Ada satu orang yang kepadanya aku ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Suami Mamah, Pak Yenz.
Masya Allah, melalui Pak Yenz, aku menyaksikan sendiri bagaimana seorang pria muda bisa mencintai seorang perempuan yang jauh lebih tua dengan begitu tulus, sepenuh hati, dan tanpa pamrih.
Pak Yenz merawat dan menjaga Mamah dengan totalitas yang luar biasa. Bukan hanya menemani ketika sehat dan bahagia, melainkan juga hadir sepenuhnya ketika kondisi fisik Mamah semakin melemah dan membutuhkan bantuan untuk hampir seluruh aktivitasnya.
Mamah sering bercerita dengan mata berbinar tentang bagaimana Pak Yenz setiap hari menyuapinya, memandikannya, hingga nyebokin.
Semua dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Suatu ketika aku bertanya kepada Pak Yenz tentang semua yang dilakukannya untuk Mamah.
“Bu Nurilla, Mamah kan istri saya. Itu tanggung jawab saya….”
Masya Allah, Pak Yenz….
Betapa beruntungnya Mamah mendapatkan pendamping yang demikian tulus menyayanginya.
Dan betapa bersyukurnya aku, sebagai anak, mengetahui bahwa Mamah berada dalam perawatan dan kasih sayang seseorang yang benar-benar mencintainya.
Alhamdulillah, alhamdulillah….
***
Enam tahun terakhir, sejak 2020, kehidupan Mamah dipenuhi kebahagiaan bersama Pak Yenz.
Aku menyaksikan perubahan itu. Bagaimana Mamah merasa disayangi, diperhatikan, dihargai, dan dimanjakan dengan cara-cara yang mungkin belum pernah dirasakannya pada masa-masa sebelumnya.
Mamah pernah berkata kepadaku,
“Mam sama Papahmu enggak pernah diginiin, Ril. Dikasih pujian, kata-kata romantis, diajak jalan-jalan…. Seolah Gusti Allah mengganti masa muda Mam, Ril….”
Ya Allah….
Aku bahagia sekali mengingat perkataan Mamah itu.
Setelah bertahun-tahun mencurahkan begitu banyak waktu dan tenaga untuk membesarkan anak-anaknya, mengurus keluarga, dan memikirkan orang lain, pada akhirnya Mamah pun diberi kesempatan untuk menikmati kebahagiaan bagi dirinya sendiri.
Dicintai. Diperhatikan. Dimanjakan.
Seolah Allah menghadiahkan kembali sebagian kebahagiaan yang dulu mungkin terlewatkan dalam perjalanan hidupnya.
Terima kasih, Pak Yenz. Terima kasih telah membuat enam tahun terakhir kehidupan Mamah dipenuhi cinta dan kebahagiaan. Terima kasih sudah merawat dan mencintai Mamah dengan begitu baik, terutama pada saat-saat ketika Mamah paling membutuhkan kehadiran seseorang di sisinya.
Semoga Allah membalas segala kebaikan dan ketulusan Pak Yenz dengan pahala yang berlipat ganda.
***
Ya Allah, Mamahku sayangku….
Rasanya masih sulit sekali menerima kenyataan bahwa sekarang aku tak bisa lagi menelepon Mamah, mendengar cerita-cerita ngalor-ngidulnya, tertawa mendengar humornya, atau sekadar bertanya tentang kesehariannya.
Begitu banyak kenangan yang tersimpan. Begitu banyak hal yang ingin kuceritakan. Begitu banyak ucapan terima kasih serta permintaan maaf yang belum sempat kusampaikan.
Aku tahu, tak ada satu pun anak yang bisa sepenuhnya membalas jasa ibunya. Aku berharap dulu bisa lebih sabar, lebih lembut, lebih sering menyenangkan hati Mamah, dan lebih sedikit mengeluh tentang hal-hal sepele.
Mamahku sayangku….
Maafin aku ya, Mam, untuk setiap perkataan dan sikapku yang pernah membuat Mam kecewa.
Maafin aku kalau selama ini aku belum bisa menjadi anak seperti yang Mamah harapkan.
Terima kasih sudah menjadi Mamahku. Terima kasih untuk seluruh cinta, pengorbanan, doa, dan teladan yang Mamah berikan sepanjang hidupku.
Aku akan selalu bangga menjadi anak Mamah.
Dan selama Allah masih memberiku usia, insha Allah aku akan terus mengirimkan doa untuk Mamah.
Semoga setiap kebaikan yang pernah Mamah lakukan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan Mamah menuju kehidupan yang abadi.
Semoga kini Mamah beristirahat dengan tenang, tanpa rasa sakit, tanpa kelelahan, tanpa kecemasan, dan tanpa perlu lagi memikirkan kebutuhan siapa pun.
Kini saatnya Mamah menerima segala kebaikan yang selama ini begitu murah hati Mamah berikan kepada orang lain.
Selamat jalan, Mamahku sayangku.
Semoga Allah mempertemukan kita kembali dalam keadaan yang jauh lebih indah, di surgaNya.
Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.
Ya Allah, ampunilah Mamah, sayangilah Mamah, berikanlah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah segala kesalahannya.
Luv muchoooo, Mamahku sayangku…. ❤️


