Design a site like this with WordPress.com
Get started

Surat dari Tini untuk Yudi

Kediri, 17 November 1986

Kepada

Ytc: Muhamad Yudi Priambodo Darsono

di Tempat


Assalammualaikum wr.wb.,

Dengan hormat,

Yudi, ini adalah pertama kalinya aku menulis sebuah surat untukmu setelah sudah hampir 1 bulan kita jadian. Aku merasa hal besar yang kulalui barusan harus kuceritakan padamu…

Yudi, sepulangmu dari rumahku jam 9.15 tadi, Bapak langsung memanggil Ibuk dan mengajak duduk bersama. Aku diceramahin polpolan mengenai MATAHARI-MATAHARIAN ini…

Andai saja aku gak nanya Bapak atas jawaban pertanyaan kamu, “Aku mau minta bahasa Inggrisnya MATAHARI ke kamu..”.

Lagipula, aku kan gak jago enggres koyok kamu Yud. Kenapa ngasih kodenya susah amat sih. Di rumah ini yang jago enggres hanya Bapak, ya otomatis aku nanyain Bapak…

Yudi, sekarang sudah jam 11 malam dan saat ini aku sedang tengkurap di kasurku. Sedangkan Bapak dan Ibuk sedang menonton pelem “Dynasty”, pokoknya mereka bakal melek di depan televisi sampai “Berita Terakhir”…

Yudi, begini, aku baru saja selesai dinasehatin Bapak Ibuk. Intinya aku belum boleh matahari-mataharian, ahh panjang amat, aku tulis saja SUN-SUNan, sama kamu. Ibuk dhawoh dulu punya teman yang hamil di usiaku karena SUN-SUNan itu. Ngeriii, aku jelas gak mau Yud!

Ibuk juga menambahkan lek wong lanang yang baik dan benar-benar sayang ke seorang perempuan adalah yang tidak memaksa. Kalau wanitanya sudah bilang emoh, tetapi lelakinya tetep saja tidak mengindahkan, berarti itu bukanlah lelaki yang baik, dan harus ditinggalkan!

Yo pokoke itu tadi masalah SUN bikin aku deg-deg serrr, takut tapi pingin, mau tapi gak berani.

Tetapi, jangan ditekuk gitu wajahmu Yud. Jangan sedih dulu. Aku sudah menemukan solusinya. Senyuuuum cemerlang berseri yang kayak iklan “Pepsodent”, Yud!

(Dibuat dengan CANVA)

Satu pelajaran penting yang harus segera kulaksanakan adalah BELAJAR BAHASA INGGRIS! Tuh aku tulis huruf besar dan tanda seru. Siapa tahu kamu akan memberiku kode-kode lagi dengan memakai kata enggres. Mulai besok aku mau belajar ahh, biar gak perlu nanya ke Bapakku lagi.

Setiap hari Minggu, di koran “Jawa Pos” ada lembar “Belajar Bahasa Inggris untuk Anak”. Besok mau kujadiin kliping dan kutempelin di buku biar enak membacanya. Pelajaran dari bu Endah sudah tingkat atas, aku keteteran. Yang kuinget ya cuma I LOVE YOU. Itu thok wes. Ehh ehh, aku yo I LOVE YOU lho Yud…

Mak bedunduk aku kepikiran, lek ada alat yang bisa bikin kita saling menulis surat, dan bisa langsung saling balas membalas, uwasiik pasti ya. Abis kamu apel, kita bisa nerusin ngobrolngobrol lewat surat-suratan yang bisa langsung balas-membalas. Lebih asik lagi kalau bisa saling melihat. Hal yang tidak mungkin ya Yud koyoke. Khayalan belaka…

Ealaah, dari tadi aku kok muter-muter wae. Yok kita langsung ke permasalahan utama!

Jadi, setelah melewati wejangan dari Bapak Ibuk yang kukombinasikan dengan pikiranku dhewe, jawabanku atas permintaanmu SUN itu adalah dung cek dung dung cek. dung dung cek dung dung cek… tentu saja aku MAU!

Aku sedang sambil merencanakan bagaimana momen indah itu akan terjadi. Biar romantiiis gitu, Yud… Seperti filmnya Dono Kasino Indro yang judulnya “Gantian Dong”. Jangan lupa nanti kamu bawain aku bunga ya, Yud! Bunga apa saja yang warnanya pink, persis yang dibawa Dono buat Lola. Ya Yud ya…

(Dibuat dengan CANVA)

Nanti aku siap-siap pake baju warna pink yang modelnya kayak bajunya Lady Diana, bahunya ditambahin padding biar naik dan menjulang, biar seperti artis-artis Amerika Serikat.

(Dibuat dengan CANVA)

Rambutku pun tak kalah bergaya, mau kukriting pakai herspre biar mirip Meryl Streep. Wes tergambar kan di pikiranmu Yud gimana wow-nya aku nanti?

(Dibuat dengan CANVA)

Terus, aku pinginnya kita matahari-mataharian di tanggal jadian kita, yakni tanggal 21 Oktober. Lek hari jadian itu orang, dia bintangnya Libra ya Yud.

Coba ya Yud pas kita dandan maksimal, kamu ngguantheng macak mbois, aku uayuuu, terus kita bisa ambil foto bersama yang langsung jadi. Kemudian teman-teman semua juga bisa langsung ikutan lihat hasil foto kita berdua. Jadi semua orang tahu kalau Muhamad Yudi Priambodo Darsono dan Tini Susi Similikiti sudah resmi pacaran dan tidak boleh ada yang ngganggu. Sip kan pastinya. Tapi, lagi-lagi ini khayalanku belaka, Yud. Ora mungkin ada hal koyok ngene!

