Wuahhh, rentetan juicy gossip melandaku beberapa hari terakhir ini, ehehe. Beritanya pun, sayangnya, tak elok dan tak santun. Huhu.
Entah kenapa, setelah mendengar semuanya, kepalaku malah terasa pening. Mungkin inilah yang dimaksud para spiritualist atas definisi “vibrasi negatif”. Beneran, rasanya gak enak. Pengen ku-unheard, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Informasinya telanjur masuk ke telinga dan tersimpan di kepala.
Jadi, daripada aku nyesek sendirian, aku bagikan saja dalam bentuk tulisan. Siapa tahu setelah dikeluarkan begini, raga dan jiwaku jadi sedikit lebih plong. Ehehehe.
Oh iya, berarti aku harus kasih warning dulu, ya!
Kalau tak ingin mengambil resiko terkena paparan negative vibration lebih dalam, jangan diteruskan membaca. Cukup sampai sini. Stop! Skip skip!
Tapi kalau tetap nekat melanjutkan…
Monggo, silakan.
Resiko ditanggung pembaca masing-masing ya!
***
Baiklah.
Inilah beritanya.
YANG PERTAMA adalah tentang kehebohan di salah satu tower apartemen di kawasan tempatku sedang tinggal. Syukurlah, kejadiannya bukan di tower-ku, melainkan di tower lain.
Alhamdulillah, tower tempatku tinggal kebanyakan dihuni oleh keluarga. Lokasinya juga persis sebelahan dengan AEON, sehingga menurutku sangat convenient dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Nah, sementara itu, tower yang belakangan heboh letaknya sekitar 500–600 meter dari tempatku. Sebut saja Tower Jervois, Leonie, dan Kensington.
Sudah cukup lama aku mendengar berbagai cerita miring mengenai ketiga tower tersebut, terutama Tower Leonie. Salah satu alasannya mungkin karena unit apartemen di sana rata-rata berukuran kecil, banyak yang tipe studio, sehingga keluarga dengan anak biasanya lebih memilih tower tempatku tinggal.
Penghuni Tower J, K, dan L kabarnya lebih banyak yang masih single, mahasiswa-mahasiswi, karyawan, atau bapack-bapack yang sedang menjalani kehidupan LDM.
Beberapa penghuninya sendiri bahkan sudah lama mengeluhkan kondisi di sana. Katanya, hampir setiap hari ada saja orang-orang bentukan “jamet” keluar masuk, pasangan anak muda yang datang berdua, dan berbagai pemandangan lain yang membuat sebagian penghuni merasa tidak nyaman. Yang sepertinya mau melakukan hubungan suami istri. Hiks. Naudzubillah.
Btw, aku tak tahu persis apakah arti dari kata JAMET. Istilah itu murni aku dengar dari cerita orang-orang yang tinggal di sana.
Lalu, baru sekitar dua atau tiga hari yang lalu, terjadi sebuah drama di lobby Tower Leonie.
Seorang istri memergoki suaminya keluar dari lift bersama perempuan lain.
Dan…
tentu saja ada yang memvideokan.
Videonya kemudian cukup ramai beredar di Threads. Di sana terlihat sang istri ngamoek, menjambak perempuan yang bersama suaminya, sambil meneriakkan aneka kosakata kebun binatang.
Aku yang melihat videonya cuma bisa terbengong-bengong.
Dulu kalau melihat video beginian di sosmed, rasanya selalu seperti kejadian di dunia lain. Jauh. Tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hariku.
Sekarang…
lha kok lokasinya cuma beberapa ratus meter dari tempatku tinggal.
Plengerrr.
***
Ohya, pernah suatu ketika suamiku penasaran dan ingin membuktikan sendiri isu-isu miring mengenai tower-tower tersebut.
Caranya bagaimana, hayooo?
Plengerrr memang nih suamiku.
Dia men-download aplikasi MiChat.
Sungguh, aku malah baru tahu seperti apa MiChat gara-gara diperlihatkan oleh suamiku. Dasar memang bapack-bapack, tahuuu aja aplikasi beginian, yachhh. Hmmmm.
Di aplikasi itu terlihat daftar panjang profil dengan foto-foto perempuan beserta lokasinya. Semuanya diurutkan berdasarkan jarak yang paling dekat dari posisi kami saat itu.
Dan yappp…
terpampang nyata beberapa profil dengan lokasi sekitar 600 meter dari tempat kami.
Aku langsung mikir,
“Lah, 600 meter?”
Ehehehe.
Ya itu mah kemungkinan besar area Tower J, K, atau L.
Setelah rasa penasaran suamiku terpuaskan, aku pun bertanya dengan sangat santai (atau berusaha terdengar santai)….
“Itu aplikasinya mau di-uninstall, kan?”
Syukurlah jawabannya iya.
Katanya memang murni cuma iseng ingin mengecek apakah cerita yang selama ini beredar tentang tower-tower tersebut ada benarnya atau tidak.
Hmmm.
Baiklah, Bapack.
Aku percaya.
Ahahaha.
Aya-aya wae memang suamiku itu.
***
Lalu datanglah JUICY GOSSIP yang KEDUA.
Dan menurutku, yang ini levelnya lebih…
plengerrrrr.
Ceritanya mengenai dua teman kantor suamiku.
Tahukah, dua-duanya adalah tipe bapack-bapack yang kalau dilihat dari luar sangatlah kebapakan.
Family man.
Pendiam.
Polos.
Isi Instagram pun dipenuhi foto dan video bersama istri serta anak-anaknya.
Pokoknya kalau melihat media sosial mereka, kita akan berpikir,
“Aduhhh, so sweet banget keluarga ini.”
Ternyata oh ternyata….
PLENGERRR juga.
😭😭😭
Bagaikan pepatah, “air tenang menghanyutkan.” Meneng ngglendem ihhh.
Yang membuat ceritanya semakin menggelegar, dua-duanya ternyata sama-sama terpincut oleh perempuan Thailand.
Kebetulan, mereka memang sedang mendapatkan penugasan sebagai ekspat di negara tersebut.
Yang satu, sang istri mulai mencium adanya anomali dan langsung sat-set mengambil tindakan.
Sedangkan pada kasus yang satunya lagi… perempuannya sampai hamil. Ddoeengggg.
Aku sampai bengong.
Plot twist-nya belum selesai.
Yang satu kemudian resign.
Yang satunya lagi dipecat.
Dahlah.
Harusnya dari awal berpegang teguh pada motto klasik:
“Don’t shit where you eat” atuch lah, Bapack-Bapack. 😭
Aku dan suamiku, yang pada dasarnya adalah bestie super ikrib sekaligus partner tetap dalam sesi nggosipin orang, akhirnya cuma saling bertanya:
“Wuahhh… kok dua-duanya Thailand?”
Ada apa dengan perempuan Thailand sampai dua bapack family man nan baik dan polos ini sama-sama terpincut?
Hmmm.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi…
sudahlah.
Sepertinya ini bukan topik yang perlu kami riset lebih mendalam.
Tidak ada manfaat akademisnya pun.
Huhuhuhu.










