat hidup di tengah-tengah kehidupan yang level-nya jauh di bawah. Juga agar memahami bahwa proses belajar itu bukan dari guru dan buku, namun juga dari kaum papa.

Serta menumbuhkan mental driver yang mandiri, berani mengambil resiko, dan mampu mengambil keputusan. Bukan mental passenger yang penakut dan mengeluh sepanjang waktu tanpa effort.

***

3. Bapak Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar, M.Sc.Ed

Mamah pasti familiar dengan nama “Tilaar” kan? Ya betul, beliau adalah suami dari founder Sariayu, Martha Tilaar.

Seorang ‘guru kehidupan’ yang bangga dengan profesinya sebagai guru, di sekolah rakyat hingga guru besar di Universitas Negeri Jakarta. Bagi beliau, menjadi guru artinya ‘proses menjadi dan tidak pernah selesai’.

***

Dari buku ini, saya tahu keberadaan Ruang Belajar Alex Tilaar (RBAT) yang juga legasi Bapak Alex Tilaar. Perpustakaan yang menyediakan banyak buku berbagai genre yang bisa diakses dengan mudah. Sesuai dengan langkahnya yang semasa hidupnya selalu membuka rumah bagi siapapun yang ingin belajar dan murah hati berbagi ilmu.

Ohya, beliau juga ikut menandatangi petisi untuk menolak ujian nasional karena dianggapnya tidak sesuai dengan konstitusi UUD 45. 🙂

***

4. Mba Dr. Roanne van Voorst

Ialah seorang penulis dan antropolog Belanda yang mendefinisikan sebuah totalitas dalam berkarya.

Tertarik meneliti ‘banjir’, beliau memilih tinggal di bantaran kali Jakarta selama 1 tahun dan menjalani kehidupannya sebagai warga, tanpa banyak pertimbangan.

Melihat secara langsung apa yang terjadi ketika banjir datang, penyebab, dan gotong royong yang dilakukan warga dengan peralatan seadanya. Menyatu dan mendengarkan duka penduduk sekitar yang sering berhadapan dengan kerasnya ibukota.

Pengalaman beliau membuahkan buku berjudul “Tempat Terbaik di Dunia”.

***

5. Ryan Aditya, Ketua Angkatan Mamah Dhitta

Pemimpin-pelayan (servant leader), begitu Mamah Dhitta menyebut beliau; yang cenderung lebih mengutamakan kebutuhan orang-orang yang dipimpinnya di atas dirinya.

  • Memastikan bahwa teman-teman seangkatan selalu dalam keadaan yang baik
  • Mendaftar teman-teman mahasiswa yang kesulitan mengikuti perkuliahan
  • Menginisiasi kegiatan belajar bersama sebelum ujian
  • Mengingatkan teman-teman untuk menengok teman yang sakit

Oh wow, just wow. 🙂

***

6. Bu Rie-rie, Pemilik Blog Babungeblog

Berani stand up for who she is. Ahh Bu Rie-rie, keren banget! 🙂

Beliau mendobrak stigma umum tentang TKW yang tidak berpendidikan. Bu Rie-rie menginisiasi gerakan membaca dan menulis. Blognya (babungeblog dot blogspot) ditulis dalam 3 bahasa: Indonesia, Inggris, dan Jawa.

Literasi yang didiskusikan pun tidak tanggung-tanggung, SASTRA. Wadah yang beliau rintis merupakan safe place untuk saling mengkritik dan memaknai pengalaman hidup.

***

7. Mas Asuka Umeda

Asuka Umeda dipandang sebagai anak yang nyeleneh dengan pembawaannya yang socially-awkward.

Sedari kecil beliau sudah memahami arti dari ‘merdeka belajar’, terima kasih kepada sang guru yang memberinya kebebasan self-learning yang berhasil mengantarnya untuk memfasilitasi curiousity-nya yang besar.

Aktivitas anti mainstream-nya ternyata membawanya menang Children Non-fiction Literary Award beberapa kali.

Mengutip petuah favorit beliau,

“… Yang penting, kamu memiliki sesuatu yang kamu sukai. Dengan menyukai sesuatu dan terus menyukainya, perjalananmu akan kaya dengan cara yang tak kamu duga dan kamu tidak akan pernah bosan. Itulah yang akan terus menginspirasimu dalam sunyi.Itu akan menyemangatimu sampai akhir.” 