Eh tunggu. Aku ambil polpen dulu ya. Polpenku yang ini habis. Tuh lihat kan sudah menipis.

Aku kembali, Yud!

Ehh ini mau nulis apalagi ya. Tuh kan lupa, baru ditinggal setengah jam buat nyari polpen, sudah lewat. Aku ingat-ingat dulu ya. …….

Ehh ehh ya ampun Yud, ini kok ada kertas yang tergeletak di lantai secara tiba-tiba. Isine:

Tini, saya minta izin mau menggunakan isi suratmu yang kamu kirimkan kepada Yudi ini, sebagai sumber inspirasi saya untuk berpartisipasi dalam event:

Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog Januari 2022.

Terima kasih dan jangan panik.

Bu Sri, 31 januari 2022

Tahun 2022 itu berarti 36 tahun lagi! Aku merinding, mosok wong yang namanya Bu Sri ini naek mobilnya Doc Brown yang di film “Back to The Future” ya?? Kejadian aneh tenan ini.

(Dibuat dengan CANVA)

Tapi untuk sekarang, biarkan aku fokus dulu ke masalah kita.

TANGGALNYA dan TEMPATNYA!

Tanggalnya sudah kuputuskan di 21 Oktober 1992 yang sekaligus kutetapkan sebagai hari pernikahan kita. Bapak Ibuk juga pasti gak was-was kalau kita sudah resmi berpasangan menjadi suami istri. Kata Bapak, bisa bebas berkali-kali matahari-matahariannya. Suuenengnya aku memikirikan ini, Yud…

Itu berarti 6 tahun lagi, Yud! Sudah kuhitung-hitung biar pas. Tahun depan kita lulus dan ikut Sipenmaru 1987. Aku pingin masuk UNAIR jurusan Psikologi, karena aku selalu jadi tumpahan masalah teman-temanku.

Kamu kenal Wiwik anak IPA 1 kan. Eh tidak perlu tahu orangnya siapa, yang perlu adalah masalahnya, biar kita bisa mengambil pelajaran dari situ. Jadi si rahasia ini, kita sebut saja si W, pacarnya pas maen ke rumahnya, dikedipkedipin sama Ibuk tirinya W. Apa gak mengerikan ya? Sudah macam “Ratapan Anak Tiri” saja kehidupan si W ini. Mesakne aku. Cumak Ibuk tirinya gak kejam, melainkan genit. Akhirnya berkat keahlian psikologiku, si W mau laporan ke Bapaknya perihal Ibuk tirinya.

Baiklah Yud, sudah plong rasanya aku menulis surat spesial ini untukmu. Aku juga wes ngantuk. Apel kita Sabtu depan, jalan ke alun-alun yok, aku pingin makan kacang godhog, sama mampir toko baju “Apollo” sebentar ya, mau beli kaos kaki karena kaos kakiku sudah jebol.

I LOVE YOU.

Tini Susi Similikiti

Published by srinurillaf

Penduduk planet Bumi, -yang selama masih dikaruniai nafas dan kehidupan-, selalu berusaha untuk menjadi manusia seutuhnya; dapat menjalankan posisinya dengan baik dan benar; mau dan mampu untuk terus berkarya dan berkiprah; serta bertekad untuk 'live life to the fullest'.

11 thoughts on “Surat dari Tini untuk Yudi

  1. Hahahahahahahahahaha. macak ngganteng mbois. Kayaknya dulu sering denger itu waktu SMA. Kalau diucapkan sekarang kok jadi kocak banget ya ternyata.

    Tini..tini..kalau contekannya dono kasino indro sih jadinya lawak bukan romantis! Lain kali belajar enggres dulu yang bener ya tin biar nggak ketauan๐Ÿ˜‚

    Like

  2. Uril, ini matahari-mataharian masih lucu banget sih, padahal aku dah ngerti dari tulisan sebelumnya matahari itu apa haha.
    Dynasty itu happening banget pada jamannya ya..kaya ga selesai-selesai, sama kaya Rosalinda

    Like

  3. Mbak Urill kuselalu terhibur dengan tulisanmu. Sesungguhnya klo aku produser di stasiun tipi terkenal kan ku ajak dirimu buat bikin sitkom. Atau malah sekalian drama 20 episode. Buat ngalah2i elang terbang di stasiun sebelah. Tapi beneran deh mbak lucu banget dan nggak biasa, semoga ada yg ngelirik menjadikan tulisan mbak jadi buku. Amiinn.

    Like

  4. Jadiiiiii Uril dapat matahari pertama kali kelas dua SMA kah? hihiihi ya kalau belum pasti2 emang jangan matahari-mataharian ๐Ÿ˜† susah ya punya anak perempuan, pasti deg-degan kayak bapaknya Tini. Jagain supaya anaknya gak dapat matahari nyasar.
    Duh Uril lucu banget sih suratnya ๐Ÿคฃ

    Like

  5. kayaknya aku kelewat baca matahari mataharian, pas baca ini jadi sempat bertanya-tanya. Tapi sebenernya aku jadi bertanya-tanya apakah Tini adalah Bu Sri? Atau… EHheheehhe…

    Seperti biasa mamah Uril ini paling bisa bikin fiksi ataupun kisah nyata yang difiksi fiksikan hehehhe….

    Like

  6. Kocak banget baca suratnya, plus foto-foto jadul ๐Ÿ˜†. Sungguh Teh Uril niat banget nyarinya. Sayangnya banyak bahasa Jawa yang aku mesti nebak-nebak artinya. Tapi, tenang aja, lucunya tetap tersampaikan, kok ๐Ÿ˜‚.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: