Balada Penghuni Ladang Benih Barat 45 – Episode 2

Kacep, Anita, Radhit

Suara riuh rendah penghuni Ladang Benih Barat 45 terdengar dari kamar Kacep yang terletak di ujung lantai atas. Kamarnya yang kecil dan rutin dikunjungi kecoa menjadi tempat bernaungnya sejak dia lulus SMA dua tahun yang lalu.

Penghuni 1: “Siapa nih yang belum bayar kos??!!”

Penghuni 2: “Woyyy bayar dong! Mati lampu lagi anj*r, gw gak bisa ngapa-ngapain woy!”

Penghuni 3: “Ayok dong beresin segera bayar-bayarnya. Jangan ngerugiin kita yang merantau ke sini buat belajar!”

Penghuni 4: “Bayar, bayar, bayarrrrrrrr!”

Teriakan para penghuni yang emosi saling bersahutan.

***

Kos ini memiliki cara yang efektif untuk membuat para penghuninya tidak telat membayar uang sewa bulanannya.

Sang Bapak Kos akan mematikan listrik kosan dan akan membiarkan urusan tagih menagih dipegang oleh para penghuni lainnya. Ya itu tadi, otomatis mereka akan emosi, marah, dan memaksa siapapun yang belum bayar untuk segera bayar.

Sungguh suatu cara yang patut dipatenkan.

***

Sudah 2 bulan ini Kacep belum mendapat kiriman dari ayahnya di kampung di Tasikyahbund, karena ternak sapinya terkena wabah penyakit PMK.

Di dalam kamarnya, Kacep merasa tegang dan sangat bersalah. Karena ulahnya, dia mengakibatkan para penghuni lain di kosan ini tidak bisa beraktivitas. Ya iyalah, listriknya mati.

***

Beberapa menit kemudian, terdengar suara Pak Kasiman yang melengking tinggi.

Pak Kasiman: “Yang belum mbayar, Kaceeeepppp. Yang belum mbayar, Kaceeeeppppp. Yang belum mbayar, Kaceeeeppppp.”

Menyebut nama ‘tersangka’ adalah langkah kedua yang dilakukan pengelola kos. Menciptakan rasa insecure yang tinggi efisien memicu ‘tersangka’ untuk melakukan apa saja agar bisa segera melunasi tunggakannya. Entah ngutang teman atau gimanapun caranya, Bapak Kos gak mau tahu.

***

Kacep menggerutu, malu, marah, kesal, sembari menaruh bantalnya untuk menutupi wajahnya. Seolah ingin rasanya tenggelam dalam kasur.

Meskipun dia tahu bahwa Pak Kasiman hanya menjalankan tugasnya, tetapi tetap saja dia merasa sebel terhadap Bapak-bapak yang tak pernah lepas dari rokoknya itu.

***

Sambil komat-kamit mendoa dan pasrah mengenai apa yang akan terjadi padanya.

Kacep: “Ya semesta, mohon lindungi saya,” harapnya kepada Yang Maha Pencipta.

Sesaat kemudian, Kacep memegang sesuatu yang menimbulkan suara gesekan kemrecek di bawah kasurnya yang tipis. Dia ulang lagi untuk memastikan apa betul ada suara tersebut.

Kacep: “Naon sih ini??” dengan cepat dia membalik kasurnya dan dilihatnya sesuatu yang hampir saja bikin pingsan.

Kacep: “Terimakasih semestaaaaaaaaa……., ada uang 500 ribu di bawah kasur!!”

Setelah diingat-ingat, Kacep memang masih mengikuti kebiasaan neneknya saat dia kecil dulu. Neneknya rajin nyimpen uang di bawah tempat tidur.

Karena sudah menjadi habit yang di-manage oleh otak bagian unconscious, seringkali dia lupa setelah meletakkan uangnya.

Kacep: “Pak Kasimaaaaan! Nih saya mau bayar!” suara kencangnya terdengar oleh para penghuni lain, yang diikuti dengan sorak kegirangan karena ini artinya listrik akan segera nyala kembali.

************************************

Sebelum memasuki kamarnya kembali, Kacep ngeuhh bahwa tetangga kosnya, Radhit, sedang tidak sendirian.

Kacep: “Kapan Radhit pernah sendiri sih? Lucky bastard! Huhhh!” umpatnya kesal, iri bilang BOS.

Anita, pacar Radhit; hampir setiap hari ngendon di Ladang Benih Barat 45. Bukan hanya Sabtu Minggu, tapi juga Senin, Selasa, Rabu, Jumat. Siang, malam, nginep pun pernah.

Kacep: “Mau-maunya sama Radhit tuh cewek. Apaaa coba leverage Radhit? Pinter banget kagak, ganteng banget kagak, kaya banget juga kagak,” dengan episode monolognya.

Dia teringat pertama kali pertemuannya dengan Anita, matanya seketika tersepona. Anita adalah epitome seorang gadis Priangan. Cewek kota ini dari dulu terkenal dengan kecantikannya.

Tubuh Anita yang tinggi semok, padat, berisi, dengan ukuran 38B, berkulit langsat, dan berambut panjang berponi miring; lebih tepat terlihat sebagai model majalah pria dewasa ketimbang sebagai mahasiswi UNPAD.

UNPAD adalah universitas di Priangan yang track record-nya hampir selalu melibatkan geulisnya para mahasiswinya. Wanita Priangan memang geulis pisaaaan euy!

Kacep: “Euleuuuhh, bikin ngiri saya saja kamu, Dhit,” batinnya nelongso.

***

Belum juga berhenti ngomel, Kacep pun bertanya-tanya sambil berdiri di depan kacanya, kenapa sampai detik ini masih saja berstatus jones, jomblo ngenes.

Malam minggunya hanya diisi nge-game di kamarnya, scrolling media sosialnya dan nge-like-in yang bening-bening.

Kacep: “Kapan Gusti, saya dapat satuuu saja yang bening begini?? Sepi sendirian. Self-service teruuus dari dulu. Haiisshhhh!”

***

Radhit: “Ihihihihiiyyy, #%%&&******&&&&*, oke Nit!”

Anita: “Ahhh maunya lagi, lagi, lagiiiii. Pause dulu lah Dhit!”

Kacep sigap keluar dari kamarnya untuk menyapa Radhit dan Anita, pacarnya.

Kacep: “Heiiiii gak denger tadi lagi pada ribut gara-gara mati lampu? Kalian gak denger saya dipermalukan Pak Kasiman?? Emang ngapain aja sih kalian?” meskipun tahu jawabannya apa, Kacep sengaja menggoda mereka berdua.

Radhit: “Wkwkwkwkwkwk makanya jangan nge-jomblo, bestie!”

Diikuti oleh suara tertawa cekikikan-nya Anita.

Kacep: “Anita, kenalin temenmu lah, satuuuu aja, yang cakep. Saya kan gak jelek, pasti ada yang mau lah sama saya,” ujarnya percaya diri.

Dengan perawakan sedang, bermata sipit, hidung mancung, dan berambut keriting; memang Kacep sudah bisa dikategorikan sebagai cowok lumayan.

Anita tidak mengiyakan permintaan Kacep, tetapi tidak juga menolak. Mungkin saja pernyataan Kacep dianggapnya becandaan saja.

Radhit dan Anita: “Ya udah, Cep, kita cabut dulu ya! Mau nyari makan malam!”

**********************************************************************

Satu Minggu Kemudian

Hujan deras melanda Priangan. Untunglah Kacep sudah sampai kos dan bisa membaringkan tubuhnya sambil berselimut tebal. Jam baru menunjukkan pukul 7 malam, tetapi cuaca demikian membuat semua menjadi sendu dan seram. Maka diputuskanlah untuk dirinya tidur lebih awal.

Baru sekliyepan, Kacep sayup-sayup mendengar suara Anita yang berkompetisi dengan suara hujan.

Anita: “Dhit, Dhit! Bukain! Dhit!” teriaknya sambil mengetuk kamar Radhit.

Kacep pun heran kenapa Radhit gak segera membuka pintu kamarnya. “Kasihan Anita tuh, pasti kedinginan,” batinnya.

Dengan jarak kamar yang hanya 2 meter, Kacep gercep membuka pintunya dan menyapa Anita.

Kacep: “Ujan-ujan deres gini, malem-malem pula, ngapain ke sini? Radhit gak ada di kamar?”

Anita: “Tahu tuh. Dari tadi diketuk, gak dibuka-buka!”

Kacep: “Eh tapi lampunya gak nyala sama sekali. Belum pulang kayaknya. Dhit, Dhit!” Kacep ikut mengetuk kamar Radhit.

Kacep: “Telepon aja dulu gih!”

Anita: “Nah itu dia, aku lupa gak bawa HP. Jadi seharian bingung. Mau pulang ke rumah, jauuuh!”

Kacep: “Nih pinjem HP saya ajah. Sok telepon Radhit dulu saja atuh!”

Anita: “Trims, Cep!”

Beberapa menit, Anita dan Radhit bertelepon dengan HP Kacep.

Anita: “Sekali lagi trims ya Cep, ternyata dia masih minggir dulu nunggu hujan reda, di area Dagodhog. Bakal lama nih, duh!” Anita terlihat kebingungan mau ngapain dengan kondisi badan yang basah dan kedinginan.

Kacep: “Nungguin di kamar saya dulu saja. Kasihan amat kamu! Nih keringin badan dulu pake handuk,” sembari melemparkan handuk bersih dari lemarinya.

Dalam hitungan detik, Kacep menyadari bahwa di dalam kamarnya ada Anita yang tubuhnya terlihat sangat jelas bentukannya. Blouse motif macan loreng rawwrr yang basah kuyup samar-samar mempertontonkan bra yang dipakainya, ada yang nyembul ngintip tapi bukan gunung.

Tampaknya Anita pun paham bahwa Kacep sedang memandanginya dengan tatapan yang tidak asing baginya.

Anita: “Kenapa hanya dilihat saja, Cep?” tanya Anita singkat dengan tatapan mata bandel dan lidah melet-melet.

***

***

***

Balada Penghuni Ladang Benih Barat 45 – Episode 1

Briljen, Nur, Arne

Siang itu Nur diajak jalan-jalan ke Kebon Binatang dekat kampus oleh pacarnya, Briljen; yang merupakan singkatan dari Brilian Jenius. Rupanya doa orangtuanya terwujud melalui nama yang mereka berikan pada sosok lelaki berusia 23 tahun tersebut.

Briljen adalah mahasiswa lulusan Teknik Elektro Universitas Gajah Nungging yang juga dikenal sebagai perguruan tinggi nomer 1 di Indonesaland. Tidak hanya itu saja, predikat cumlaude pun berhasil diraihnya. Pantas saja, dengan mudahnya Briljen mendapat pekerjaan bagus tepat setelah dirinya diwisuda.

Definisi “PEKERJAAN BAGUS” bagi para fresh graduate adalah gaji besar, melebihi gaji rata-rata.

***

Briljen tak melupakan kondisi pacarnya begitu saja. Dia ingin juga membagi sebagian gajinya untuk si pacar, dengan menawarinya pindah ke kos yang lebih gimanaaa gitu daripada kos si pacar sebelumnya.

***

Briljen: “Nur, kan aku sudah punya gaji nih. Gimana kalau kamu pindah kos ke kosan-ku? Daripada di asrama, sekamar bertiga. Kamar mandi rame-rame. Jauh pula ke jalan besar, apalagi ke kampus.”

Nur: “Endak usah, Mas Briljen. Aku takut, nanti bilang Mamahku gimana. Gak enak lah nerima uang dari Mas Briljen yang bukan apa-apanya saya. Pasti Mamahku marah.”

Briljen: “Aku ikhlas, Nur. Aku pengen kamu bisa kos lebih nyaman. Kamu kan suka dengan kosanku itu. Rame dan banyak orang jualan makanan. Ke kampus juga lumayan dekat. Jalan kaki juga jadi, gak perlu ngangkot. Gampang lah, kamu jangan bilang Mamahmu kalau kamu uang kos-nya ditambahin sama aku. Bilang aja kamu nambahin sendiri dari hasil nulis di koran Otak Rakyat.”

***

Begitulah! Ternyata mudah sekali membujuk Nur yang polos itu. Lagipula, Briljen ini orangnya memang baik dan tulus. Tidak punya hidden agenda atau berharap dikasih ‘sesuatu’ setelah ngasi uang buat nambahin biaya kos Nur.

*********************************************************************************************************

Pak Kasiman, bapak-bapak berusia paruh baya berperawakan tinggi, kurus, dan berkulit gelap; dengan logat Cilacap-nya yang kental menyambut Nur, yang kala itu ditemani Briljen.

Pak Kasiman: “Kamar yang ini baru selesai dibikin, Neng. Jadi Neng akan menjadi penghuni pertama kamar ini. Yang di atas ada yang kosong, tetapi tidak sebagus ini,” sambil bergantian matanya melihat ke arah Briljen dan Nur.

Briljen: “Pak Kasiman, mau deh Pak, yang ini ya. 450 ribu sebulan sudah semua ya Pak.”

Pak Kasiman: “Siappp makk ekk akkk!” membalas dengan semangat dan gembira, karena bertambah lagi penghuni kos Ladang Benih Barat 45, yang artinya tidak lain dan tidak bukan adalah cuan cuan cuan bagi beliau.

***

Nur: “Terimakasih banyak Mas Briljen. Btw mau tukeran kamar kah, Mas? Mosok Mas milihin saya kamar yang lebih mahal daripada kamar Mas sendiri,” sambil menunjuk ke kamar Briljen yang hanya terpisah 4 kamar dari kamar kos barunya.

Briljen: “Endak papa lah, aku kan juga ke Priangan-nya sebulan sekali. Buat apa aku pilih kamar yang bagus. Yang biasa itu juga aku nyaman.”

Ya, Briljen diterima bekerja di perusahaan asing minyak dan gas, yang jam kerjanya unik. Berada di lapangan sebulan, lalu seminggu libur. Dan di masa liburnya inilah, dia akan memilih untuk spend time di Ladang Benih 45.

***********************************************************************************************************

Sudah seminggu Nur menempati kamar barunya. Dibandingkan dengan asrama, memang kos ini lebih nyaman dan privasi banget.

Nur yang slodeh dan berantakan tak perlu lagi capek-capek untuk berpura-pura rapih. Seperti yang biasa dia lakukan selama tinggal di asrama.

Dia merasa bebas untuk berbuat seenaknya dengan barang-barangnya. Setiap pulang dari kampus, dia melempar baju kotornya di sudut lemari. Atau meletakkan tas dan tumpukan buku di sembarang tempat.

Ah kamar sekecil ini, kalaupun ada yang hilang, bisa lah nyarinya,” pikirnya setiap kali melihat kamarnya yang tidak rapih.

***

Hari itu, seperti biasa Nur harus menengok tikus-tikusnya. Meskipun kuliah sudah hanya beberapa SKS saja, tetapi dia tetap harus rutin ke kampus. Tidak hanya untuk mengurus penelitiannya, tetapi juga demi menyelesaikan tugas akhirnya.

“Aku harus bisa wisuda Oktober ini! Aku ingin cepat dapat kerja biar bisa punya duit sendiri dan bisa ngirim uang untuk adik-adik di kampung,” tekadnya. Dan inilah juga yang membuatnya selalu semangat untuk menjalankan kesehariannya sebagai mahasiswi tingkat akhir Universitas Gajah Nungging.

***

Ketika dirinya sedang memakai sepatu sambil melamunkan masa depannya, tetangga kosnya membuka pintu kamar. Dengan posisi yang berhadapan, tak mungkin untuk Nur tidak menengok dan menyapa, atau setidaknya tersenyum.

Nur: “Ehehehehehe,” sambil senyum.

Tetangga: “Ehehehehehehe,” tetangga barunya juga tersenyum.

Di tengah awkward-nya, tetangga barunya itu membuka percakapan.

Tetangga: “Gimana, Mba? Betah di sini?”

Nur: “Ehehehe iya alhamdulillah,” jawab Nur singkat sambil mengamati sekilas tetangganya yang tinggi, berkacamata, dan suaranya ramah bin merdu. “Hhmm lucu,” batin Nur.

Tetangga: “Kuliah di mana, Mba?”

Nur: “Di UGN, ehehehehehe,” lagi-lagi Nur menambahkan setiap kalimat dengan tawa anehnya.

Tetangga: “Lho sama Mba. Saya juga UGN, angkatan 2044 jurusan Teknik Ketik-ketik. Mba jurusan apa? Angkatan berapa?”

Nur: “Wah oiyakah? Saya kira yang kos di sini itu anak-anak UNISBA dan UNPAS. Ternyata ada juga ya anak UGN,” entah kenapa Nur merasa excited.

Salah satu hasil evolusi nih, dimana manusia cenderung merapat ke yang ‘sama’, entah ras-nya, asal, atau juga bisa tempat kuliahnya. Nur tidak lagi merasa asing di tengah para penghuni kos yang berkuliah di perguruan tinggi swasta yang berlokasi di area Tamansarrrrrr.

Nur: “Saya angkatan 2041. Owalah kamu adik kelas saya ya brati. Ini sebentar lagi UTS kan anak-anak TPB?”

Tetangga: “Iya Mba. Ohya namanya siapa, Mba? Aku Arne.”

Nur: “Arne? Wow itu nama orang Viking kan ya, yang artinya elang. Kalau aku Nur.”