Sinichi Fukuoka, Penulis

***

Benang Merah Para Tokoh Inspiratif

Dari semua orang yang saya kagumi dan menjadi inspirasi, mereka semua memiliki kesamaan: bold, memiliki courage to be disliked, dan berani bertindak keluar dari pakem. 🙂

***

Tulisan ini, yang menurut istilah Mamah Restu berarti: menumpuk, mencampur, mengaduk, dan menyatukan beberapa tema ehehe :D; saya sertakan dalam event Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan November 2022.

***

***

***

Daftar Pustaka:

  1. Sumardianta, J. & Dhitta Puti Sarasvati. 2022. Guru Posting Berdiri, Murid Update Berlari. Yogyakarta.
  2. Sarasvati, Dhitta Puti. 2021. “Refleksi Menonton Dokumenter Tentang Asuka Umeda, Si Pembelajar Yang Mencintai Keajaiban Kehidupan”. http://mahkotalima.blogspot.com/2021/06/refleksi-menonton-dokumenter-tentang.html. Diakses pada 20 November 2022.
  3. NHK. 2020. “My Notebooks: Seven Years of Tiny Great Adventures”. https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/tv/documentary/20200126/4001347/. Diakses pada 20 November 2022.
  4. Wikipedia. “H.A.R. Tilaar”. https://id.wikipedia.org/wiki/H.A.R._Tilaar. Diakses pada 20 November 2022.
  5. Wikipedia. “Daoed Joesoef”. https://id.wikipedia.org/wiki/Daoed_Joesoef. Diakses pada 20 November 2022.
  6. Voorst, Roanne van. https://roannevanvoorst.com/. Diakses pada 20 November 2022.
  7. Rie-rie. https://babungeblog.blogspot.com/. Diakses pada 20 November 2022.
  8. Cholic, Abd. “Kepemimpinan yang Melayani (Servant Leadership) Sebagai Gaya Kepemimpinan Kekinian”. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-palu/baca-artikel/13049/Kepemimpinan-yang-Melayani-Servant-Leadership-Sebagai-Gaya-Kepemimpinan-Kekinian.html#:~:text=Para%20pemimpin%2Dpelayan%20(servant%20leader,beroperasi%20dengan%20standar%20moral%20spiritual. Diakses pada 20 November 2022.

“Modern Love Tokyo”

Munculnya spark joy dalam diri bisa diperoleh dari mana saja, sekecil apapun dan se-unexpected mungkin. Seperti yang saya rasakan setelah menonton drama antologi manis dan sederhana di Amazon Prime berjudul “Modern Love Tokyo“.

Melalui drama ordinary life portrayal ini, saya jadi terinspirasi untuk membuat sebuah penggalan narasi cinta di tempat saya tinggal, “Modern Love BSD”, sebagai bahan tulisan saya selanjutnya.

Semoga bisa segera memperoleh ide dan ilham untuk menorehkannya. Bismillah. 🙂

***

Dibuat dengan CANVA

Jumlah episode “Modern Love Tokyo” hanya 7 dan durasi per episodenya pun tidak panjang, antara 30-40 menit. Singkat dan padat.

Sebagai penikmat kisah slice of life, aaaaaaa sudah pasti serial ini masuk kategori favorit saya. Setiap episodenya menceritakan karakter yang berbeda dengan perjalanan hidupnya masing-masing. Fulfilled, contented, happy, yet sad and sorrow. C’est la vie, my friend…

Modern Love Tokyo” merupakan cabang dari “Modern Love” (New York), yang diangkat dari weekly column-nya koran The New York Times.

“Modern Love (NY)”-nya sendiri dipenuhi bintang kelas atas, Anne Hathaway, Gary Carr, Kit Harrington, Dev Patel., ahh pokoknya banyak artis kelas A di sini. Saya sendiri belum selesai menontonnya, karena saya lebih suka dengan yang versi TOKYO. 🙂

Mungkin karena secara konteks kulturan ketimuran masih bisa click dengan pandangan sebagian orang Indonesia yang meskipun gaya hidupnya sudah bebas, tapi ada unsur malu malu kucingnya gitu ehehehe. Tidak vulgar dan frontal.

***

Cerita cinta yang disuguhkan juga universal, tidak melulu romansa antara pria dan wanita muda.

***

Ada ekspresi afeksi antara seorang ibu pada bayinya. Sang ibu, Mari Takada, galau dan merasa bersalah kalau tidak memberikan ASI pada bayinya, jadi mau gak mau wajib hukumnya untuk memompa ASI dimanapun berada. Gak ada celah untuk susu formula apapun alasannya.

Well, Bu Mari, saya dulu juga seperti itu, pasti sedih kalau gak bisa ngasih ASI yang terbaik buat Boo. Kalau Mama dan Mama Mertua sudah interfere nambahin sufor untuk Boo dengan alasan “Uril, susu kamu cuman dikit keluarnya”, saya langsung ke kamar, dan mewek.

Episode ini sangat relatable dengan saya.

***

Kemudian ada Kana, yang baru saja berpisah dengan suaminya, dan ingin mencari jawaban faktual apa yang menyebabkan mereka berdua tidak bisa align lagi.

Tetapi, hhmm, metodenya unorthodox sekali Mba Kana ehehe. Kana menyebutnya dengan istilah “going to the gym” yang merupakan konotatif dari tidur dengan para suami orang. Setelah Kana selesai berhubungan seks dengan mereka, dia akan menanyakan A sampai Z kenapa mau affair, lalu apakah sang pria cinta istrinya, etc etc.

Jawabannya pun beragam. Ada yang gak bisa ‘bangun’ lagi dengan sang istri karena selalu menuntut uang uang dan uang. Ada juga yang karena penghasilan istrinya lebih besar.

Tidak menyangka, setiap pasutri punya masalahnya masing-masing, dan aksi-reaksinya pun juga surprisingly beragam.

***

Nah, yang ini adalah yang termanis dari yang manis. Riwayat mesra antara Natsuko dan Kosuke.

Mereka berdua sudah berusia 60an tahun, namun saya sengaja tidak menyebutnya dengan Kakek-kakek dan Nenek-nenek, karena nanti orientasinya terdengar seolah orang lanjut usia sudah tidak boleh bercinta. Jangan dong, mereka juga manusia yang membutuhkan life partner. 🙂

Story Natsuko dan Kosuka membuat saya senyum-senyum sendiri dan ngakak wkwkwk. Jadi mereka bertemu lewat aplikasi semacam Tinder. Pertemuan pertama, mereka langsung nyambung dan suka. Ahh ikut seneng deh lihatnya ehehe.

Yang bikin ngakak adalah ketika Natsuko bercerita pada Kosuka bahwa 30 tahun yang lalu dia pernah blind date dengan seorang pria, yang dibilangnya sebagai kencan terburuknya sepanjang hidup.

Natsuko juga ngejek-ngejek sang pria tersebut dengan sangat blak-blakan. Ehh gak taunya, kencan terburuknya itu adalah si Kosuka itu sendiri. Ironis, sang kencan terburuk sekarang malah menjadi kencan terbaiknya.

Owalaahhh. Menangis bahagia lihatnya ahahaha. Kocak tapi heartwarming. 🙂

***

***

Umm… apalagi ya? Selamat menonton saja deh. 🙂

***

Balada Penghuni Ladang Benih Season 4 – Episode 8

When They Had a not-that-Deep Talk

Jumat adalah impian bagi hampir semua pegawai kantoran, termasuk Nur.

Enaknya besok ngapain ya. Pengen ketemu sama yang sepesiyal, tapi… kok gak enak mau ngajakin duluan.

Seharian Nur hanya memikirkan apa yang akan dia lakukan Sabtu besok. Apakah mau ngantor setengah hari buat nyari bonus, atau ngglundhang-ngglundhung di kasur sahaja.

Kegalauan ini ternyata terjadi juga pada teman-teman kantornya di Shitibank (Cici, Ratih, Asha, dan Sorey) yang setiap hari gonta-ganti sepatu dan memiliki rambut badai ala bintang iklan sampo. Mereka menamai geng-nya dengan nama “Kardashit”, kependekan dari Kardashian-nya Shitibank.

***

Di tengah kebisingan mendengarkan diskusi geng Kardashit, bunyi ponselnya menjadi penyelamatnya.

Ahh saved by the bell. Cumpleng dengerin mereka ngobrol. Sambil berkata dalam hati.

WA Arne: “Nanti malem nginep tempatku yuk Mba. Kangen.”

Yass, nembus ya Arne, aku mau ngeduluin nanya, gak enak. Apalagi sering marah kalau abis nemenin Mas Briljen.

WA Nur: “Kamu gapapa?”

WA Arne: “Kenapa papa? Sudah pulang kan dia?”

WA Nur: “Sudah.”

Dijawabnya super singkat karena bingung mau nambahin nulis apa, takut salah ngomong.

WA Arne: “Nanti aku jemput di kantor ya!”

WA Nur: “Endak usah, Arne. Aku mau diajakin geng Kardashit nyari seblak. Nanti jemput aku di LB saja ya. Jam 9an gitu?”

WA Arne: “Nanti si Bapak Tua lihat, Mba?”

WA Nur: “Aku nunggunya di depan warung sebelah. Aman itu, bukan jangkauan teritori Bapak Tua.”

***

Sesampainya di kamar Arne di Rangkusiang, Nur meletakkan tasnya dan menuju ke kamar mandi untuk cuci muka, cuci tangan, cuci kaki, dan sekalian mandi, mengingat virus Covid19 is in the air.

Namun malam itu, ambience-nya berbeda. Setidaknya begitulah yang dirasakannya setiap selesai menemani Mas Briljen.

Nur: “Aku gak pernah ngapa-ngapain lho sama Mas Briljen. Paling pol cuma pegangan tangan, gak kayak aku sama kamu.”

Arne: “Bo’ong, aku dulu pernah denger pas kamu di kamar sama dia, pintunya ditutup, terus ada suara-suara moaning.”

Nur: “Wkwkwkwkwk. Mosok sih. Serius itu suara moaning?? Wkwkwk. Padahal waktu itu aku juga udah bilang lho, gak ada apa-apa. Susah amat percaya.”

Arne: “Percaya dengan perempuan seperti kamu?”

Nur: “Oh wow… that was harsh 😦. Aku sudah kehabisan kata-kata.”

Arne: “………..”

Nur: “Lagian cewek itu beda sama cowok, Arne. Kalau cowok mah bisa sekaligus dengan lebih dari 2 cewek di waktu yang sama. Kalau cewek, ya kagak lah. Hanya bisa dengan 1 cowok begituannya.”

Arne: “Dahlah jangan dibahas!”

Nur: “………”

Arne: “Ngomong tentang yang laen saja. Oya, diajakin jalan rame-rame sama temen-temenku, kamu juga gak mau.”

Nur: “Lho. Ada alasan khususnya, Arne. Aku kan pemalu. Terus, aku maunya kita rahasiaan saja. Orang lain biar ngiranya kita cuman temen doang yang gak ngapa-ngapain.”

Arne: “………..”

Nur: “Cukup kita berdua saja yang tau kalau kita saling seneng. Orang lain mah gak perlu tau.”

Arne: “…… Aku pengennya ngenalin kamu ke temen-temen sebagai pacarku.”

Nur: “Waduh, ya jangan lah Arne. Waktu itu kamu sudah pernah ketemu sama Mbah Dukun Slebew itu kan. Aku setuju dengan nasehatnya. Relationship kita itu complicated. Banyak sekali hambatannya. Ilusi belaka kalau bisa bersama terus. Kamu juga nyadar akan itu kan.”

Arne: “…….”

Nur: “Memang kita itu bukan jodoh, Arne, tapi I do surely know kalau kita itu meant for each other untuk masa sekarang, momentarily saja. Jadi, enjoy us while it lasts. “

Arne: “……..”

Nur: “Malah enak kan ehehe. Gak ada drama-dramaan, capek kali lah. Kalau istilah anak jaman now itu FWB ihihiiiy.”

Arne: “………”

Nur: “Ya? Ya? Ya? Masa kebersamaan kita juga sudah tinggal dikit lagi kan. Jangan diisi dengan marah-marahan mulu atuh. Cheer up cheer up. Ya? Ya? Ya? Mumpung kita sama-sama belum menikah. Puas-puasin cusss.”

Arne: “……”

Nur: “Senyuuummm… eemmuah emmuaah.”

Memeluk dan menciumi Arne yang sedang cemberut.

Nur: “Eh tadi aku bungkusin seblak buat kamu. Dimakan dulu gih. Keburu mleyot maksimal.”

Arne: “Tapi aku mau meluk-meluk dulu.”

Nur: “Mari kita berpelukaaaaan. Seperti Teletubbies..”

Arne: “Berpelukan, terus berciuman, terus….. eemmuah emmuaah emmuaahh.”

Nur: “Eitss, pintunya! Dikunci dulu dong! Siapin ‘come together’-nya juga ya!”

***

***

***