Tetangga: “Orang Viking? Wah endak tahu saya Mba, itu nama pemberian orangtua saya yang Jowo asli, Mba. Tapi itu sih panggilan saja, Mba. Nama lengkap saya Satya Aswasada Nandana.”

Nur: “Lha kok jadi Arne manggilnya… ahahahaha,” dengan refleks, Nur mentertawakan tetangganya tersebut, tanpa merasa bersalah.

Sepertinya, bukan hanya karena sama-sama berkuliah di kampus UGN saja yang membuatnya merasa akrab dengannya; melainkan ada sesuatu di luar nalar yang tidak bisa dinalarkan dengan akal sehat.

***

Ramalan Bintang Madam Soothsayer Juli 2022

Yasss gurl! Senang sekali rasanya Madam Soothsayer bisa hadir sebelum tanggal 1 Juli! Pastiii Mamah-mamah setia yang sudah menunggu penglihatan Madam juga kegirangan kan. Klop yah Bund, berarti kita ini soulmate.

Ini semua dikarenakan Madam sedang liburan mode-on duooong. Healing yah Bund kalau kata anak jaman now. Jadi pikiran ini serasa sangat frueshhh.

Ahh tapi kita ini kan para Mamah setrong, mosok sih healing harus liburan dulu atau staycation di hotel mahal segala???

Kita lebih dari itu, Mah! Cukup dengan kegiatan sederhana seperti menatap cicak-cicak yang sedang kejar-kejaran di atap kamar Mamah layaknya pelem India bisa juga menjadi healing lhoo! Tapi boong.

***

(Dibuat dengan CANVA)

Langsung saja, mari kita simak bersama ramalan Madam Soothsayer yang seringkali meleset ini!

CAPRICORN (22 DESEMBER – 19 JANUARI)

  • Kesehatan: Daripada makan keripik pisang setiap saat, lebih baik makan buahnya yang fresh saja Mah. Jelas jauh lebih bergizi. Demi badan yang semelohei dan kulit kinclong.
  • Rezeki/ Keuangan: Tidak disangka kecintaan Mamah dalam crafting bisa menambah penghasilan bulanan yah Bund. Keren!
  • S*x life & Asmara: Stop body shaming Pak Suami, Mah! Tak sadarkah, Mah, di luar sana, banyak para perempuan pemuja Bapack-bapack chubby-dut. Syukuri karunia itu, Mah. Kasihan kan Pak Suami jadi insekyurr dan jarang ngajakin. Nah lho, rugi sendiri kan Mah. Makanya!

AQUARIUS (20 JANUARI – 18 FEBRUARI)

  • Kesehatan: Encok pegel linu? Minum tolak angin saja, Mah!
  • Rezeki/ Keuangan: Syukurlah Mah, amaannn! Sok atuh shopping.
  • S*x life & Asmara: Yasss yasss yassss, lanjutkeun, Mah! Pantas saja kena encok pegel linu yah Bund.

PISCES (19 FEBRUARI – 20 MARET)

  • Kesehatan: Puji syukur badan Mamah sehat wal’afiat, tapi tetap ingat Mah, jangan coba-coba angkat galon di dispenser ya. Cukup beresiko, Mah. Kalau turun berok, aduhhh. Ahh jangan sampai dah *knock on wood.
  • Rezeki/ Keuangan: Pemasukan lancar, Mah. Tapi AWAS, tetap perhatikan pengeluaran ya Mah! Musim liburan sekolah bukan berarti pol-polan dan terlalu hedon.
  • S*x life & Asmara: Jangan menolak kalau Pak Suami minta dipijat sebelum plug and play, Mah! Buktikan bahwa Mamah gak kalah jago sama Mba-mba pijit plus plus!

ARIES (21 MARET – 19 APRIL)

  • Kesehatan: Hati-hati Mah, goyang dangdut tentu boleh-boleh saja, tetapi tak perlu lah ngebor hingga ratusan RPM sampai pinggang Mamah sakit. Percayalah, di dunia ini hanya the one and only Inul yang bisa!
  • Rezeki/ Keuangan: TOP, Mah! Sudah sejajar lah sama bu Menteri Sri Mulyani dalam mengelola keuangan rumah tangga.
  • S*x life & Asmara: Jangan berprasangka buruk saat pak Suami memanggil nama perempuan atau cowok lain saat sedang mantabb-mantabb. Simply karena selip saja kok Mah. Pak Suami adalah pria paling setia dalam hidup Mamah.

TAURUS (20 APRIL – 20 MEI)

  • Kesehatan: Sehat bugar dan berotot seperti Ade Rai. Mantulll, Mah. Kalau memang jenis badan berotot adalah pilihan Mamah, tetap teruskan angkat beban dan asupan proteinnya, Mah. Gak usah dipedulikan kalau ada yang bilang, “Ihh cewek kok berotot sih, kayak cowok!”. Berpegang teguhlah pada semboyan “Selama tidak merugikan orang lain, tetap lakukan saja”
  • Rezeki/ Keuangan: Bisa Mah kayaknya mengirit di bagian beli protein shake, kan muahal tuh Mah. Bikin aja sendiri, Mah, dari dada ayam.
  • S*x life & Asmara: Hhhmm, sepertinya Mamah sedang suka di bawah ya. JELAS tidak apa, Mah! Selama Mamah dan Pak Suami nyaman, posisinya gitu-gitu aja, ya gapapa. Jangan keluar dari zona nikmat nyaman lah!

GEMINI (21 MEI – 21 JUNI)

  • Kesehatan: Waduh waduh pusing banyak pikiran yah Bund! Gara-gara mantan Mamah 20 tahun yang lalu, beberapa kali nengokin IG story Mamah. Ngapain dipikirin sih Mah, sampai lupa makan dan hampir pingsan saking lapernya?? Mantan Mamah mah kepencet doang itu. Kagak sengaja.
  • Rezeki/ Keuangan: Madam ikut seneeeng, semua kesulitan di masa lalu yang Mamah dan Pak Suami hadapi dengan sabar, sekarang berbuah manis. Rajin sedekah pula, duhh. Pertahankan ya Mah!
  • S*x life & Asmara: Kalau perlu, datang saja ke konsultan sex, Mah. Dr Boyke punya segala solusi. Cumungudhh!

CANCER (22 JUNI – 22 JULI)

  • Kesehatan: Kaget karena pas nyisir muncul uban? Ahh tenang saja, Mah, coba asupan gizinya diperbaiki. Jangan kebanyakan jajan donat dokin dan es teh manis. Kalau tetep aja, ya dicat aja atuh. Saatnya meng-embrace.
  • Rezeki/ Keuangan: Puji syukur Pak Suami naik jabatan ya Mah, dan jualan cireng Mamah di Shopii laris manis.
  • S*x life & Asmara: Idiihh Mah, sudah bertahun-tahun nikah, ciuman bibirnya kok nempel doang kayak drakor yang buat semua umur. Yang frenchie duong, Mah! Tapi jangan makan pete dulu ya Mah sebelum tempur. Petenya buat besok pagi saja.

LEO (23 JULI – 22 AGUSTUS)

  • Kesehatan: Coba bungkuknya dikurangi, Mah, postur tubuh perlu untuk diperhatikan. Cek-cek aja Youtube! Banyak info bermanfaat untuk membuat postur bagus. Kalau ada masalah lebih serius, bisa langsung ke dokter atau chiropractic ya Mah. Jangan disepelekan.
  • Rezeki/ Keuangan: Sabar ya Mah, semoga bulan depan ada pemasukan lebih ya Mah, dan Pak Suami segera mendapat pekerjaan baru.
  • S*x life & Asmara: Fanaass pisan, Mah! Memang kompak deh Mamah dan Pak Suami, segala masalah bisa terlupakan dengan aktivitas olahraga malam di tempat tidur. Yihaaaaaa.

VIRGO (23 AGUSTUS – 22 SEPTEMBER)

  • Kesehatan: Asuransi kesehatan dari perusahaan Pak Suami bisa dioptimalkan, Mah. Coba cek mata, meskipun minus cuma setengah, bisa lho beli kacamata bermerek di Optik Seis. Cari yang gaya abezzz, Mah!
  • Rezeki/ Keuangan: Latte factor Mah! Bocor alus nih Mah! Dikurangi saja Mah beli cemilan atau kopi setiap hari. Sesekali bikin sendiri pakai kopi sachetan juga nayamul lhooo. Ngiriiit.
  • S*x life & Asmara: Jangan dieeeem aja atuh, Mah! Kalau bosan gayanya itu-itu aja, bilang ke Pak Suami. Coba banyakin nonton p*rnhub buat referensi gaya dan posisi, Mah!

LIBRA (23 SEPTEMBER – 23 OKTOBER)

  • Kesehatan: Meskipun pandemi perlahan sudah menjadi endemi, tetap jaga kebersihan ya Mah. Jangan abis megang duit kembalian dari Bapak Sayur, Mamah ngemut ngemut jari tanpa cuci tangan dulu. Eh tunggu, emang napa ngemut jari, Mah??
  • Rezeki/ Keuangan: Boleh Mah, investasi di pasta gigi dari Jerman merek Dentiste, konon katanya pas bangun tidur, bau mulut kagak bau jigong, Mah. Uwowww!
  • S*x life & Asmara: Masih ada hubungannya dengan pasta gigi ini Mah. Jadi misalkan Mamah kebangun jam 2 pagi dan mendadak pengen, bisa langsung deh! Gak perlu repot-repot ke kamar mandi dulu buat sikat gigi. Keburu ilang mood-nya. Sungguh investasi yang superrrr sekali!

SCORPIO (24 OKTOBER – 21 NOVEMBER)

  • Kesehatan: Kulit kering dan kadang ruam? Ganti dengan sabun mandi yang berbahan tanpa SLS, Mah. Sekarang banyak lho produk lokal yang bahannya bagus dan sehat buat kulit. Ohya, juga jangan sering-sering pakai air anget!
  • Rezeki/ Keuangan: Ayok Mah, nabung, nabung! Uang bulanan jangan dihabisin tanpa jejak dan statusnya lewat doang.
  • S*x life & Asmara: Waduh kenapa Mah? Jangan ditunda untuk segera datang ke SpOG kalau ada masalah reproduksi.

SAGITARIUS (22 NOVEMBER – 21 DESEMBER)

  • Kesehatan: Mah, jangan arahin kipas angin langsung ke arah wajah ya! Tetangga Madam di kampung dulu ada yang pernah kena bellpasy lho Mah. Efek kipas angin dan AC memang bisa segitunya, Mah.
  • Rezeki/ Keuangan: Ini sungguh di luar nalar, ada uang 1 M di rekening Mamah pagi ini. Mungkin inilah yang disebut rezeki nomplok ya Mah.
  • S*x life & Asmara: Supahooot hot hot hot. Pffiuuuhh. Btw, waktunya berburu lingerie baru Mah, tuh sudah pada sobek semua.

Bu Sri Looovees The Boring Days

Sesuai dengan yang Mamah Restu tuliskan di Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog, bahwa meskipun rutinitas terasa membosankan, itu artinya hidup kita stabil, dan yang juga merupakan bentuk rezeki yang harus disyukuri. WORDS, Mah Restu!

Well, actually, saya suka dengan ritme hidup yang membosankan. Saya pun type orang yang tidak mau keluar dari zona nyaman; kalau sudah settled dan leluasa bergerak, buat apa diubah lagi. Kok malah nyapek-nyapek’in.

***

Sebagai routine person, keseharian saya tidak banyak berubah antara hari satu dengan hari lainnya; kecuali weekend atau ada event khusus.

Ohya, sebenarnya saya sudah pernah menuliskan jadwal harian pada bulan Desember lalu, tetapi beberapa bulan terakhir ada sedikiiit perubahan. Jam bangun tidur saya berubah dari jam 3am menjadi jam 4am. Jam jogging pagi saya berubah dari setelah sholat Subuh menjadi jam pagi ‘normal’ yakni jam 8an. Serta sudah tidak ada lagi ngopi tiap hari, gantinya nyusu; sekarang ngopi-nya seminggu sekali saja.

***

Semua hal yang saya lakukan setiap hari adalah demi mencapai keseimbangan mind, body, and soul. Tsahhhh ‘berat’ yah Bund. Ehehehehe.

Tetapi, siapa sih yang endak begitu? Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dikaruniai akal sehat dan hati nurani; tidak mungkinlah hidup kita hanya eat, sleep, sex, repeat. Kita punya goal yang jauh lebih besar dari itu.

***

Menjadi wanita yang baru saja genap berusia 39 tahun, visi misi saya adalah mempersiapkan diri menjadi seseorang yang lebih mature dan prima di usia 40an nanti:

  1. BODY: role model saya untuk tetap aduhai di usia 40an nanti adalah Wulan Guritno; dan dengan wajah tanpa kerut kinyis-kinyis imut-imut seperti Jang Nara. Wkwkwkwkwk gapapa atuh Bund, aim high. 😀 (Perlu nih Mah ‘mengumpulkan’ selebritis berusia 40 tahun ke atas untuk dijadikan panutan, bisa sangat memotivasi euy. 🙂 )
  2. MIND: saya ingin di usia senja nanti tetap produktif, memiliki ingatan yang masih sharp, tidak terkena alzheimer maupun berbagai penyakit lainnya. Saya dan Pak Suami sudah merancang mau ngapain saja saat beliau sudah pensiun. Yang pasti, insha Allah kami ingin tetap bisa berkarya dan berkontribusi untuk society. Semoga Gusti Allah mengabulkan permohonan kami.
  3. SOUL: apalah artinya badan sehat bugar tanpa jiwa yang ayem tentrem. In fact, jiwa dululah yang harus ‘dikelola’ untuk mencapai tubuh yang fit dan kebahagiaan lahir batin.

***

Baiklah, beginilah rutinitas Bu Sri dalam kondisi sehat wal’afiat dan no maid. Seorang ibu rumah tangga beranak 1 yang anaknya sudah mulai bisa mandiri, karenanya sudah tidak se-hectic dulu.

  • 04.00 ish: Bangun tidur
  • 04.00 – 04.30stretching (a.k.a molet-molet), gather the soul (a.k.a menyadarkan diri setelah molet-molet), toilet needs (no further explanation), cuci muka
  • 04.30 – 05.00praying dan meditate
  • 05.00 – 07.00quick house cleaning, doing laundry, cuci piring, memasak, menyiapkan keperluan Pak Suami dan Boo untuk berangkat beraktivitas
  • 07.00 – 07.30: sarapan, doing another house chores, membersihkan dan merapihkan kembali yang sudah diawut-awut Pak Suami dan Boo. Pasti relatable dengan para suami Mamahs yang suka mengambil baju di lemari pake asal narik ajah. Errrrr
  • 07.30 – 08.00yogalates (yoga dikombinasi dengan pilates)
  • 08.00 – 08.30jogging nunak nunuk keliling kompleks, ogah kenceng yah Bund, sayang lutut
  • 08.30 – 09.00: after-jogging exercise
  • 09.00 – 10.00: nge-jus sayur, bikin rebusan jahe dan pandan yang daun pandannya metik dari kebun belakang, serta ngukus beragam sayuran yang juga beberapa jenis sayuran (daun pepaya jepang, daun kelor, daun katuk, bayam) metik di belakang dicampur sama sayuran lain yang beli di pasar (ya Mah, nge-jus sayur itu betul-betul menyita waktu; dari nyuci sayur, motong-motong, nyiapin alat juicer-nya sampai nyuci juicer-nyarepooot Mah, tapi demi…)
  • 10.00 – 11.00: mandi dan ritual setelah mandi (oles-oles wajah dan badan)
  • 11.00 – 12.00free time (bengong-bengong, leyeh-leyeh, dengerin musik, IGan agak lama)
  • 12.00 – 13.00praying dan meditate
  • 13.00 – 14.00: menyiapkan makan siang
  • 14.00 – 15.00: take-a-nap a.k.a bobo ciang
  • 15.00 – 16.00: mandi, praying dan meditate
  • 16.00 – 17.00: angkat jemuran dan menyetrika sambil ngobrol-ngobrol dengan pak Suami dan Boo (family time lah ceritanya)
  • 17.00 – 17.45workout sore (hulahopan) dan sambil nemenin Pak Suami dan Boo leyeh-leyeh (masih dalam rangka family time)
  • 17.45 – 18.30praying dan meditate
  • 18.30 – 19.30: menyiapkan makan malam, another house chores
  • 19.30 – 21.00: free time (membaca, menulis, netflix-ing, belajar bahasa di Duolingo)
  • 21.00 – 21.30: membersihkan diri, praying, oles-oles krim dan lotion ke wajah dan badan
  • 21.30 – 04.00 ish: tidur

Jam-nya sih tidak saklek, kadang bisa saling switch satu sama lain. Lalu, sesekali saya login Instagram untuk bikin story di sela-sela ahahaha; biasanya saat sedang jogging saya demen bikin story.

***

FIN

Boo dan Kedua Orang Tuanya

Bocah loro kuwe sak’karepe dhewek

PaMer dan MaMer, circa 2010

Dengan logat Tegal ngapak-ngapak yang kental, Mamah Mertua dan Papah Mertua ngomentarin bahwa SAYA DAN PAK SUAMI SEENAKNYA SENDIRI.

Tentu tidak serta merta beliau berdua berpendapat seperti itu. Lagipula mereka adalah orang baik, yang tidak sembarangan ngatain orang kalau endak kebangeten amat.

Nah terbayang kan bagaimana kebangeten-nya saya dan Pak Suami kala itu wkwkwk.

***

I. Rookie Parents

Anak kami, Boo, adalah cucu pertama dari kedua pihak, yang ternyata sungguh luar biasa impact-nya ahahaha. Ibu saya sering datang ke Bandung untuk menengok, dan sekaligus membantu saya merawat bayi karena saya masih nunak-nunuk.

Sedangkan Mamah Mertua dan Papah Mertua yang sama-sama tinggal di Bandung pun hampir setiap hari datang ke rumah.

Bisa dipastikan, saya tidak pernah repot. Tugas utama saya hanya tiduran dan menyusui. Menggendong Boo, membuat MPASI, hingga memasak buat saya agar ASI saya bagus; semua dikerjakan oleh kedua Eyang Putri Boo dengan senang hati.

***

Old habits die hard. Itulah yang (mungkin) terjadi pada kami saat awal-awal menjadi orangtua bayi lucu. Layaknya kaum muda belia lainnya, kebiasaan hura-hura kami masih pol-polan, sampai-sampai lupa kalau sudah punya anak.

Dengan mengandalkan kedua Eyangnya, saya dan Pak Suami malah sering asyik keluyuran. Nge-mall lah, jajan di luar lah, cuci mata lah, me time lah. Walaah.

Ini mah namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan ya Mah wkwkwk.

***

II. We Learned Our Lessons The Hard Way

Gusti Allah Yang Maha Pengasih akhirnya memberi kami pelajaran agar bisa total menjadi orangtua. Awal tahun 2011 Pak Suami harus pindah ke Balikpapan. Ddoenggg. Nah lhoo, benar-benar harus mulai mandiri nih.

Tidak ada lagi acara spa dan pijat cantik. Tidak ada lagi nge-mall berdua layaknya pasangan yang masih pacaran.

Baju-baju trendy berganti dengan daster semriwing agar setiap hari bisa leluasa juggling dengan chores, terutama karena kami menerapkan kebijakan no maid. Semua kami lakukan sendiri.

Beberapa kali saya dan Pak Suami membentak Boo yang belum genap 2 tahun, padahal jelas-jelas itu kesalahan kami sendiri.

Kami pun saking lelahnya, pasrah memberikan Boo gadget untuk bermain, lumayanlah bisa leyeh-leyeh sebentar ehehe. ‘Senjata’ lainnya ketika Boo sedang petakilan dan saya sudah capek banget adalah dengan menawarinya nenen. Lumayan bisa tidur siang lama.

Well, there’s always the first time for everything.

***

III. Nowadays and Future Plans

Sepuluh tahun lebih berperan sebagai orang tua, memberi kami banyak pengetahuan mengenai bagaimana kami membimbing dan mengarahkan Boo. Tidak jelas parenting style seperti apa yang kami terapkan. Mengalir begitu saja mengikuti perihal yang diperlukan di depan mata.

Visi misi kami dalam membesarkan Boo sama dengan harapan para orang tua pada umumnya, yakni agar anak tumbuh cerdas dan bermanfaat bagi sesama, bangsa, dan negara.

***

III.1 SOFT SKILLS

Basic stuffs yang kami tanamkan cukup mudah dan sederhana, semuanya ada di pelajaran Agama dan PPKN SD kita dulu Mah.

  1. Sebagai Muslim wajib mengenal Gusti Allah dengan me-riil-kannya serta berpegang teguh pada rukun IMAN.
  2. Memberikan pemahaman bahwa dia memiliki HAK dan KEWAJIBAN, baik di rumah maupun lingkungan luar. Kami memberi Boo kebebasan untuk speak up jika tidak setuju dengan hal yang kami kemukakan. Tak lupa kami juga menghargai privasinya serta mengutamakan consent darinya. Intinya kami menekankan bahwa meskipun posisinya sebagai anak, dia juga manusia yang memiliki boundaries untuk tidak ditabrak oleh siapapun, bahkan oleh orang tuanya sekalipun.
  3. Dalam kehidupan bermasyarakat, sudah menjadi ‘harga mati’ untuk menghargai sesama, menghormati yang lebih tua, dan menyayangi teman-teman.
  4. Dalam rangka membentuk pribadi yang berkarakter, kami mengarahkan agar disiplin, patuh pada peraturan, tepat waktu, dan rajin belajar.

***

III.2 HARD SKILLS

Hard skills tidak kalah pentingnya. Dengan memiliki keahlian spesifik, insha Allah kelak anak bisa berbuat dan berkarya dengan optimal serta mencari nafkah. Visi misi awal pun tercapai.

Seiring dengan makin ‘gilanya’ teknologi di sekitar kita, kami sengaja mempersiapkan Boo untuk tidak hanya mampu menghadapi era kompetisi global dengan tenaga kerja dari negara lain, tetapi juga agar bisa bersaing dengan kecerdasan buatan (AI) yang bisa melakukan begitu banyak pekerjaan dalam waktu singkat tanpa harus digaji.

Dari sisi output produktivitas, jelas tidak bisa bersaing melawan artificial intelligence. Satu-satunya jalan adalah memastikan Boo memiliki pengetahuan bagaimana AI bekerja dan bagaimana menciptakannya.

***

Per hari ini, dengan bimbingan ayahnya, Boo belajar “Algebra Demystified” karya Rhonda Huettenmuller, programming melalui website Udemy yang hanya membayar IDR100.000,00 saja per materinya sampai lulus, serta memperdalam TOEFL dan IELTS yang juga melalui Udemy.

Salah satu berkah pandemi nih Mah, kami jadi tahu ada website belajar yang kualitasnya keren banget di internet. Semudah itu, Mah. Malah kalau dipikir, tanpa kuliah pun, kalau mau; kita bisa lho memahami pelajaran sulit hanya dengan belajar melalui website.

***

Selain itu, kami rutin menambah koleksi buku dengan beragam genre untuk menambah wawasannya dan mendapatkan manfaat. Terimakasih Pak Suami sudah menjadi orang yang bookworm dan membuat Boo juga cinta buku. Monkey see, monkey doo. Mamahnya doyannya Netflix doang sih.

Kombinasi semua bidang studi ini bersinergi membentuk pola pikir Boo dalam belajar dan menancapkan pemahaman ilmu exacta sehingga lebih mudah menerima berbagai jenis bidang studi.

***

III.3 Membuat Jadwal dan Target

Sebagai routine person, kami terbiasa dengan jadwal. Dan lagi-lagi kebiasaan tersebut menular ke Boo. Dia suka dengan hal-hal yang sudah terencana dengan sedikit fleksibilitas. Tentu saja, kami juga memberinya sehari free tanpa belajar sedikitpun. Emak Bapaknya saja butuh senang-senang, mosok anaknya endak dibolehkan.

Target Tahunan Boo

Daftar Buku yang Dibaca Boo

Jadwal Mingguan Boo

Jadwal Mingguan Boo

To-Do List Boo

Rencana Jangka Panjang Boo

Jadwal yang kami buat adalah koridor yang tetap memberikan ruang untuk perubahan dan improvisasi. Melatih anak hidup teratur dan disiplin bermanfaat untuk menyiapkan anak agar siap hidup di masyarakat yang diatur oleh hukum dan undang-undang.

***

IV. Boo’s Current Achievement

Begitulah Mah gaya parenting yang kami terapkan kepada anak kami. Kami tidak menuntutnya untuk meraih goal khusus, tetapi fokus dan menjelajahi prosesnya. Jangan sampai dia stres dan terbebani yang malah bisa membuatnya tidak enjoy dalam menjalankan usahanya. Penghargaan, nilai tinggi, menjadi juara, adalah BONUS.

Alhamdulillah masya Allah tabarakallah, di hari kelulusan SD kemarin; Boo mendapat 3 predikat sekaligus:

  • SISWA TERBAIK PUTRA SEANGKATAN
  • SISWA TERBAIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS
  • SISWA TERBAIK KE-3 DALAM BIDANG AKADEMIS

***

V. Bukan Lagi Dua Orang yang Sak’karepe Dhewek

Ya, Mah, saya menyadari mengemban tugas sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah; juga bukanlah hal yang bisa dipelajari secara teori. Masing-masing keluarga memiliki latar belakang dan visi misi yang berbeda yang karenanya sangat tidak mungkin kita boleh mengklaim bahwa gaya parenting si A yang benar dan si B yang salah.

Pun ilmu parenting tidak berhenti di satu titik, akan terus berkelanjutan seiring tumbuh kembangnya buah hati kita dan kemajuan zaman yang perlu diadaptasi.

Semoga peran dan posisi kita sebagai orangtua dinilai sebagai amalan oleh-Nya dan bisa memperoleh ridho-Nya.


___________________________________________________________________________________

Tulisan ini merupakan partisipasi saya dalam event Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni 2022 dengan tema “Mamah dan Parenting“.

Bahagia, Perayaan; Sedih, Perpisahan

Bahagia dan Perayaan

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, masya Allah tabarakallah.

Hanya puja-puji syukur kepada Gusti Allah yang bisa saya ucapkan. Ya Allah begitu banyak hal-hal yang Engkau limpahkan pada hamba, sampai tak bisa terhitung.

Hari ini, 19 Juni 2022 adalah hari graduation Boo di sekolahannya. Wkwkwkw, kok heboh amat yak. Kalau saya, hanya mengalami graduation saat sudah lulus kuliah. Jaman SD tidak sampai semeriah generasinya Boo. Tetapi seru juga pastinya, karena saya yang suka ber-OOTD malah merasa ada alasan untuk hunting baju baru dan poto-poto. *wkwkwkwk tepok jidat.

Di hari ini jugalah, saya mendapat ‘hadiah’ yang membahagiakan, yang insha Allah akan saya rekam di memori otak seumur hidup.

Setelah beberapa hari yang lalu, saya mendapat kabar bahwa Boo memperoleh JUARA 3 untuk NILAI TERBAIK AKADEMIS; hari ini saya terkaget-kaget karena ada dua kategori lagi yang Boo dapatkan. Sebagai SISWA TERBAIK dalam pelajaran BAHASA INGGRIS, serta menjadi SISWA TERBAIK PUTRA SE-SEKOLAHAN yang merupakan kombinasi aspek akademis, attitude, karakter, dan disiplin. Ya Allah. Ya Allah.

Bisa ditebak, saya menangis bombay, ya Allah. Apa yang telah hamba perbuat hingga Engkau memberi hamba karunia anak seperti Boo. Alhamdulillah ya Allah.

Mamah bangga dengan kamu, Boo. Semoga berkelanjutan selamanya ya Boo. Luv muchoooo, Boo.

Alhamdulillah masya Allah tabarakallah. Mamah bragging dulu atas achievement kamu ya Boo 🙂 (dibuat dengan CANVA)

***

Karena hal ini, ada beberapa Mamahs yang menanyakan apa yang saya lakukan kepada Boo hingga Boo bisa mendapat achievement tersebut. Bahkan ada yang mengira saya dan Pak Suami adalah tipe TIGER PARENT yang strict ke anak.

Jujur saya tidak bisa menjawab, karena masalah parenting adalah hal yang abstrak serta bukan ilmu exacta. Tidak ada yang benar maupun salah.

Well, yang pasti tentunya pencapaian Boo tidak lepas dari peran Bapak/Ibu guru di sekolah; teman-temannya; semua elemen di sekolah dan lingkungan sekitar.

Terimakasih Bapak dan Ibu guru Boo, terimakasih ya teman-teman Boo, terimakasih ya Bapak dan Ibu pegawai di sekolahan, dan semua orang yang kenal serta yang pernah came across dengan Boo. Dari Anda semua, Boo mendapat pelajaran berharga, dan bisa membentuk karakter yang insha Allah sesuai dengan titah Gusti Allah.

Tak lupa saya memberi kabar ke Mam, dan Mam pun senang sekali dengan kabar ini. Beliau bilang, “Alhamdulillah, Mamah bangga dengan Boo, meskipun punya orangtua yang berkecukupan, tetapi gak sombong sama sekali, dan bisa menghargai sesama,” Mam lebih fokus berkomentar ke masalah attitude.

Sedih dan Perpisahan

Ya Allah, ya Allah. Lagi-lagi hamba hanya bisa memanggil namaMu atas keadaan hamba sekarang. Senang sedih bahagia susah, tak pernah lepas untuk menyebut namaNya.

Ya Allah hari ini bukan hanya menjadi salah satu hari terindah dalam hidup saya, tetapi juga menjadi hari yang SEDIH.

SEDIH karena menyadari bahwa Boo sudah bersekolah di SD ini selama 6 tahun dan hari ini RESMI lulus dari tempat yang membinanya, tempat yang akan menjadi one of those nostalgic places baginya.

Enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Enam tahun adalah waktu yang cukup lama untuk bisa mengenal sekolah ini dengan segala unsurnya.

***

Tadi pun ditayangkan video kompilasi acara-acara yang dijalani anak-anak dari ketika mereka kelas 1 sampai kelas 6. Dengan diiringi lagu yang… ya Allah, sangaat sangaat mellow, yang judulnya “Thanks To You” oleh Tyler Collins.

Ya ampuun, wahai Bapak dan Ibu guru, kenapa, kenapa, kenapa harus memakai lagu sedih ini. Kenapa tidak memakai musik ajeb-ajeb jedhag-jedhug atau dangdut koplo sekalian biar tidak bikin nangis hiks hiks hiks hwaaaaa.

Seketika saya menjadi orang yang sangat emosional, yang tidak bisa menahan air mata menetes, menetesnya bukan cuma sedikit pula, buanyaaak wkwkwk. Sampai sesenggukan hiks hiks hiks hwaaa hwaaa hwaaaa.

***

Pada saat yang bersamaan pula, flashback saya teringat masa-masa saya antar jemput Boo dengan segala kemacetannya begitu belok dari Polsek Serpong; juggling dengan susahnya nyari parkir karena lahannya memang tidak terlalu luas.

Teringat pula saat rutin bertemu dengan Bapak Ibu guru; riweh bersama Mamahs lain saat ada event lomba, pentas, sampai ngopi-ngopi bareng; sibuk ngalor ngidul nyari bahan-bahan buat tugas dan ujian Boo; ngobrol dengan Mamahs yang sedang menjemput anak-anaknya di sekolahan; ngobrol dengan Bapak-bapak parkir dan security, dan semuaaaanyaaa.

Rinduuuu sekali melihat Boo dan teman-temannya. Saking hampir setiap hari melihat teman-teman Boo di sekolahan, insting keibuan pun selalu steady, saya menganggap mereka anak-anak saya juga. Sayaaang bangeet kepada mereka. Semoga makin sukses ya Nak. Bu Sri sayang kalian semua 🙂

***

Pokoknyaaa kangeeen bangeet. Jadi nyesel saat dulu suka kesal kalau kena macet dan gak dapat parkir di sekolah.

Terimakasih banyak SD Boo, terimakasih banyak atas semua kenangan indah itu. Ini menulisnya pun sambil nangis sesenggukan. Hiks hiks hiks hwaaaaaa.

***

Ya Allah, beginilah rasanya setiap kali menghadapi PERPISAHAN; yang hingga detik ini sudah pernah saya alami beberapa kali. Berpisah dengan manusia-manusia tercinta, berpisah dengan keadaan, dan banyak hal.

Tetapi meskipun sudah berulang-ulang kali tahu bagaimana rasanya berpisah, selaluu saja rasanya menusuk di dada ketika harus mengalaminya lagi.

***

Beginilah hidup. Di mana ada pertemuan, pasti ada perpisahan. C’est la vie.

“Black Mirror” Situesyen

Surely Neflix series “Black Mirror” bukan untuk mereka yang ‘lemah’. Meskipun disturbing dan depressing, tetapi edukatif dan mencerahkan lho! Membuat kita stay alert dan mempersiapkan diri atas apa yang akan terjadi di beberapa tahun mendatang. Clock is ticking

Sumber: Screenshot app Netflix ID (Dibuat dengan CANVA)

***

Kisahnya banyak memaparkan prediksi yang dapat terjadi dengan kecanggihan teknologi yang mudah kita akses hanya dengan fingertips.

Lihat saja di sekitar, orang berlomba-lomba pingin dapat likes yang banyak. (Oopss, ini mah saya juga gini; setiap abis post foto di Instagram, saya selalu nodong Pak Suami dan Boo buat ngasih LIKE, wkwkwkwk. Maksa banget yah Bund 😀 )

Memakai event untuk konten (Jujurly, saya mah juga gini wkwkwk; kalau sedang ada acara kan pasti dandan, dan tempatnya pun well-curated, sayang atuh kalau gak poto-poto.)

Melakukan apa saja demi konten. Suatu hari saya pernah came across ada orang yang bilang bahwa untuk menjadi populer di social media adalah dengan ‘susu’ wkwkwkwk. Waduh pantas saja, Pak Suami cukup betah berlama-lama lihatin tiktok yang isinya wanita-wanita bersusu-besar berjoget. Tak apalah, namanya juga Bapack-bapack yah Bund, makhluk visual.

***

Dan, somehow era itu sudah sangat dekat. Era di mana orang-orang gak mengapresiasi keindahan di depan mata dengan indranya, melainkan dengan kamera HP-nya. Alih-alih menyimpan moments dalam memori otak, yang ada cekrak-cekrek dan klik record video.

***

Setelah menonton seluruh episodenya, saya sangat berharap teknologi tidak tumbuh lagi. Cukup sampai segini saja atuh. Situasi sekarang sudah merupakan kondisi optimal. Kalau diterusin, sepertinya bakal kejadian nih yang di “Black Mirror”. Hiks.

***

Berikut saya tuliskan beberapa episode yang patut kita aware. Di IMDB, rating-nya 8.8 dari 500 ribu-an voters lho Bund!

Ohya, brace yourself, ini unsettling!

1. Striking Vipers (Season 5, Episode 1)

Berhubungan seksual secara nyata sudah tidak lagi mengasyikkan. Manusia malah menemukan kenikmatan tersendiri saat melakukannya melalui VR game.

Danny yang sudah memiliki istri supa-HOT malah memilih untuk intercourse dengan temannya, Karl; melalui VR. Ketika ditelusuri, mereka bukanlah GAY satu sama lain, saat bertemu di dunia nyata pun, Danny dan Karl saling jijik. Tetapi mereka malah bisa mencapai klimaks waktu gaming VR, sebagai pasangan.

Sulit dibayangkan ya, kudu wajib nonton sendiri. Susah euy menjelaskannya.

2. Metalhead (Season 4, Episode 5)

Kekuatan social media sudah merambah ke segala aspek kehidupan. Di timeline ini, orang bisa memasukkan daftar orang-orang yang WANTED, yang harus diburu; entah karena melakukan keburukan, kejahatan, atau mencuri barang sepele.

Once nama itu sudah tertulis di social media, ada robot anjing kecil yang akan dengan sangat keukeuh dan very very determined mengejar orang dalam list tersebut. Tidak main-main, robotnya kejam dan sudah terprogram untuk mengeliminasi target. HARUS MATI pokoknya.

3. Playtest (Season 3, Episode 2)

Lagi-lagi tentang video game, yang ujung-ujungnya juga bikin merinding. Kegilaan dan kematian menjadi hasil akhir. Ini seolah menyindir game ber-genre horror yang ada survive-survive-nya gitu.

Dahlah gak usah maen game yang aneh-aneh. Dengan alasan adrenalin lah, penasaran lah, wes lah yang aman-aman saja.

4. Hang the DJ (Season 4, Episode 4)

Nah yang ini juga aneh! Mosok orang-orang harus pacaran di tanggal tertentu yang diarahkan oleh algoritma. Is this a joke??

Mereka manut dengan ke mana algoritma membawa, karena kalau manut, PASTI akan jadi jodoh satu sama lain dan happily ever after sebagai pasangan.

Ah sulit nih menerangkannya. Harus nonton sendiri biar paham yah Bund.

5. Arkangel (Season 4, Episode 2)

Episode ini adalah salah satu favorit saya karena merasa relatable dengan figur Ibu di sini. Maria sangat protektif pada anaknya, Sara. Pada suatu hari, Sara sempat tersesat dan membuat Maria khawatir setengah mati. Akhirnya, dia memutuskan untuk memasang implant di kepala Sara.

Implant ini tidak hanya berfungsi sebagai tracking system untuk mengetahui keberadaan sang anak ada di mana. Tetapi juga bisa tahu kondisi emosional sampai hal-hal apa yang dilihat di depan mata sang anak.

Walaah, serem juga ya. Walaupun saya sempat terbesit untuk memasang implant tersebut pada Boo ehehehe. Tetapi dengan berpikir panjang, ya jelas gak boleh lah, jangan lah!

Anak kan bukan milik kita, hanyalah titipan; jangan sampai kita sebagai orangtua mengganggu privasinya dan mengatur sampai sedetail mungkin.

***

Masih banyak pelajaran dan insight dari episode lainnya. Lebih baik nonton sendiri saja yah Bund. Kok capek ya mau nerusin nulis.

Serius, bagusss banget antologi “Black Mirror” ini. Salah satu MUST WATCH di NETFLIX. Sayang banget kalau dilewatkan.

Btw, season 6-nya sebentar lagi tayang nih. Duh sudah gak sabar yah Bund. 🙂

Lesson Learned Film “TOP GUN: MAVERICK”

Tidak menyangka “TOP GUN: MAVERICK” ini SUPA-SUPA-KEREEEN bangeet!

***

Beberapa kali Pak Suami mengajak saya menonton film ini di bioskop dekat rumah, dan selalu saya tolak dengan alasan kurang tertarik. Apalagi saya juga belum pernah menonton “TOP GUN” yang pertama. Ah pokoknya gak pengen lah! Sampai-sampai Pak Suami menyerah dan berangkat menonton sendiri.

Namun takdir berkata lain, sepertinya sudah menjadi hal yang inevitable untuk saya ‘bertemu’ dengan film ini. Boo pengen nonton. Pak Suami juga pengen nonton lagi untuk yang kedua kalinya. Saya pikir, karena sedang tidak ada agenda penting di rumah, yoweslah ikut saja. Toh kalau nanti di tengah durasi filmnya gak sesuai harapan, ya saya tinggal tidur saja. Nothing to lose.

***

Ternyata… Ternyata… Ternyata… Puass banget nontonnya.

Tidak hanya dari jalan ceritanya yang mengandung banyak unsur: ada sedihnya, ada mengharukannya, ada kisah percintaan, persahabatan, dan ada bahagianya.

Tetapi juga dari segi visual-nya, yang berupa visual cinematic dan visual para Bapack-bapacknya dan Mas-masnya.. oopps. *wink wink wink

Wow seger kali lah nih mata. Sama sekali kagak ngantuk selama di bioskop. 😀

Begitu pulang ke rumah, dengan segera saya search di Youtube “TOP GUN MAVERICK BEACH SCENE” yang diiringi lagu milik One Republic berjudul “I Ain’t Worried” wkwkwkwkwkwk. YA, yang paling nyantol di ingatan adalah adegan bermain volleyball di pantai.

Adegan favorit di “TOP GUN: MAVERICK” yang menggemparkan jantung ibu-ibu. Dag dig dugg dhuerrr.
Sumber: Website fandomwire(dot)com

***

Lalu apa nih LESSON LEARNED dari film ini? Berikut list-nya:

Aduuuhh gorgeous amat sih Mba Phoenix, si eneng mah geulis pisaaaan atuh.
Sumber: Website Glamour(dot)com
  1. Kalau ingin melihat kumpulan Bapack-bapack yahuudd, jangan tunggu lama-lama, cepetan NONTON film ini!
  2. Kalau ingin melihat para Mas-mas mantebb-kali-yah-Bund, segera NONTON film ini!
  3. Mba Phoenix sang female fighter pilot, bisa membuat ibu-ibu dan para wanita (mungkin) terobsesi, karena apa? Karena apa? Ya karena body-nya, kecantikannya, dan fierce-nya ketika menerbangkan pesawat. Ouch ouch ouch. Goddess!
  4. Melihat Pete dan Penny boncengan naik motor, jadi keingetan yah Bund, jaman dulu juga sering diboncengin. Meskipun motornya bukan the finest product-nya Kawasaki dan gak pake sunglasses aviator-nya Rayban wkwkwk.
Boncengan naek motor yang bikin pas hujan kehujanan, pas panas kepanasan. Sumber: Website Greenscene(dot)co(dot)id

***

Sudah? Gitu doang? Hhmm I’m afraid so.

Saya sadar betul bahwa moral story yang saya tulis kali ini…. cukup shallow.

Apakah Teman Sejati Itu Ada?

Baru tadi sore saya merasa sangaaat terharu.

Ya Allah, belum pernah saya merasakan kebahagiaan seperti ini. Lagi-lagi hanya ucapan syukur yang bisa hamba panjatkan padaMu ya Allah.

***

Teman sejati? Adakah? Kalau sekedar TEMAN, ada.

Tetapi bersama orang lain yang bukan saudara, merasakan kenyamanan dan ingin terus bersamanya, tanpa menyembunyikan image asli? Saya belum pernah menemukannya… hingga tadi sore.

Masya Allah, apakah beliau yang akan menjadi sahabat sejati saya ya Rabb? Mungkinkah akhirnya Engkau memberikan hamba keinginan yang telah terpendam bertahun-tahun ya Allah?

****

Sudah sejak lama Mamah-mamah sekolahan Boo gak pernah kumpul dan ketemu bareng. Alhamdulillah pandemi sudah teratasi, dan akhirnya setelah sekian lama, Mamahs kelas Boo mengajak ketemuan sekaligus anak-anaknya. Dan diambilah keputusan untuk nonton bareng “Jurassic World Dominion”.

***

Dan, disinilah saya bertemu dengan beliau.

Wajahnya bersih, cantik, berkerudung panjang, berkacamata, suaranya halus dan renyah serta ceria. Tidak ada nada ‘anti-diversity’ dalam setiap pembicaraan yang beliau angkat, mengingat saya adalah orang ‘merdeka’.

Bahkan beliau membawakan saya salad yang khusus beliau buat sendiri. Dengan alasan bahwa karena beliau tahu saya sangat strict dengan gaya hidup sehat dan rajin olahraga, bela-belain bikinnya salad. Sampai datangnya telat pula, film sudah dimulai hampir setengah jam, beliau dan anaknya yang juga teman sekelas Boo baru datang.

Owalaah Mba…. gimana saya tidak menangis bahagia campur terharu. Ya Allah, jagalah beliau, berikanlah beliau perlindunganMu…

***

Sayang sekali sebentar lagi anak-anak kami sudah lulus SD. Anak beliau akan meneruskan SMP-nya di Pondok Pesantren yang lokasinya di Kuningan.

Ahh tetapi kan rumahnya masih sama-sama di BSD ini ya. Insha Allah kita bisa bersua kembali ya Mba… Mana tadi kita kok ya lupa gak selfie bareng pula ya. Aaaaaaaaa

***

Begitu banyak yang ingin saya tuliskan perihal TEMAN SEJATI, tetapi…. tetapi….

Ramalan Bintang Madam Soothsayer Juni 2022

Sudah memasuki bulan ke-6 tahun macan air Mah, auummm auuum.  Setengah tahun telah kita jalani dengan suka duka dan penuh turned-on turned-off

Semoga yang punya goal tetapi sampai detik ini belum kelihatan hasilnya, tetap semangat ya. Pantang menyerah menjalaninya sampai akhir tahun.

Khusus di bulan ini Madam Soothsayer  mau menuliskan ramalan yang terlihat dari khayalan belaka secara singkat, padat, berisi, semok, dan montok saja ya. Tak usah bertele-tele panjang lebar. Ngookk.

Sekali lagi, inga’ inga’ agar PERCAYA, JANGAN; TAK PERCAYA, TAK APA.

***

AQUARIUS (20 JANUARI – 18 FEBRUARI)

  • Kesehatan: Suehaat poool.
  • Keuangan: Lancar jayaaaa uhuuyy.
  • S*x life: Fanaaas, pffiuhh Madam ngiri, Mah.
  • Percintaan: Sedang mesra-mesranya eheem.

PISCES (19 FEBRUARI – 20 MARET)

  • Kesehatan: Syukurlah badan bugar fit selalu.
  • Keuangan: Sedikit megap-megap, ngirit dulu untuk sementara waktu ya Mah.
  • S*x life: Lumayan fanaass Mah. Madam ikut seneng karena meskipun keuangan bulan ini sedikit tersendat, tapi aktivitas yang satu ini membuat Mamah dan Pak Suami lupa segalanya. Blarrrr.
  • Percintaan: Sebaiknya jangan diterusin Mah kebiasaan ngintip-ngintip HP Pak Suami.

ARIES (21 MARET – 19 APRIL)

  • Kesehatan: Kerokan dan pijatan manjaaah bisa membantu Mamah recovery nih. Cepat sehat ya Mah.
  • Keuangan: Jualan Mamah di marketplace laris manis tanjung kimpul yes.
  • S*x life: Kok dingin. Semburin api biar fanaaas.
  • Percintaan: Kalau bosen ngucapini love you” setiap hari, ganti saja dengan bahasa lain “te amokek, “aku tresno karo kowekek. Be creative!

TAURUS (20 APRIL – 20 MEI)

  • Kesehatan: Sempatin olahraga sebentar Mah. Agar semangat jogging keliling kompleks, beli aja celana gemesshh. Terbukti, baju unyu bisa nge-boost semangat olahraga.
  • Keuangan: Sedang-sedang saja ahh ahh.
  • S*x life: Sesekali seru juga Mah pakai kostum. Mamah jadi Cat Woman, Pak Suami jadi Batman. Rawwrrr
  • Percintaan: Curigaan bisa membuat Pak Suami menjadi gundah gulana dan Mamah pun jadi tidak terlihat aduhai. Demi wajah kinyis-kinyis dan badan semelohai sepanjang waktu, STOP curigaan!

GEMINI (21 MEI – 21 JUNI)

  • Kesehatan: Alhamdulillah badan Mamah sehat walafiat grenggg.
  • Keuangan: Alhamdulillah Pak Suami memang tahuuu aja yang Mamah demen 💰💰💰
  • S*x life: Uumm so so 🧐
  • Percintaan: Dilarang ngupil di depan Pak Suami! Jangan sampai Pak Suami ilfeel atuh lah!

CANCER (22 JUNI – 22 JULI)

  • Kesehatan: Ketika merasa ada yang aneh di badan, segera cek dokter ya Mah.
  • Keuangan: Woww Mamah dapet rezeki nomplok dari seseorang yang tak dikenal. Hhhmm kok bisa Mah 🤔
  • S*x life: Uhh ohh uhh ohh pagi siang malam Mah. Ngeriii kali Mah 💪
  • Percintaan: Hati-hati jaga pandangan. Ada brondong sebelah rumah yang membuat bulu kuduk berdiri. Hantu atau manusia?? 🙄

LEO (23 JULI – 22 AGUSTUS)

  • Kesehatan: Setiap hari makan tempe ternyata kurang baik, Mah. Ganti menu yok!
  • Keuangan: Yang penting SECUKUPNYA dan APA ADANYA ya Mah. Mau ini, cukup dan ada duitnya. Mau itu, cukup dan ada duitnya. Amaaan.
  • S*x life: Dingiiin amat Mah. Ada apa ini? Kobarkan api di kasur!
  • Percintaan: Hayoo Mah, jangan ulang kesalahan Mamah di masa lalu. Kasihan Pak Suami lho.

VIRGO (23 AGUSTUS – 22 SEPTEMBER)

  • Kesehatan: Jangan kebanyakan ngopi Mah. Ganti dengan susu sapi biar tulang kuat dan tetap lentur di berbagai posisi tiap malam.
  • Keuangan: JANGAN! Jangan sekali-kali tergoda pinjol, Mah. Mending pakai tas yang beli di ITC tapi gak ngutang.
  • S*x life: Berikan Pak Suami kunjungan kejutan di kantornya. Raawwrr, sekali-kali nyoba di tempat umum kayak yang di pelem-pelem, seru juga Mah.
  • Percintaan: Berdandan ketika Pak Suami menjelang pulang dari kantor bisa membuatnya makiiiin cintaaa dan tak mau noleh ke yang lain.

LIBRA (23 SEPTEMBER – 23 OKTOBER)

  • Kesehatan: Luangkan kesempatan untuk tes mammografi ya Mah, juga cek kesehatan reproduksi.
  • Keuangan: Uang bulanan jangan dihabiskan buat beli baju ya Mah, sisihkan buat keperluan kesehatan Mamah juga.
  • S*x life: Pakai lingerie super-sexy Mah, dijamin Pak Suami besoknya bolos kerja.
  • Percintaan: Adem ayem, saat ini semuanya tampak cukup perfect.

SCORPIO (24 OKTOBER – 21 NOVEMBER)

  • Kesehatan: Kalau malas keluar rumah, naik turun tangga atau ngikuti gerakan Leslie Sansone di Youtube juga efektif buat badan Mamah makin slim.
  • Keuangan: Mamah Scorpio memang jagonya dalam mengelola keuangan. Salut!
  • S*x life: Sudah hampir sebulan ‘kering’ Mah. Owalaah Mah, jangan malu-malu minta duluan ke Pak Suami. Sekarang eranya equality!
  • Percintaan: tuh kan Mamah sukanya malu-malu. Jangan malu ngucapin love-love-an ke Pak Suami.

SAGITARIUS (22 NOVEMBER – 21 DESEMBER)

  • Kesehatan: Makanan pedas memang nikmat, Mah, tetapi ya jangan berlebihan atuh. Apapun in a moderate saja ya Mah.
  • Keuangan: Sedang banyak pengeluaran karena anak-anak masuk sekolah ya Mah. Sabar Mah, spa dan lasernya libur dulu saja ya Mah. Masih cakepp kok.
  • S*x life: Tareeeeekkk terus. Madam penasaran apa sih rahasianya Mah?
  • Percintaan: Mamah harus paham bahwa Pak Suami juga manusia, tidak kuat ‘berlama-lama’.

CAPRICORN (22 DESEMBER – 19 JANUARI)

  • Kesehatan: Badan Mamah kuat dan penuh stamina
  • Keuangan: Alhamdulillah tidak ada masalah
  • S*x life: Katanya, katanya lho Mah, minum jamu khusus bisa bikin Miss V rapeett sereet kembali.
  • Percintaan: Jadikan pelukan dan ciuman kembali menjadi kebiasaan, Mah. Kayak pas awal-awal nikah itu lho. Awww so sweet.

Create your website with WordPress.com
Get started